Tampilkan postingan dengan label PINDAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PINDAD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

PT Pindad Kaji Debut di Pasar Modal

Alternatif pencarian sumber danaKendaraan tempur Komodo 4x4 Atlas produksi PT Pindad [IMF]

PT Pindad (Persero) mulai melirik sumber pendanaan dari pasar modal. Menariknya, ini merupakan aksi korporasi perdana bagi produsen senjata itu di lingkup pasar modal.

Direktur Pindad Achmad Sudarto mengatakan, ada dua pilihan instrumen sumber pendanaan. Manajemen tengah menimbang apakah akan merilis Medium Term Notes (MTN) atau Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

Tapi harapannya, kami bisa meraih dana segar Rp 500 miliar,” ujar Achmad, Jumat (7/7).

Ia menambahkan, sebelumnya Pindad belum pernah mencari sumber pendanaan melalui pasar modal. “Kenapa pasar modal, karena pendanaan dari pasar modal lebih murah,” imbuh pria yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) itu.

Salah satu dari dua instrumen pasar modal itu ditargetkan bisa terbit di sisa tahun ini. Untuk saat ini, lanjut Achmad, prosesnya sudah dalam tahap akhir pemeringkatan. Ia berharap, Pindad bisa memperoleh rating minimal A+.

Pindad berencana menggunakan dana hasil aksi korporasinya itu untuk penambahan kapasitas produksi. Dengan alasan bukan perusahaan terbuka, Achmad enggan merinci target kapasitas produksi Pindad. Yang pasti, penambahan kapasitas produksi bukan hanya difokuskan pada produksi senjata tapi juga segmen bisnis lain milik Pindad seperti alat berat.

   Kontan  

Minggu, 09 Juli 2017

Kerjasama Industri Strategis Bersama Turki

Senilai US $ 520 millionKunjungan resmi Presiden RI, Jokowi selama dua hari di Ankara, Turki, menghasilkan kerjasama industri strategis mencapai US $ 520 million. Kerjasama dalam membangun dan produksi ini melibatkan BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis). Berikut sekilas rangkuman dari berbagai media.

https://i.ytimg.com/vi/_NJWpzP-WHA/maxresdefault.jpg

Bersama PT PAL Indonesia, perusahaan energi Turki, Karadeniz akan membangun 4 unit kapal pembangkit listrik untuk Indonesia. Kesepakatan ini dicatat senilai US $ 320 million. [wikimedia]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcZ-JZl3ABQiQfTwnTCcWh4yoRT8CRh_CFdtxdWwt6gpPi371jkPg6ovnXCebrznN2EivvWTH0oGNGWqFG0MZGdyx3IX9XZPBiilpVYbgd9cd7qn8zodWsk9NYEzcMck__Em2tGaItBwU/s1600/type212_9.jpg

Juga dalam MoU yang disepakati bersama, Indonesia melalui BUMNIS, PT PAL akan kerjasama dengan galangan kapal Turki membangun kapal selam dari desain yang pernah ditawarkan sebelumnya tipe U214. [google]
https://keliping.files.wordpress.com/2017/02/n245-dua.jpg

Dengan PT Dirgantara Indonesia juga disepakati kerjasama membangun pesawat CN 245 kedepan. Selain itu juga PT DI menawarkan pesawat barunya, N219. [PT DI]
http://dirilispostasi.com/images/uploads/iha_(3).jpg

Kesepakatan bersama PT DI ini juga membolehkan BUMNIS membangun secara lisensi dan memasarkan pesawat tanpa awak UAV TAI Anka di wilayah Asean. Indonesia sendiri membutuhkan UAV MALE (Medium Altitude Long Endurance) ini untuk patroli di wilayah perbatasan. Kesepakatan ini diyakini senilai US $ 200 million. [dirilispostasi]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnqtJO5HgP_vuxNX1j2QG_7vuvnLR81cn6_KSQ_fxTDebUe2S611AyhAvu7f_JYCh8nCoiOKaSq02OOiQl5pmVTs7hovgFvO_5Cexe_i5jvNVRjxshd8_r2R3a9JLhLDwC5NA2pcaya7we/s1600/361786.jpg

Untuk kebutuhan darat, PT Pindad telah memulai kerjasama dengan FNSS Turki, membangun ranpur medium tank Kaplan dan akan dipamerkan kepada umum pada HUT TNI bulan Oktober tahun ini. [FNSS]

Proyek kedepan PT Pindad juga akan membangun dan memproduksi truk bersama Turki. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesepakatan ini di harapkan dapat diproduksi secepatnya, bukan hanya kesepakatan dalam MoU saja. [Ilustrasi/youtube]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYIzEzZmEmLq_2OIBXl8V0z740Oa6jPK0AqzXKt_QaGWnXbO7IBEDDM874aDaFwpPsp5KYwmiJTUsAko7Glwp3DgQIp8M0BXQ_Q4T8npc-Dcko-enVhUk-Ms4c-F6-OdNmBnrFPnydkEk/s1600/Manpack+Alkom+FISCOR-100+Alat+Komunikasi+Anti+Sadap+dan+Anti+Jamming+Buatan+PT+LEN.jpg

Sedangkan PT LEN akan berkerjasama memproduksi sistem alat komunikasi bersama Turki. [Ilustrasi/google]
   Garuda Militer  

Sabtu, 08 Juli 2017

Kemenangan TNI Berdampak Besar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaTy6_kdZr3mS6KeL5PdabvAv311Tukf5J_HjYARI6jLLZNBOvp1b_K6HB0E_KNPCV9mzwnQ1s1_tJKvKgCckeJn7a1ZnMqTo37Ks28i2_6LIsAEVWIditLKG6Y0emBaPRPIcSNe_37lGw/s1600/aasam-3.jpgAksi Kontingen Indonesia pada ajang AASAM 2017

Pasukan TNI kembali menorehkan prestasi di dunia internasional. Prajurit dari TNI Angkatan Darat menjadi juara umum dalam Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017 di Australia, Mei 2017.

Kemenangan tersebut tak hanya menjadi kebanggaan buat TNI. Tapi juga buat PT Pindad. BUMN yang mengkhususkan diri dalam industri teknologi pertahanan ini secara tak langsung terlibat dalam kemenangan TNI.

Ini karena senjata yang digunakan prajurit TNI merupakan bikinan Pindad. “Makanya, saya berterima kasih ke TNI,” ujar Direktur Utama PT Abraham Mose.

Abraham, yang belum genap setahun menggantikan Silmy Karim, menilai kemenangan TNI ini melempangkan jalan buat Pindad menguasai bisnis teknologi pertahanan. Bagi Abraham, target ini bukan sesuatu yang mustahil dicapai.

Pertengahan Juni 2017, Abraham menerima kunjungan Liputan6.com di kantor PT Pindad, kawasan Kiara Condong, Kota Bandung, Jawa Barat.

 Produk Utama Pindad 
http://ikahan.com/wp-content/uploads/2012/06/02-AASAM-2012.jpg[Ikahan]

 TNI menang di AASAM 2017 dan mereka menggunakan senjata Pindad. Apa pengaruhnya?

Prajurit kita menggunakan senjata dan pistol dari Pindad. Ini yang ke-10 kalinya, Indonesia memenangkan turnamen ini. Ini secara tidak langsung menjadi strategi mengenalkan produk Pindad keluar negeri. Sebab, setelah itu, negara itu (saingan TNI di AASAM 2017, red.) datang ke Pindad.

 Berarti berdampak besar?

Dampaknya sangat besar, makanya saya berterima kasih ke TNI. Ini jadi strategi kami, spread the wing untuk menguasai pasar di bidang industri pertahanan.

 Apa sih produk terlaris dari Pindad?

Yang terlaris itu amunisi. Kemudian senjata dan pistol. Tapi kalau bicara produk paling laris, sudah pasti SS2 dan SS1.

 Kenapa bisa laris?

Kalau bicara teknologi, kurang lebih sama. Kalau bicara material, saat ini kita juga masih beli material dari luar negeri. Mungkin dari sisi desain.

 Desainnya bagaimana?

Karakteristiknya kami sesuaikan dengan karakteristik pengguna dan iklim di Indonesia. Kami selalu berdiskusi dengan pengguna, dalam hal ini TNI. Mereka yang tahu karakteristik yang mereka butuhkan untuk bertempur.

 Apakah ada produk Pindad, tapi tidak dibuat negara lain?

Banyak. Panser dan tank untuk gurun.

 Itu kan bukan spesifikasi utama Pindad?

Spesifikasi kami tidak ke arah sana, tapi bukan berarti kita tidak bisa. Saat ini, kami inovasi atas permintaan mereka.

 Cuma untuk gurun?

Ada tank boat. Itu produk Pindad yang khusus digunakan di kawasan perairan Indonesia.

 Tank boat bisa dimodifikasi juga?

Ada permintaan dari Timur tengah untuk bekerja sama mengembangkan produk tank boat. Tentunya menyesuaikan karakteristik negara di sana.

 Target Utama Pindad 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNvzR2F0quwGV3FYNrG7D1RwZ7lh-wI3ND3Xp6lzlRriWPBIoCAUK6VcT19HJkuxj77Dr4t4l3lGyT2HLEMTRGLLUfJtVn8a_pf2AOGKK3jlTfnTHpYgHib2qxzM3DmWrZcnRu2S0_21-h/s1600/C_ZQUuxXYAEpSpo+sweeneygov.jpgKaplan MT [FNSS]

 Dengan kata lain, kemenangan ini jadi cara Pindad untuk menguasai bisnis teknologi militer?

Kami berpatokan ke visi Pindad. Di 2023, kami menjadi industri yang unggul dan industri yang terbesar di Asia dalam bidang industri pertahanan.

 Memang mungkin?

Ini sangat mungkin. Kalau kita berbicara Pindad, perusahaan ini ada sejak 1808. Jadi kalau bicara penguasaan teknologi, bicara profesionalisme, bicara keahlian untuk memproduksi senjata, rasanya dengan waktu yang panjang itu kita sudah kuasai.

 Sejauh ini Pindad sudah cukup menguasai industri pertahanan?

Tidak serta merta. Kami harus punya strategi. Strateginya adalah dengan melakukan dua pendekatan. Pertama, terus berinovasi secara internal. Sisi lain strategi kita adalah melakukan ekspansi pasar, dengan melakukan strategic partnership.

 Inovasinya dengan menghasilkan produk baru?

Ini sudah menjadi KPI kami sebagai BUMN. Minimal dua produk inovatif yang harus kita luncurkan. Tahun ini kami punya rencana (produk baru) di bawah 10 produk

 Apa saja produk baru Pindad?

Di Industri pertahanan kita akan launching produk baru kita, yang disebut senjata serbu bawah air, sniper yang baru, kemudian ada pistol. Kalau pistol dan senjata mungkin ada empat atau lima buah. Jadi kurang lebih ada sembilan produk inovatif.

Kalau untuk bidang industrial, produk-produk Alsintani, yang kemarin di Aceh dalam pameran pertanian.

 Kalau bicara peminat, siapa peminat Pindad?

Kalau berminat yang membeli produk Pindad sudah banyak. Dari Timur Tengah, Eropa, kemudian dari Australia, dan lain-lain. Tentunya, kami tetap melihat, bagaimana regulasi. Kami juga harus mengutamakan keunggulan dalam negeri.

 Pasar Produk Pindad 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiCMocePPbYoJtgWzOYsPY2vrl-Ltqs5okQSFmbQAdT_TtfaoHmd171EJKRh-FAcXNlsoAaljWpl6Maa2qAN_A_wyoNQXLOwNQycIRSbxxAxFyCIAe7Bi3qJkxkSZByC5dDXJpclKtyb7V/s1600/IMG-20170705-WA0007.jpgKendaraan pertanian produksi PT Pindad [def.pk]

 Memang target market-nya ke mana saja?

Saat ini, market yang menjadi sasaran adalah Timur Tengah, sebagian dari Asia Tenggara. Itu sudah ada beberapa kontak. Mudah-mudahan tahun ini juga akan punya kontrak untuk ekspor amunisi ke beberapa negara di Asia Tenggara dan Timur tengah.

 Pasti ada saingan?

Ada. Tapi kami punya strategi. Karena industri pertahanan itu segmen tersendiri. Hanya beberapa industri pertahanan yang punya kemampuan unggul.

Sehingga kami memilih melakukan strategic partnership dengan beberapa negara dan vendor yang unggul.

 Yang jadi partner?

Mereka tahu Indonesia punya kemampuan. Karena kami juga butuh beberapa material dari mereka, butuh teknologi bahan dari mereka.

 Konkretnya seperti apa?

Misalnya konsep joint marketing dan joint production. Itu sudah berjalan. Salah satunya dalam waktu dekat kami akan kerja sama membangun munisi di Turen (Malang).

 Selain itu?

Kami akan kerja sama, mungkin senjatanya merek Pindad dan kami bisa menjual produk itu di luar.

 Negara mana saja yang mau kerja sama?

Beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

 Apa sih hambatan Pindad?

Untuk memasarkan produk pertahanan, ada satu regulasi yang kita sadari kita tidak bisa melanggar. Karena ini bicara ujung-ujungnya kedaulatan negara. Sehingga apapun kita harus izin dulu jika kita akan ada kerja sama atau penjualan produk.

 Tapi sudah ada solusi?

Dengan melakukan strategic partnership itu, kami bisa menjual produk di dalam negeri, kami juga bisa menjual ke luar negeri dan ini sudah berjalan.

  Liputan 6  

Jumat, 30 Juni 2017

Pindad Kembangkan Teknologi Teleskop Khusus Sniper

https://ilhazi.files.wordpress.com/2016/09/59706-penembakrundukkopassusboytriks.jpg?w=700Ilustrasi senjata Pindad

PT Pindad (Persero) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) andalan untuk menciptakan alat-alat dan sistem pertahanan Indonesia. Terbaru, Pindad tengah menjajaki pengembangan teleskop khusus untuk Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senjata penembak jarak jauh.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengaku, rencana pengembangan ini ‎dilakukan karena dirinya kagum dengan percepatan perkembangan teknologi pertahanan di dunia, khususnya di Israel. Saat ini, Israel tengah mengembangkan teknologi teleskop yang mampu meningkatkan akurasi para penembak jitu.

"Jadi jarak 1-2 kilometer (km) secara kasat mata kita sudah pas, tapi kalau teleskop itu belum pas, senjata itu tidak bisa menembak. Jadi kalau sudah benar-benar pas, baru kena. Ini meningkatkan akurasi," kata Abraham saat berbincang dengan Liputan6.com seperti ditulis, Kamis (29/6/2017).

Melihat hal itu, Abraham bertekat untuk tidak mau kalah dengan apa yang dibuat oleh Israel. "Itu pengembangan teknologi baru yang tengah dilakukan di Israel. Kia lagi coba," tegasnya.

Tak hanya itu, teknologi canggih yang direncanakan Abraham untuk bisa dikembangkan Pindad adalah teknologi kamera tembus pandang.

Dijelaskan Abraham, teknologi ini terpasang di gawai sejenis i-Pad. Dalam penggunaannya, i-Pad ini hanya ditempelkan di sebuah dinding ruangan sisi luar. Hanya saja, di layar i-Pad tersebut terpampang gambar situasi yang ada di dalam ruangan di balik dinding tersebut.

"Saya melihat sendiri demonya waktu itu. Ini akan mendukung menangkap teroris, bagaimana menyelamatkan sandera oleh teroris‎," tegas dia.

  Liputan 6  

Jumat, 16 Juni 2017

Pindad Tingkatkan Produksi Amunisi

Gandeng Investor Eropa TimurAmunisi PT Pindad

PT Pindad (Persero) akan meningkatkan kapasitas pabrik amunisinya yang ada di Turen, Malang.‎ Peningkatan kapasitas ini dalam rangka meningkatkan peran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan amunisi dalam negeri dan memperluas pasar ke dunia.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan peningkatan kapasitas ini juga sudah menjadi bagian dari rencana perusahaan dalam jangka menengah.

Ini kita akan mulai pada 2018 dan untuk melaksanakan itu kita datangkan investor dari luar negeri, tepatnya dari negara di Eropa Timur,” kata Abraham, Jumat (16/6/2017).

Dia mengaku dengan menggandeng investor luar negeri ini merupakan bentuk loncatan bagi perusahaan dalam mewujudkan cita-cita menjadi perusahaan terkemuka di Asia pada 2023.

Dipilihnya peningkatan kapasitas produksi amunisi lantaran saat ini Pindad belum mampu memenuhi semua kebutuhan amunisi TNI yang notabene menjadi pelanggan tetapnya.

Abraham menjelaskan, kebutuhan amunisi TNI sendiri setiap tahun mencapai 600 juta butir peluru. Namun kapasitas Pindad sendiri setiap tahunnya hanya mampu memproduksi 160 juta butir peluru.

Makanya kita akan tingkatkan produksinya. Nanti akan menjadi 290 juta butir peluru per tahunnya. Itu pun masih defisit,” kata dia.

Untuk investasinya sendiri, Abraham mengungkapkan akan memakan biaya mencapai Rp 400 miliar. Pindad tetap menjadi yang dominan, yaitu tetap di atas 50 persen.
 

  Liputan 6  

Rabu, 14 Juni 2017

Peserta Workshop RTOMP LIPI Dari 8 Negara Kunjungi Pindad

PT Pindad (Persero) menerima kunjungan dari peserta Research Technology Organizations Management Program Workshop (RTOMP 2017) sebanyak 30 orang yang berasal dari 8 negara yaitu, Turki, India, Tiongkok, Korea, Bangladesh, Yordania, Indonesia dan Thailand pada 16 Mei 2017. Peserta dipimpin oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Agus Haryono, diterima oleh Ahli Utama Bidang HC, Yayat Ruyat.

Yayat Ruyat menyambut baik kunjungan peserta workshop yang digelar LIPI tersebut. Yayat pun menyampaikan beberapa pencapaian terbaru yang telah dilakukan, salah satunya yakni pembuatan medium tank hasil kerja sama dengan perusahaan asal Turki, FNSS. “Medium tank yang kita buat ini dipamerkan juga di pameran alat sistem pertahanan di Turki pada Mei 2017 ini,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut Agus mengatakan kunjungan ke Pindad adalah untuk mempelajari penerapan hasil riset di industri . “Pindad ini merupakan salah satu industri yang menerapkan hasil riset secara langsung, kedatangan kita untuk mempelajari tentang penerapan hasil riset, teknologi sekaligus manajemennya, kolaborasi kita salah satunya terkait polimer material,” ujarnya.

Kunjungan tersebut, sekaligus dalam upaya memperkuat kompetensi strategis para ilmuan dan peneliti untuk merangsang perkembangan inovasi dan teknologi pada lembaga litbang dan berbagi pengalaman sukses untuk mendorong adanya jaringan kerjasama antara negara berkembang terutama dalam inisiasi inovasi.

Usai dialog, para anggota rombongan mengunjungi fasilitas produksi Divisi Kendaraan Khusus, dan mengamati langsung proses produksi yang mendukung aktivitas perusahaan dalam memproduksi produk pertahanan.

RTOMP 2017 digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan World Association of Industrial and Technological Research Organizatios (WAITRO), Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) dan Himpunan Polimer Indonesia (HPI). (Bani)

  ★ BUMN  

Delegasi JSC Kementerian Pertahanan Jepang Kunjungi Pindad

imagePT Pindad (Persero) menerima kunjungan dari 30 orang delegasi Join Staff College (JSC) of The Japan Ministry of Defence (JMOD) pada 7 Juni 2017. Delegasi dipimpin oleh Wakil Komandan JSC JMOD Mayor Jendral Yukiya Yamakura, dan diterima oleh GM Kendaraan Khusus, Agus Edy.

Dalam sambutannya Yukiya Yamakura mengatakan kunjungannya ke Pindad merupakan yang pertama kali, dan pihaknya tertarik dengan yang telah dilakukan oleh Pindad. "Ini pertama kalinya kami datang ke perusahaan ini, saya sangat tertarik kepada Pindad, industri pertahanan yang dimiliki pemerintah Indoneisa, di Jepang belum ada indhan yang dimiliki pemerintah" ujarnya.

Menanggapi hal itu, Agus Edy menyambut baik para delegasi. Ada tiga hal yang disampaikan berkenaan dengan industri militer di Pindad. Menurut Agus ada tiga hal terkait perkembangan pindad hingga saat ini, pertama transfer teknologi (ToT), kedua, partner Pindad bukan hanya dari Indonesia saja tetapi juga luar negeri, ketiga, pindad terus berupaya mendukung pengembangan produk.

Agus menambahkan, selain memproduksi alat-alat pertahanan, Pindad juga bergerak di bidang produk komersial. Produk pertahanan memiliki fokus mendukung pemerintah melalui TNI dan POLRI, sementara komersial produk ditujukan untuk bisnis.

Kunjungan ditutup dengan mengunjungi ke fasilitas produksi PT Pindad (Persero) seperti Divisi Senjata dan Divisi Kendaraan Khusus.

  BUMN  

Senin, 12 Juni 2017

5 BUMN Ikuti Pameran Mast Asia 2017

✈ Di Tokyo PT Pindad (Persero) yang tergabung dalam klaster National Defence and High-Tech Industry (NDHI) Kementerian BUMN dalam paviliun Indonesia mengikuti pameran Maritime/Air Systems & Technologies for Defence, Security and Safety (MAST Asia) yang diselenggarakan pada 12-14 Juni 2017 di Tokyo, Jepang.

Kementerian BUMN hadir di MAST Asia diwakili oleh klaster NDHI & NSHI yang menampilkan berbagai mock up beserta poster produk. 5 BUMN yang hadir langsung yaitu PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Pal Indonesia, PT Len Industri dan PT Dahana. Adapun BUMN yang tidak hadir langsung diwakili oleh poster produk.

Partisipasi Indonesia dalam pameran teknologi sistem maritim dan udara ini untuk menunjukkan berbagai kemajuan teknologi, khususnya di bidang industri pertahanan yang tidak kalah dengan negara lain. Indonesia Bersama Jepang dan India merupakan wakil dari Asia yang mengikuti event ini.

Pindad menampilkan mock up dan poster produk maritim serta produk unggulannya seperti Anoa Amphibious yang dapat beroperasi di perairan dan darat, Anoa yang turut beroperasi dalam misi perdamaian internasional serta tank boat Antasena yang dilengkapi canon 105 mm dan memiliki daya hancur besar.

Produk lainnya yang ditampilkan antara lain, kendaraan lapis baja Badak yang dilengkapi canon 90 mm, prototype medium tank pengembangan Bersama dengan FNSS, senjata dan munisi yang telah memenangkan berbagai lomba tembak internasional, serta produk industrial seperti peralatan kapal laut, ekskavator, komponen transportasi dan alat mesin pertanian.

MAST Asia adalah event trade-show, konferensi pertahanan dan community enabler internasional terbesar di Jepang yang diikuti oleh industri pertahanan dari berbagai negara di dunia. Tahun depan akan diselenggarakan MAST Indo-Asia di India.

  Pindad  

Minggu, 04 Juni 2017

PT Pindad Produksi Alat Mesin Pertanian

Berupa Tiga mesin pertanian modern Tiga mesin pertanian modern dipamerkan [aceh.net]

Sebanyak tiga alat mesin pertanian produksi PT Pindad (Persero) Bandung diperkenalkan pada Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-15, Sabtu 6 Mei 2017. Presiden RI Joko Widodo bahkan langsung meninjau acara yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh itu.

Dari informasi dikirimkan PT Pindad, diproduksinya ketiga alat mesin pertanian itu untuk mendukung kemandirian dan percepatan program ketahanan pangan pemerintah. Semua komponen untuk produk ini berasal dari dalam negeri dan diproduksi di Pindad kecuali engine, dan transmisi. Jika diberi kesempatan, maka seluruh komponen itu bisa diproduksi di dalam negeri.

Diharapkan, dengan diproduksinya ketiga alat mesin pertanian itu maka Indonesia tidak lagi mengimpor bahan pangan, tapi bisa berswasembada. Seperti diketahui, selama ini Indonesia masih mengimpor berbagai bahan pangan dari negara-negara lain.

 Ketiga alat mesin pertanian itu adalah:

★ Pengolah Tanah Amphibi, PA-1800. Alat ini memiliki fungsi mengolah tanah sekaligus mencacah sisa jerami padi, jagung, dan gulma serta mencampur dengan tanah, sehingga akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah.

★ Mesin panen, PP-160 untuk memanen jagung dan padi sekaligus memasukan hasil panen ke dalam karung.

★ Traktor Multiguna, PTM-90 sebagai loader untuk berbagai jenis material seperti tanah, batu, pasir atau puing bangunan dengan kapasitas yang cukup besar, sebagai ekskavator kecil yang dilengkapi fungsi drilling dan jack hammer untuk keperluan konstruksi, pertanian, serta pemeliharaan fasilitas akses jalan pedesaan.

Dalam memproduksi ketiga mesin itu, Pindad bersinergi dengan PT Bhirawa dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian.

Hajatan akbar Penas ini rutin dilaksanakan tiga tahun sekali, dikuti lebih dari dari 35.000 peserta yang terdiri dari perwakilan petani nelayan yang tergabung dalam KTNA dari semua provinsi di Indonesia, para pelaku usaha sektor pertanian, para pejabat lingkup pertanian baik pusat maupun daerah. ***


  ★ Pikiran Rakyat  

Rabu, 31 Mei 2017

Senjata Dopper Pindad

✬ Tingkatkan Keselamatan Prajurit Senjata dopper Pindad

Pelaksanaan latihan dopper banyak dilakukan oleh militer di banyak negara, termasuk di Indonesia untuk menguji nyali prajuritnya. Hampir seluruh satuan TNI mewajibkan latihan ini kepada seluruh prajuritnya untuk menguji kemampuan meliputi uji keberanian, konsentrasi, ketahanan fisik, mental dan menumbuhkan kepercayaan diri. Salah satu hal banyak dilakukan pada dopper adalah latihan merayap pada simulasi medan perang, dengan ditembaki pada titik-titik tertentu dari atas oleh para pelatihnya.

Di Indonesia, selama ini senjata-senjata yang digunakan untuk keperluan dopper, umumnya produk generasi lawas dan sudah tidak diproduksi, seperti senapan otomatis Pindad SP-3 (kaliber 7.62mm x 51) dan senapan serbu AK-47 Rusia (kaliber 7,62 mm x 39) yang menggunakan peluru tajam. Karena karakteristiknya tersebut, membuat latihan dopper masih sering dianggap berbahaya, dan berisiko atas keselamatan prajurit. Dengan munculnya senjata dopper produksi Pindad ini diharapkan pengguna, yaitu TNI tidak perlu lagi menggunakan senapan SP-3.

Salah satu lokasi latihan dopper di Indonesia, adalah di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, di mana selaku industri pertahanan nasional, Pindad pun sering diundang oleh TNI untuk menyaksikan latihan tersebut. Kehadiran para personel Pindad adalah untuk memperbaiki berbagai senjata yang rusak karena latihan.

Dari latar belakang kondisi tersebut, Pindad sesuai kapabilitasnya membantu membuat senjata untuk latihan dopper TNI. Hasilnya, saat ini sudah diproduksi senjata khusus untuk keperluan dopper, yang merupakan kerjasama Pindad dengan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD).

Senjata khusus dopper tersebut, walau belum memiliki nama produk, memiliki karakteristik lebih akurat dan lebih menjamin aspek keselamatan dibandingkan dengan yang selama ini digunakan. Namun senjata khusus dopper produksi Pindad ini tetap sesuai keperluannya, yaitu memiliki suara letusan yang keras sesuai kebutuhan latihan dopper untuk menguji fisik dan mental.

Senjata dopper buatan Pindad ini menggunakan sistem operasi gas operated. Namun, pengaturan model tembakannya hanya semi otomatis (tembakan satu per satu beruntun) dan tidak ada penembakan otomatis. Dari sosoknya, senjata dopper produksi Pindad ini memiliki keunggulan lain, yaitu desain modern dan ergonomis untuk mendukung karakter produk yang memiliki keakuratan tinggi.

Pada awalnya di tahun 2014, senjata dopper yang diproduksi Pindad dicoba menggunakan kaliber 7,62 mm Sabhara (7,62mm x 45), yaitu MU-11yang memiliki tekanan rendah. Untuk basic senjatanya menggunakan desain senapan serbu SS2. Namun dari produksi awal tersebut, sosok senjata baru dopper itu, oleh pengguna ternyata tekanan tembakannya dianggap terlalu ringan dan suaranya kurang keras. Perbaikan dan penyempurnaan pun dilakukan kembali, sehingga muncul senjata dopper buatan Pindad yang sekarang. Secara desainnya masih mirip awal, namun bagian ekoran dan rumah mekanik dibesarkan.

Senjata khusus latihan dopper produksi Pindad ini diluncurkan sejak tahun 2016. Produk ini merupakan jawaban yang diharapkan mampu meningkatkan keamanan bagi para prajurit dalam melakukan latihan. Dopper produksi Pindad ini pun sudah disertifikasi pada tahun 2016.

 Peluru Khusus Dopper 
dopper1Selain senjata jenis baru, Pindad juga mengembangkan peluru jenis khusus untuk digunakan dalam latihan dopper, yaitu kaliber 7,62mm x 51 dengan menggunakan proyektil khusus jenis parabolic, seperti yang digunakan Sabhara Polri.

Dari penggunaan amunisi, senjata khusus dopper ini juga menyesuaikan dengan ide awalnya, yaitu harus aman. Proyektil amunisi yang ditembakan menggunakan 7,62 mm jenis parabolic dimana saat menancap ke tanah tidak pecah dan tidak memantul. Begitu pula kebutuhan tekanan gas, yang ketika menancap ke tanah harus tidak memantul lagi atau tidak tumbling. Pada karakter amunisi ini, yang diperhatikan adalah kecepatan dan kemampuan isian dorongnya.

Berangkat dari kebutuhan itu, penggunaan amunisi senjata khusus sabhara 7,62 mm parabolic itu ternyata bagus namun dari suaranya kurang keras. Sesuai karakternya, untuk menambah suara letusan amunisi, isian dorong dan tekanan pun harus dinaikan lagi. Pilihan pun kemudian berubah menjadi menggunakan kaliber 7,62 mm dengan menggunakan proyektil dengan panjang 51mm. Maka, lahirlah senjata khusus dopper berikut jenis amunisi yang kini diperkenalkan Pindad ini. Jika mengenai manusia, peluru khusus 7,62mm x 51 parabolic pada senjata dopper produksi Pindad ini tidak mematikan karena bentuk ujung proyektil peluru ini didesain tidak runcing, namun tetap memiliki akurasi tinggi. Tembakan peluru khusus tersebut pun sudah dirancang, jika terkena air dan tanah lembek, muncratannya akan tinggi untuk menguji mental prajurit. Walau ujung pelurunya tidak lancip, akan menembus kedalam tanah dan tidak memantul.

Senjata dopper produksi Pindad ini sebenarnya dapat menggunakan pula jenis peluru yang beragam, sehingga kemampuan jarak tembaknya pun berlainan tergantung amunisi yang digunakan. Dengan kelebihan itu, senjata dopper ini bukan hanya berfungsi untuk keperluan latihan dopper, tetapi juga dapat digunakan untuk pertempuran sebenarnya sesuai kebutuhan medan.

Jika menggunakan amunisi parabolic, senjata ini mampu menyasar jarak efektif 300 meter (sebagai gambaran, untuk latihan dopper biasanya pada jarak sekitar 100-200 meter). Lain halnya jika menggunakan amunisi tajam, senjata dopper memiliki jarak efektif mencapai 1 kilometer. Walau ditujukan untuk mendukung latihan, namun senjata dopper buatan Pindad ini sebenarnya dapat digunakan untuk medan perang sesungguhnya. Karena penggunaannya dipasang pada suatu platform, senjata dopper produksi Pindad ini dari beratnya tidak terlalu diperhitungkan.

 Potensi Pasar 
dopper2Khusus untuk pangsa militer Indonesia sendiri, senjata dopper buatan Pindad ini diproduksi untuk mengikuti kebutuhan prajurit lnfanteri dan unit latihan dopper. Dopper buatan Pindad akan memenuhi kebutuhan semua angkatan di TNI, baik Angkatan Darat, Laut, dan Udara yang memiliki unit latihan dopper.

Kedepannya senjata khusus dopper produksi Pindad ini diharapkan dapat menangkap potensi kebutuhan negara-negara tetangga yang meminati senapan latihan ini. Diproduksinya senjata dopper dan munisinya oleh Pindad merupakan langkah yang tepat karena industri senjata yang khusus memproduksi senjata dan munisi jenis ini belum ada.

Senjata dopper juga telah diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Sutrimo kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu dalam acara penyerahan 15 produk First Article (FA) Program Pengembangan Teknologi lndustri Pertahanan (Bangtekindhan) TA. 2016 yang dilaksanakan di Kementerian Pertahanan pada tanggal 14 Februari 2016. (sumber: pindad update edisi 11 April 2017)

  ⚓ TNI AD  

Minggu, 28 Mei 2017

Produk Pindad Kembali Kibarkan Nama Indonesia

Di Ajang Internasional AASAM 2017Tim penembak TNI AD [Fb AASAM 2017]

Lagi-lagi produk PT Pindad kembali dipakai TNI AD dalam ajang AASAM 2017 di Australia. Hingga pelaksanaannya kini, sedikitnya sudah 28 medali emas yang ditorehkan oleh TNI AD.

Menurut Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, TNI AD menggunakan senjata buatan Pindad SS2V1 yang memiliki jangkauan efektif 500 meter dengan heavy barrel 5,56 mm dalam kompetisi tersebut. Tak hanya itu, keberhasilan TNI AD dalam ajang itu pun disokong oleh produk Pindad lainnya seperti Pistol G2 Elite yang memiliki jarak tembak efektif 25 meter dengan amunisi berkaliber 9 mm.

"Senjata SS2 ini merupakan produk varian Pindad yang diunggulkan. Kami bangga, produk buatan kami bisa menyokong TNI AD dalam memenangkan banyak medali emas dalam kompetisi bergengsi tersebut," ujarnya saat dihubungi SINDO, Sabtu (27/5/2017).

Semakin banyaknya produk Pindad diunggulkan oleh TNI AD, kata Abraham, sangat berpengaruh besar terhadap pemesanan produk Pindad tersendiri. Hal ini terbukti, sejak diluncurkannya senjata seri SS2 ini pihaknya telah mengirim sedikitnya 75.000 pucuk senjata setiap tahun pada TNI AD.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoOylUAdS7LqZQWP6ZLjwGXQB1ap1Fu-_yUwMD3qqPQ6rX9iEmGLxFgLqUEMSt5hOZ72Tvl4Zz1X6hXR2gye-YQwNaXXc0ghnBnjizuPybFllRMDseLjUGi6wiOuyGXChBbtAptfU-t98F/s1600/aasam1.jpgPasaran produk Pindad pun tak hanya berjaya di negeri sendiri. Negara tetangga seperti Philipina, Myanmar hingga beberapa negara di Timur Tengah sudah melirik dan bahkan memesan produk Pindad, khususnya amunisi. Meski diakui Abraham kapasitas pabrik Pindad belum mumpuni untuk memenuhi semua pesanan, akan tetapi pihaknya terus melakukan yang terbaik.

"Kapasitas pabrik kami sejauh ini baru 120 juta butir amunisi per tahun. Namun, saat ini kami sedang investasi mesin baru di Turen, Malang, yang mudah-mudahan bisa membuat kapasitas produksi amunisi kami naik menjadi 300 juta butir per tahunnya," jelas Abraham.

Dengan semakin diakuinya produk Pindad, hal ini berkat inovasi yang terus dilakukan. Abraham menambahkan, pihaknya menargetkan setiap tahun ada dua produk inovatif yang dihasilkan. Sejak 2016 hingga 2017, sedikitnya sudah ada tujuh produk inovatif yang dibuat Pindad. Bahkan ketujuh produk tersebut tengah diuji oleh Litbang TNI AD.

https://lancercell.files.wordpress.com/2017/05/aasam-2017-9-kostrad.jpg?w=672&h=372&crop=1Salah satu produk teranyar Pindad yang mencolok perhatian dunia yakni dengan dirilisnya Medium Tank buatan Pindad hasil kolaborasi dengan Turki. Hal ini cukup membanggakan, mengingat produk ini adalah produk pertama yang selesai, dari program nasional yang ditargetkan pemerintah pusat.

"Produk ini sudah dipamerkan di Turki. Kita buat dua prototipe, satu prototipe dipamerkan di Turki dan satu lagi akan kita launching pada 5 Oktober 2017 mendatang, bertepatan dengan HUT TNI AD. Kita patut berbangga, karena Medium Tank buatan Pindad ini merupakan medium tank pertama di dunia khususnya di kelas Medium Tank," tandasnya. (kri)

  Sindonews