Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2017

Kerjasama Industri Strategis Bersama Turki

Senilai US $ 520 millionKunjungan resmi Presiden RI, Jokowi selama dua hari di Ankara, Turki, menghasilkan kerjasama industri strategis mencapai US $ 520 million. Kerjasama dalam membangun dan produksi ini melibatkan BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis). Berikut sekilas rangkuman dari berbagai media.

https://i.ytimg.com/vi/_NJWpzP-WHA/maxresdefault.jpg

Bersama PT PAL Indonesia, perusahaan energi Turki, Karadeniz akan membangun 4 unit kapal pembangkit listrik untuk Indonesia. Kesepakatan ini dicatat senilai US $ 320 million. [wikimedia]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcZ-JZl3ABQiQfTwnTCcWh4yoRT8CRh_CFdtxdWwt6gpPi371jkPg6ovnXCebrznN2EivvWTH0oGNGWqFG0MZGdyx3IX9XZPBiilpVYbgd9cd7qn8zodWsk9NYEzcMck__Em2tGaItBwU/s1600/type212_9.jpg

Juga dalam MoU yang disepakati bersama, Indonesia melalui BUMNIS, PT PAL akan kerjasama dengan galangan kapal Turki membangun kapal selam dari desain yang pernah ditawarkan sebelumnya tipe U214. [google]
https://keliping.files.wordpress.com/2017/02/n245-dua.jpg

Dengan PT Dirgantara Indonesia juga disepakati kerjasama membangun pesawat CN 245 kedepan. Selain itu juga PT DI menawarkan pesawat barunya, N219. [PT DI]
http://dirilispostasi.com/images/uploads/iha_(3).jpg

Kesepakatan bersama PT DI ini juga membolehkan BUMNIS membangun secara lisensi dan memasarkan pesawat tanpa awak UAV TAI Anka di wilayah Asean. Indonesia sendiri membutuhkan UAV MALE (Medium Altitude Long Endurance) ini untuk patroli di wilayah perbatasan. Kesepakatan ini diyakini senilai US $ 200 million. [dirilispostasi]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnqtJO5HgP_vuxNX1j2QG_7vuvnLR81cn6_KSQ_fxTDebUe2S611AyhAvu7f_JYCh8nCoiOKaSq02OOiQl5pmVTs7hovgFvO_5Cexe_i5jvNVRjxshd8_r2R3a9JLhLDwC5NA2pcaya7we/s1600/361786.jpg

Untuk kebutuhan darat, PT Pindad telah memulai kerjasama dengan FNSS Turki, membangun ranpur medium tank Kaplan dan akan dipamerkan kepada umum pada HUT TNI bulan Oktober tahun ini. [FNSS]

Proyek kedepan PT Pindad juga akan membangun dan memproduksi truk bersama Turki. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesepakatan ini di harapkan dapat diproduksi secepatnya, bukan hanya kesepakatan dalam MoU saja. [Ilustrasi/youtube]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYIzEzZmEmLq_2OIBXl8V0z740Oa6jPK0AqzXKt_QaGWnXbO7IBEDDM874aDaFwpPsp5KYwmiJTUsAko7Glwp3DgQIp8M0BXQ_Q4T8npc-Dcko-enVhUk-Ms4c-F6-OdNmBnrFPnydkEk/s1600/Manpack+Alkom+FISCOR-100+Alat+Komunikasi+Anti+Sadap+dan+Anti+Jamming+Buatan+PT+LEN.jpg

Sedangkan PT LEN akan berkerjasama memproduksi sistem alat komunikasi bersama Turki. [Ilustrasi/google]
   Garuda Militer  

Sabtu, 08 Juli 2017

Kemitraan Industri Strategis yang Berbeda ala Turki

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEdFaJwp21pnLTJ7xBQ6fuCP_IAY9S097lX_PLnsLMXfL5MduT6XOfG68iLHul488t5JgI8KS6BKg1nQwtvjunWeLt25G9lKyAxRatucPrHi6GO7Dv6_9ypl6HBO6X8rO0H5JB0AmW3j3-/s1600/U-212A-submarine.jpgKapal selam U214

Di mata Indonesia, Turki adalah cara baru dalam memandang sebuah pengembangan konsep kerjasama bilateral. Bagaimana tidak, negara yang berada tepat di perlintasan Eropa dan Asia itu selalu memiliki cara dalam mengembangkan ekonominya.

Ankara misalnya, sebagai ibu kota ia sama sekali tak sesubur tanah Jawa di Indonesia yang kaya dengan gunung vulkanik aktif, sementara Ankara lebih mirip sebagai stepa dengan rumput kering dan tanah yang tandus.

Namun, toh sebagai ibu kota sebuah negara yang pernah dikuasai Dinasti Ottoman itu, Ankara adalah pusat pemerintahan sekaligus kota bisnis yang sangat nyaman bagi investor asing.

Konsep-konsep kerja sama yang berbeda itulah yang coba untuk ditawarkan kepada Indonesia, mengingat hubungan kedua negara memiliki cerita kesejarahan yang amat panjang.

Bahkan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi pun setuju bahwa ada banyak hal yang membedakan kerja sama ekonomi dengan Turki.

"Yang membedakan kerja sama-kerja sama industri strategis antara Indonesia dengan Turki adalah dengan Turki kita sudah mampu melakukan kerja sama yang sifatnya 'joint development' dan 'joint production'," tutur Retno.

Turki rupanya tak mau sebuah kemitraan yang sekadar pepesan kosong melainkan konsep kerja sama yang konkret dan berwujud nyata.

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/kapal-pembangkit-listrik_20170521_200804.jpgKapal pemasok listrik Turki [Tribunnews]

Sederet kemitraan khususnya di bidang industri strategis pun sudah mulai terealisasi secara konkret, lihat saja dalam hal pengembangan power ship atau kapal pemasok listrik antara PT PAL dengan Karadeniz Holding yang sudah membangun 4 "power ship" pertamanya dengan kapasitas 36-80 MW.

Kerja sama ini memungkinkan terpenuhi pasokan listrik di wilayah-wilayah byar pet di Tanah Air.

Lebih jauh, dengan Turki, Indonesia juga sudah memiliki agreement on defense industry cooperation sejak 2010.

"Dan pada saat 2015 kita sudah ada kerja sama komunikasi pertahanan software defense radio hv 9661 antara PT LEN dan Aselsan Turkish, ini adalah untuk memenuhi kebutuhan peralatan komunikasi terutama di wilayah-wilayah perbatasan," ujar Menlu Retno.

Ada juga kerja sama antara PT Pindad dengan FNSS untuk kerja sama joint development dan production untuk "medium weight armor combat vehicle" dengan kapasitas 30 ton.

Sebuah tank tempur skala menengah yang sudah mulai dikerjakan kedua perusahaan, bahkan telah diluncurkan pada Mei 2017. Prototipenya kelak akan didemonstrasikan pada saat HUT TNI pada 2017 nanti.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWzfx2ONaRgB8ub5n0fxdzNevpp23Bo3gfY6JasUd7z1Kr58L0FouOjCWowugGfuF72OlWZhoAwNnZPUc5FmXSwM9bbXj6TWRZXaEUvI2YA62muDLL9NOYfv7hcZ-38StsKttuSPYyQgqg/s1600/2058574_20170510032351kot.jpgKaplan MT [FNSS]

Kemitraan Konkret Turki tak ingin berlama-lama dengan sebuah dokumen tanpa kerja nyata. Negara yang sempat mengalami revolusi paling bersejarah pada masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk itu benar-benar mengagungkan kemitraan yang konkret.

Tak melulu sederet yang dikembangkan di Indonesia, kerjasama joint development antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industries untuk pengembangan pesawat CN generasi terbaru menambah daftar panjang yang membuktikan betapa nyatanya kerjasama yang ingin Turki wujudkan.

Bahkan selain pengembangan pesawat untuk CN 245, dua perusahaan yang bermitra itu juga sedang memulai pengembangan pesawat nirawak alias drone kelas medium altitude long endurance untuk kepentingan patroli di wilayah perbatasan.

"Jadi dari data tadi ada beberapa kerja sama yang dilakukan dengan Turki tampak sekali bahwa kita cukup maju untuk kerja sama industri strategis dengan Turki dan kita sudah banyak melakukan kerja sama untuk development dan production," papar Menlu Retno.

Tak berhenti di situ, Turki bahkan menginginkan kerjasama dikembangkan lebih jauh hingga menjangkau ke level pemasaran.

Misalnya, saja untuk produk-produk industri strategis yang dihasilkan dari kemitraan perusahaan dari dua negara, Turki menyatakan berkomitmen untuk memasarkannya di wilayah Timur Tengah dan Eropa. Sementara Indonesia diharapkan memegang pasar untuk wilayah Asia Pasifik khususnya kawasan ASEAN.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun turut membenarkan bahwa potensi perdagangan sektor industri strategis Indonesia-Turki sangat besar dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Saya juga surprise, mereka ternyata 'advance' untuk industri strategis. Saya yakin pesawat F35 milik Amerika dan pesawat serupa yang dikembangkan oleh Turki tidak kalah teknologinya," ucap Enggartiasto.

Oleh karena itulah, peluang itu akan digarapnya dalam sebuah kerja sama di bidang alutsista untuk meningkatkan volume perdagangan dua negara.

Ingin Akselerasi Turki menjadi bukti betapa sebuah kerja sama atau kemitraan bukan sekadar sesuatu yang menjadi bahan bahasan di meja diplomasi. Melainkan diwujudkan dalam hal yang riil di lapangan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani sendiri misalnya melihat Turki sebagai peluang pengembangan pasar dan sumber investor yang besar dalam berbagai bidang.

Hanya saja ia meminta perlunya bagi Pemerintah RI untuk mulai menghapus hambatan perdagangan termasuk tarif atau bea masuk sejumlah komuditas strategis antara kedua negara.

http://www.offiziere.ch/wp-content/uploads-001/2015/10/TAI-Anka.pngUAV TAI Anka

"Sebagian besar masalah soal harmonisasi kebijakan. Untuk pelaku usaha Turki sendiri kami melihat mereka cukup puas dengan beberapa investasi di Indonesia tapi mereka ingin akselerasinya lebih cepat," kata Rosan.

Serupa disampaikan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan yang ingin meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara secara konkret.

"Pada 2016 naik menjadi 6 miliar dolar, angka baik tapi tak cukup memadai karena kita mempunyai potensi besar. Kita telah memliki target untuk memiliki volume perdagangan 10 miliar dolar AS," kata Erdogan.

Barangkali Turki memiliki banyak kesamaan dengan Presiden Joko Widodo yang selalu ingin sebuah kerja nyata.

Wajar jika kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Turki menjadi harapan yang amat besar khususnya bagi sebagian pelaku industri strategis untuk bisa mewujudkan rencana besarnya dalam mengkontribusikan kinerjanya bagi perekonomian Indonesia. (rzy)

  Okezone  

Kemenangan TNI Berdampak Besar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaTy6_kdZr3mS6KeL5PdabvAv311Tukf5J_HjYARI6jLLZNBOvp1b_K6HB0E_KNPCV9mzwnQ1s1_tJKvKgCckeJn7a1ZnMqTo37Ks28i2_6LIsAEVWIditLKG6Y0emBaPRPIcSNe_37lGw/s1600/aasam-3.jpgAksi Kontingen Indonesia pada ajang AASAM 2017

Pasukan TNI kembali menorehkan prestasi di dunia internasional. Prajurit dari TNI Angkatan Darat menjadi juara umum dalam Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017 di Australia, Mei 2017.

Kemenangan tersebut tak hanya menjadi kebanggaan buat TNI. Tapi juga buat PT Pindad. BUMN yang mengkhususkan diri dalam industri teknologi pertahanan ini secara tak langsung terlibat dalam kemenangan TNI.

Ini karena senjata yang digunakan prajurit TNI merupakan bikinan Pindad. “Makanya, saya berterima kasih ke TNI,” ujar Direktur Utama PT Abraham Mose.

Abraham, yang belum genap setahun menggantikan Silmy Karim, menilai kemenangan TNI ini melempangkan jalan buat Pindad menguasai bisnis teknologi pertahanan. Bagi Abraham, target ini bukan sesuatu yang mustahil dicapai.

Pertengahan Juni 2017, Abraham menerima kunjungan Liputan6.com di kantor PT Pindad, kawasan Kiara Condong, Kota Bandung, Jawa Barat.

 Produk Utama Pindad 
http://ikahan.com/wp-content/uploads/2012/06/02-AASAM-2012.jpg[Ikahan]

 TNI menang di AASAM 2017 dan mereka menggunakan senjata Pindad. Apa pengaruhnya?

Prajurit kita menggunakan senjata dan pistol dari Pindad. Ini yang ke-10 kalinya, Indonesia memenangkan turnamen ini. Ini secara tidak langsung menjadi strategi mengenalkan produk Pindad keluar negeri. Sebab, setelah itu, negara itu (saingan TNI di AASAM 2017, red.) datang ke Pindad.

 Berarti berdampak besar?

Dampaknya sangat besar, makanya saya berterima kasih ke TNI. Ini jadi strategi kami, spread the wing untuk menguasai pasar di bidang industri pertahanan.

 Apa sih produk terlaris dari Pindad?

Yang terlaris itu amunisi. Kemudian senjata dan pistol. Tapi kalau bicara produk paling laris, sudah pasti SS2 dan SS1.

 Kenapa bisa laris?

Kalau bicara teknologi, kurang lebih sama. Kalau bicara material, saat ini kita juga masih beli material dari luar negeri. Mungkin dari sisi desain.

 Desainnya bagaimana?

Karakteristiknya kami sesuaikan dengan karakteristik pengguna dan iklim di Indonesia. Kami selalu berdiskusi dengan pengguna, dalam hal ini TNI. Mereka yang tahu karakteristik yang mereka butuhkan untuk bertempur.

 Apakah ada produk Pindad, tapi tidak dibuat negara lain?

Banyak. Panser dan tank untuk gurun.

 Itu kan bukan spesifikasi utama Pindad?

Spesifikasi kami tidak ke arah sana, tapi bukan berarti kita tidak bisa. Saat ini, kami inovasi atas permintaan mereka.

 Cuma untuk gurun?

Ada tank boat. Itu produk Pindad yang khusus digunakan di kawasan perairan Indonesia.

 Tank boat bisa dimodifikasi juga?

Ada permintaan dari Timur tengah untuk bekerja sama mengembangkan produk tank boat. Tentunya menyesuaikan karakteristik negara di sana.

 Target Utama Pindad 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNvzR2F0quwGV3FYNrG7D1RwZ7lh-wI3ND3Xp6lzlRriWPBIoCAUK6VcT19HJkuxj77Dr4t4l3lGyT2HLEMTRGLLUfJtVn8a_pf2AOGKK3jlTfnTHpYgHib2qxzM3DmWrZcnRu2S0_21-h/s1600/C_ZQUuxXYAEpSpo+sweeneygov.jpgKaplan MT [FNSS]

 Dengan kata lain, kemenangan ini jadi cara Pindad untuk menguasai bisnis teknologi militer?

Kami berpatokan ke visi Pindad. Di 2023, kami menjadi industri yang unggul dan industri yang terbesar di Asia dalam bidang industri pertahanan.

 Memang mungkin?

Ini sangat mungkin. Kalau kita berbicara Pindad, perusahaan ini ada sejak 1808. Jadi kalau bicara penguasaan teknologi, bicara profesionalisme, bicara keahlian untuk memproduksi senjata, rasanya dengan waktu yang panjang itu kita sudah kuasai.

 Sejauh ini Pindad sudah cukup menguasai industri pertahanan?

Tidak serta merta. Kami harus punya strategi. Strateginya adalah dengan melakukan dua pendekatan. Pertama, terus berinovasi secara internal. Sisi lain strategi kita adalah melakukan ekspansi pasar, dengan melakukan strategic partnership.

 Inovasinya dengan menghasilkan produk baru?

Ini sudah menjadi KPI kami sebagai BUMN. Minimal dua produk inovatif yang harus kita luncurkan. Tahun ini kami punya rencana (produk baru) di bawah 10 produk

 Apa saja produk baru Pindad?

Di Industri pertahanan kita akan launching produk baru kita, yang disebut senjata serbu bawah air, sniper yang baru, kemudian ada pistol. Kalau pistol dan senjata mungkin ada empat atau lima buah. Jadi kurang lebih ada sembilan produk inovatif.

Kalau untuk bidang industrial, produk-produk Alsintani, yang kemarin di Aceh dalam pameran pertanian.

 Kalau bicara peminat, siapa peminat Pindad?

Kalau berminat yang membeli produk Pindad sudah banyak. Dari Timur Tengah, Eropa, kemudian dari Australia, dan lain-lain. Tentunya, kami tetap melihat, bagaimana regulasi. Kami juga harus mengutamakan keunggulan dalam negeri.

 Pasar Produk Pindad 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiCMocePPbYoJtgWzOYsPY2vrl-Ltqs5okQSFmbQAdT_TtfaoHmd171EJKRh-FAcXNlsoAaljWpl6Maa2qAN_A_wyoNQXLOwNQycIRSbxxAxFyCIAe7Bi3qJkxkSZByC5dDXJpclKtyb7V/s1600/IMG-20170705-WA0007.jpgKendaraan pertanian produksi PT Pindad [def.pk]

 Memang target market-nya ke mana saja?

Saat ini, market yang menjadi sasaran adalah Timur Tengah, sebagian dari Asia Tenggara. Itu sudah ada beberapa kontak. Mudah-mudahan tahun ini juga akan punya kontrak untuk ekspor amunisi ke beberapa negara di Asia Tenggara dan Timur tengah.

 Pasti ada saingan?

Ada. Tapi kami punya strategi. Karena industri pertahanan itu segmen tersendiri. Hanya beberapa industri pertahanan yang punya kemampuan unggul.

Sehingga kami memilih melakukan strategic partnership dengan beberapa negara dan vendor yang unggul.

 Yang jadi partner?

Mereka tahu Indonesia punya kemampuan. Karena kami juga butuh beberapa material dari mereka, butuh teknologi bahan dari mereka.

 Konkretnya seperti apa?

Misalnya konsep joint marketing dan joint production. Itu sudah berjalan. Salah satunya dalam waktu dekat kami akan kerja sama membangun munisi di Turen (Malang).

 Selain itu?

Kami akan kerja sama, mungkin senjatanya merek Pindad dan kami bisa menjual produk itu di luar.

 Negara mana saja yang mau kerja sama?

Beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

 Apa sih hambatan Pindad?

Untuk memasarkan produk pertahanan, ada satu regulasi yang kita sadari kita tidak bisa melanggar. Karena ini bicara ujung-ujungnya kedaulatan negara. Sehingga apapun kita harus izin dulu jika kita akan ada kerja sama atau penjualan produk.

 Tapi sudah ada solusi?

Dengan melakukan strategic partnership itu, kami bisa menjual produk di dalam negeri, kami juga bisa menjual ke luar negeri dan ini sudah berjalan.

  Liputan 6  

Kamis, 06 Juli 2017

Jokowi Sambut Baik Tank Buatan Bersama Indonesia-Turki

Kaplan Medium Tank, Kerjasama FNSS-Pindad [FNSS]

Kemitraan industri pertahanan antara Indonesia dengan Turki disebut meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral di Beyaz Saray Ankara, Kamis. "Bidang kerja sama lain yang mengalami peningkatan signifikan adalah di bidang industri pertahanan," kata Presiden Jokowi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTvOITXS6BapeiX80QbbMXPkr-8RY4B3P1ghcMRLtkgw1B_9vwK95IxxANMwcodf9EwgZX2Z16pfjHKl5-B5-alDt3r8c9GZg-k-XzieQGQv3-37iFbNeGImOV_rEFGSLzgOSPGV0quOk/s1600/800px-Chegada_do_submarino_NRP_Tridente_%25C3%25A0_Base_Naval_do_Alfeite+214.jpgIa menyambut baik hasil konkret kerja sama industri pertahanan antara lain berupa peluncuran tank kelas menengah Kaplan MT. Tank tempur tersebut merupakan produksi bersama antara Indonesia dan Turki yang dikembangkan oleh FNSS Turki dan PT Pindad Indonesia.

Selain itu, ada "Memorandum of Understanding" (MoU) atau nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industries untuk kerja sama di bidang kedirgantaraan. "Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerja sama di bidang pembuatan kapal selam dan truk dan ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara," tutur Presiden.

Sementara penguatan kerja sama di bidang energi kata dia, difokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia antara lain melalui penyediaan power ship atau kapal penyedia pasokan listrik.
 

  Republika  

Minggu, 28 Mei 2017

Produk Pindad Kembali Kibarkan Nama Indonesia

Di Ajang Internasional AASAM 2017Tim penembak TNI AD [Fb AASAM 2017]

Lagi-lagi produk PT Pindad kembali dipakai TNI AD dalam ajang AASAM 2017 di Australia. Hingga pelaksanaannya kini, sedikitnya sudah 28 medali emas yang ditorehkan oleh TNI AD.

Menurut Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, TNI AD menggunakan senjata buatan Pindad SS2V1 yang memiliki jangkauan efektif 500 meter dengan heavy barrel 5,56 mm dalam kompetisi tersebut. Tak hanya itu, keberhasilan TNI AD dalam ajang itu pun disokong oleh produk Pindad lainnya seperti Pistol G2 Elite yang memiliki jarak tembak efektif 25 meter dengan amunisi berkaliber 9 mm.

"Senjata SS2 ini merupakan produk varian Pindad yang diunggulkan. Kami bangga, produk buatan kami bisa menyokong TNI AD dalam memenangkan banyak medali emas dalam kompetisi bergengsi tersebut," ujarnya saat dihubungi SINDO, Sabtu (27/5/2017).

Semakin banyaknya produk Pindad diunggulkan oleh TNI AD, kata Abraham, sangat berpengaruh besar terhadap pemesanan produk Pindad tersendiri. Hal ini terbukti, sejak diluncurkannya senjata seri SS2 ini pihaknya telah mengirim sedikitnya 75.000 pucuk senjata setiap tahun pada TNI AD.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoOylUAdS7LqZQWP6ZLjwGXQB1ap1Fu-_yUwMD3qqPQ6rX9iEmGLxFgLqUEMSt5hOZ72Tvl4Zz1X6hXR2gye-YQwNaXXc0ghnBnjizuPybFllRMDseLjUGi6wiOuyGXChBbtAptfU-t98F/s1600/aasam1.jpgPasaran produk Pindad pun tak hanya berjaya di negeri sendiri. Negara tetangga seperti Philipina, Myanmar hingga beberapa negara di Timur Tengah sudah melirik dan bahkan memesan produk Pindad, khususnya amunisi. Meski diakui Abraham kapasitas pabrik Pindad belum mumpuni untuk memenuhi semua pesanan, akan tetapi pihaknya terus melakukan yang terbaik.

"Kapasitas pabrik kami sejauh ini baru 120 juta butir amunisi per tahun. Namun, saat ini kami sedang investasi mesin baru di Turen, Malang, yang mudah-mudahan bisa membuat kapasitas produksi amunisi kami naik menjadi 300 juta butir per tahunnya," jelas Abraham.

Dengan semakin diakuinya produk Pindad, hal ini berkat inovasi yang terus dilakukan. Abraham menambahkan, pihaknya menargetkan setiap tahun ada dua produk inovatif yang dihasilkan. Sejak 2016 hingga 2017, sedikitnya sudah ada tujuh produk inovatif yang dibuat Pindad. Bahkan ketujuh produk tersebut tengah diuji oleh Litbang TNI AD.

https://lancercell.files.wordpress.com/2017/05/aasam-2017-9-kostrad.jpg?w=672&h=372&crop=1Salah satu produk teranyar Pindad yang mencolok perhatian dunia yakni dengan dirilisnya Medium Tank buatan Pindad hasil kolaborasi dengan Turki. Hal ini cukup membanggakan, mengingat produk ini adalah produk pertama yang selesai, dari program nasional yang ditargetkan pemerintah pusat.

"Produk ini sudah dipamerkan di Turki. Kita buat dua prototipe, satu prototipe dipamerkan di Turki dan satu lagi akan kita launching pada 5 Oktober 2017 mendatang, bertepatan dengan HUT TNI AD. Kita patut berbangga, karena Medium Tank buatan Pindad ini merupakan medium tank pertama di dunia khususnya di kelas Medium Tank," tandasnya. (kri)

  Sindonews  

Kamis, 18 Mei 2017

Medium Tank Baru Buatan RI dan Turki

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKT1JcQawekz6U7pZJlw2EMSbYu_-hSRYLg2I83V9rstqhVRMRi-Lm03aXLc5SoprkgUyW4Fnt5FpLCUUQD6lWTdwICTv3Pv3OljXBnwcVP4c0zLZA3g-27HAcQ4D4V_VshoxIAjb35cmH/s1600/2058574_20170510032351kot.jpg✈️ Medium Tank [FNSS]

Medium tank buatan PT Pindad (Persero) dan perusahaan asal Turki FNSS hadir dalam pameran internasional IDEF International Defence Industry Fair 2017 di Turki 9-12 Mei lalu. Pindad dan FNSS membuat prototipe medium tank dengan skema project development.

Kehadiran medium tank buatan Pindad dan FNSS di IDEF 2017 merupakan kali pertamanya dikenalkan ke publik.

"Itu memang pengenalan pertamanya medium tank. Jadi semacam launching pertama medium tank kita di sana (Turki) duluan," jelas Kepala Program Pengembangan Medium Tank Pindad, Windhu Paramarta, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Kerja sama pengembangan medium tank antara Pindad dan FNSS akan menghasilkan dua prototipe kendaraan perang. Medium tank yang dipamerkan di Turki merupakan prototipe pertama medium tank kolaborasi kedua negara.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXtG9Ye-8007maRfsP46jq4caIAVy9HaXu7JMgcNgDJlYXn9C2kggJ-BhY1hmv-cvz8X5t0IxQLi2wgppyexiJJa6zL1jIf7cZznkjiSOqyfDu_nEcgmt7B-152b-6q3qLqdJKS5dYozzZ/s1600/361786.jpgMedium tank [FNSS]

"Pertama kita bikin bareng sama FNSS untuk verifikasi dan uji coba internal," ujar Windhu.

Untuk prototipe kedua, lanjut Windhu, tengah dibuat di Bandung dan tengah memasuki tahap pembuatan badan tank. Prototipe medium tank pertama akan disimpan di Turki menjadi milik FNSS, dan prototipe medium tank kedua akan menjadi milik Pindad.

"Jadi yang pertama Pindad bikin sama FNSS, yang kedua kita bikin sendiri," tutur Windhu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjK2h0IdetcFw-owxa0bKA819hxHJ_1rQSMcgpsstrOu2hSGEWxMcQqe8uRaD_k_VNfNoGwvGQWNOPkt1YHPw_FWmKX5Sh9tqzgplp4iz7ZeWe0DeHa6hN-1RVoS9lQjz504rJehKy91EKZ/s1600/C_ZQUuxXYAEpSpo+sweeneygov.jpgMMWT [sweeneygov]

Pembuatan medium tank kolaborasi antara Pindad dan FNSS terbilang sangat cepat. Pasalnya, hanya dibutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun untuk melihat bentuk utuh dari medium tank tersebut.

"Turki pembuatan di 2015 mulai inisiasi mereka 2015 inisiasi itu November, Desember planning. Perancangan Februari 2016 itu mulai rancangan, kalau mulai pembuatan akhir 2016 selesai April. Ini satu tahun setengah sudah jadi," kata Windhu. (wdl/wdl)

  ✈️ detik  

Selasa, 09 Mei 2017

Prototipe Medium Tank FNSS - Pindad

@ IDEF 2017Medium tank FNSS - Pindad [donanimhaber] ★

S
etelah ditunggu tunggu sejak Indo Defence November 2016 di Jakarta, prototype tank Medium FNSS-Pindad akhirnya muncul juga di pemeran IDEF 2017, Istanbul Turki. Bahkan pada tank medium ini telah terpasang gambar bendera Turki – Indonesia.

Tank Medium KAPLAN membawa sebuah nafas baru ke medan perang dengan kemampuan tembakan langsung yang akurat, berbagai pilihan amunisi mulai dari dukungan tembakan (close fire support) hingga amunisi anti-tank. Tank ini juga memiliki mobilitas taktis dan strategi yang superior.

Tank Medium KAPLAN didukung oleh power pack di bagian belakang kendaraan, yang memberikan rasio power-to-weight sekitar 20 HP / ton. Mesin memindahkan tenaga ini ke sistem penggerak, yang memiliki sistem suspensi anti-shock enam roda dengan tuas ganda yang dipasang pada torsi. Daya tembak tank disediakan oleh CMI Cockerill 3105 turret, terintegrasi dengan senapan tekanan tinggi 105mm Cockerill dan autoloader tingkat lanjut. Berkat turret ini, tank medium KAPLAN memiliki kekuatan senjata yang tinggi meski bobotnya relatif rendah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdO87J4IFgGfS4diW1W5O_rPDLO1bGQVu3xU7nAtR06lRPEimwaA2UNtIDjBKCLjL2g6VwOLstD_6dvTiN-OSbY30XTIaTygYTTEnCl2CCz2Lh1r4HhiFunSnxqwIsFXZP2s4-3v_BBKaJ/s1600/440824_20170509055812.jpgPrototype tank medium KAPLAN, FNSS-Pindad [Or12000]

FNSS menyebut tank ini KAPLAN Medium Tank yang dipamerkan kepada pengunjung di IDEF 2017 dengan prototipe siap uji.

Bagian dalam kendaraan direkayasa dengan hati-hati dengan mempertimbangkan ergonomi awak kapal dan kondisi taktis dan medan perang yang berbeda, termasuk pengemudi, penembak dan amunisi bongkar muat. Tipe khusus kursi pengemudi memungkinkan operator memiliki bidang pandang yang memadai, dan untuk mengakses semua peralatan kabin. Tank Medium KAPLAN juga dilengkapi dengan sistem manajemen medan perang dan sistem peringatan laser yang memberikan kesadaran taktis kepada komandan kendaraan.

Tank Medium KAPLAN adalah kendaraan yang sangat spesial. Pada tahap selanjutnya, saat kami akan menunjukkan kinerja kendaraan di lapangan, keefektifan desain ini akan ditunjukkan dengan lebih jelas”, ujar K. Nail Kurt, General Manager dan CEO FNSS.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6fEiVbw8Tsc_mnYXu4mZkJuB6fbROEELB89n4RMg3l7YxJrWOvNXg6Hp1Q5RSBg3MZ_ZqoCnADVnba0AS5bqthOSaZKdvjifDG-tZOFLAvro6-kGW0rqFzHQ2DD4cGrUwGnaGnfxbkQ3B/s1600/MMWT+interior2.jpgInterior Prototype tank medium KAPLAN, FNSS-Pindad [Dhanny Sumardhani]

K. Nail Kurt, melanjutkan :” Kami sangat senang bisa mengembangkan kendaraan ini bersama dengan mitra kami di Indonesia. FNSS telah berhasil menerapkan model kerjasama yang berbeda selama bertahun-tahun. Di Malaysia, kami sedang melakukan proyek AV8 dengan mitra bisnis kami DEFTECH. Di Arab Saudi, kami mengoperasikan pabrik milik negara melalui perusahaan patungan kami, FNSS ME. Di Indonesia, kita menerapkan model yang berbeda dimana kita bersama-sama mengembangkan produk. Dengan teknologinya dan pengalamannya, FNSS siap untuk bekerja sama dengan negara-negara yang bersahabat dan bersekutu dengan model kerjasama yang berbeda”.

Belum diketahui jelas apakah tank medium Pindad akan sama persis dengan tampilan medium tank Kaplan yang dimunculkan FNSS di IDEF Turki, atau Pindad akan mengeluarkan prototype dengan varian yang berbeda. [Monch]

  Jakarta Greater  

[Video] MMWT

Modern Medium Weight Tank


Video dari Youtube persembahan FNSS Savunma Sistemleri

Dalam pameran IDEF 2017, MMWT kerjasama FNSS bersama Pindad dinamakan Kaplan MT [karar]
  Garuda Militer  

[Foto] Sekilas MMWT

Kendaraan Tempur kerjasama FNSS - Pindad Dari forum defence.pk beredar alutsista terbaru pada pameran IDEF 2017. Turki seakan menunjukan ke dunia, perkembangan alutsista yang cukup pesat. Dari beberapa foto nampak karya anak bangsa Turki dari UAV serang (Anka), MBT Altay dengan tambahan proteksi baru, Helikopter Atak, beberapa model kendaraan tempur, rudal, radar dan alutsista lainnya.

Yang menarik buat pemerhati militer Indonesia, adanya kendaraan tempur medium tank kerja sama FNSS bersama PT Pindad. Dari gambar nampak sekilas bentuk MMWT yang nantinya akan diproduksi masal di Indonesia. KASAD mengatakan bahwa medium tank buatan PT Pindad akan menggantikan light tank usang TNI AD (kemungkinan besar AMX 13).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfh_wNdFQZ7gwQHbhudf1gAALXlCcxpX_BXYpY0UUfekXLx2FbbKHgDagRg0817SeiINK6Q75LONyNMr9VWJ32RI_W6OR5Q50pIhDhB8S6LDVNCHKeYfFjSZqHrkKvl967yj8PdKnJmzlw/s1600/C_TZhB6W0AAiKdQCredit+to+Grant+Turnbull.jpgDari foto nampak MMWT (Modern Medium Weight Tank) menggunakan kubah senjata XC 8 105HP besutan CMI, yang mana merupakan pengembangan kubah XC XP 105 dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014. Kubah senjata modular ini dapat diganti dengan kaliber 120 mm.

Selain itu nampak proteksi MMWT yang mampu menahan peluru kecil maupun sedang.

[ozi2000/def,pk]

  Garuda Militer