Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juli 2017

Menunggu Kiriman Helikopter Apache

Untuk Indonesiahttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdmH8txcBtSyeY7Cy6G1ite0Pmj_mLRE5955ys7NZagz2FoMjTHxk0PXfE-pmYXC5m1aJ6OgpNXJWcdlpub99KYqAE61TJzEKXGWixIhHd7nPOa5_C-EV-ftKPLmqCxspJB8NDaghyAYur/s1600/18513271_Indonesian+Army+Aviation+new+AH-64E+Guardian+Attack+Helicopter.+Credit+to+Wayan+Agus.jpgUjicoba helikopter Apache TNI AD [Wayan Agus] ★

U
ntuk beberapa tahun kedepan bangsa Indonesia akan memiliki sejumlah alutsista yang canggih.

Hal ini terungkap ketika beberapa waktu yang lalu melalui pimpinan TNI AD memberikan info kepada publik tentang rencana pembelian Helikopter Apache.

Indonesia hingga saat ini masih menunggu kepastian pengiriman helikopter Apache buatan Amerika Serikat.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono belum dapat memastikan helikopter Apache buatan Amerika Serikat yang dibeli TNI AD tiba di Indonesia tahun ini, tetapi dirinya berharap helikopter itu dapat ditampilkan saat HUT TNI pada 5 Oktober 2017.

Semoga saja pada moment tertentu seperti pada 5 Oktober secara fisik minimal bisa didatangkan dulu agar rakyat Indonesia yakin dan tahu itu menjadi program dari Angkatan Darat yang nantinya harus dibeli. Ungkapan KSAD tersebut terlontar ketika acara di sela-sela Pembukaan Rapat Pimpinan TNI AD 2017 di Mabes AD, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017) beberapa waktu yang lalu.

Perlu kita ketahui bersama bahwa hingga kini, proses pengadaan helikopter itu masih terus dilakukan. Komunikasi dengan pabrikan dilakukan intensif agar helikopter tersebut segera tiba di Tanah Air.

Sebagaimana lazimnya kata Kasad bahwa "Kita harus tahu, pengadaan itu sekarang kontrak tidak bisa langsung datang. Melalui proses panjang”. TNI AD telah memesan delapan unit helikopter Apache.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kontrak pengadaannya mencapai 295,8 juta dolar AS. Pada dasarnya, program pembangunan kapabilitas alutsista di Indonesia itu dirancang dalam tiga tahap: tahap 1 MEF pada 2010-2014; tahap 2 essential forces pada 2015-2019; dan tahap 3 optimum forces pada 2020-2025.

Saat ini tahap pertama telah selesai dilakukan dengan realisasi Rp122,2 triliun, atau mencapai target sebesar 74,98%. Untuk tahap kedua dan ketiga, direncanakan akan dialokasikan sekitar Rp157,5 triliun.

Namun, terkait dengan beberapa penyesuaian dengan kondisi saat ini, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah menyatakan bahwa pada RPJMN telah disusun baseline sekitar Rp 293,5 triliun untuk anggaran tahap kedua.

Modernisasi persenjataan bisa bermakna dua: pengadaan senjata baru, atau bisa juga upgrade senjata yang sudah ada. Secara umum, pilihan kedua (upgrade) lebih ekonomis, mengingat anggaran negara kita untuk pengadaan senjata baru memang terbatas.

Target modernisasi sebenarnya tidak terlalu tinggi, minimalis bahkan, yang penting TNI mampu dalam status siaga, bila diandalkan suatu ketika ada serangan dari luar.

Aspek kepercayaan sudah cukup jelas, karena ini menyangkut bisnis, jelasnya perdagangan alutsista. Kalau performanya mengecewakan, tentu operator tidak lagi percaya dan tidak datang lagi. Aspek kepercayaan bisa dikonfirmasi kembali.

Dengan adanya tambahan Helikopter Apache yang akan menjadi milik TNI AD bukan saja penambahan alutsista. Tapi yang paling penting bagaimana iya efektif dalam penggunaannya ketika negara membutuhkan dalam menangkis setiap rongrongan yang datang dari luar maupun dari dalam.

  Tribunnews  

Minggu, 18 Juni 2017

Tim Garuda TNI AD Diganjar Rekor MURI

10 Kali Beruntun Juara Umum AASAM https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg7BWOBGlA5Jbm_iYUjIzPq3J5Qo8Coip-KSCl26xUSGOlaGs5679Ma6rrx_efi8LKYhC7W3blgkUT7J49wzqHmRFKL8kqCZMsDDtckXINB_sWspqwGOsWExVzANIugKW4EMemOJvSwxY/s1600/KOMODO+-+GM.gifKontingen TNI AD raih juara umum AASAM 2017 di Australia. (TNI AD)

Balairung Jaya Suprana School of Performing Arts, Mall of Indonesia Kelapa Gading, Jakarta Utara dipenuhi TNI AD berseragam lengkap, Sabtu petang (18/6).

Mereka menghadiri penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk prestasi tingkat Internasional.

Tak heran, jika beberapa diantara mereka mengenakan beberapa medali di dada kiri dan kanan seragamnya.

Medali berpita hijau kuning itu, terukir tulisan AASAM alias Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Sebuah kompetisi menembak negara Asia-Pasifik.

Indonesia, termasuk satu dari 20 negara yang berkompetisi selama 22 hari yang digelar di Kompleks Militer Puckapunyal, Victoria, Australia, 5-26 Mei lalu.

Hasilnya, Tim Garuda yang dipimpin Letnan Kolonel Joseph T. Sibabutar itu, menyabet 28 mendali emas, 6 perak, dan 5 perunggu dari total 68 mendali emas yang diperlombakan di AASAM 2017.

Persembahan medali dari 10 penembak TNI AD itu menempatkan Indonesia sebagai Juara Umum, 10 kali berturut-turut.

Bukan tugas ringan mempertahankan prestasi juara umum sebanyak 10 kali berturut-turut. Apalagi, kita dihadapkan pada situasi dan dinamika lomba,” ungkap Panglima Divisi (Pangdiv) 1 Kostrad Mayor Jenderal TNI Ainurrahman.

Juara bertahan itu, dipersembahkan Kontingen TNI AD sejak sejak tahun 2008 silam. TNI AD sendiri sudah ikut serta dalam AASAM sejak tahun 2005.

Kemenangan tersebut tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Tapi sekaligus mempromosikan produsen alutsista lokal ke mata Internasional. Mengingat, kontingen TNI AD yang tampil dalam ajang tersebut memakai senjata produksi PT Pindad.

Dalam kompetisi tersebut, Indonesia mengalahkan kontingen tuan rumah Australia yang menempati posisi dua dengan 14 emas. Serta kontingen Jepang diurutan tiga yang hanya mengumpulkan 10 emas.

Beberapa kategori diperlombakan di kompetisi tersebut. Mulai dari kategori beregu, hingga perorangan.

Untuk kategori perorangan, penghargaan diberikan kepada Letda Inf Safrin Sihombing (Kopassus), Serda Misran (Kostrad), Serda Suwandi (Kostrad), dan Serda Wolly Hamsan (Kostrad).

Amerika saja sampai menurunkan dua tim. US Army dan US Marine. Tapi masih di bawah Australia dan Jepang. Kita (Indonesia), selain juara umum, juga mendapat penghargaan sebagai Kontingen Terbaik Internasional. Serta The Best of The Best Individual Shooter Internasional oleh Serda Wolly,” paparnya.

Prestasi tersebut pun mendapat apresiasi dari MURI dengan menyerahkan plakat peraih rekor. Ketua Umum sekaligus pendiri MURI Jaya Suprana, menyerahkan simbolis plakat MURI kepada Ainurrahman.

Ini merupakan anugerah bagi TNI AD yang bisa juara umum 10 kali berturut-turut. Ini rekor dunia,” kata Jaya saat menyerahkan plakat MURI.

Selain TNI AD, MURI juga memberikan piagam penghargaan untuk tiga kategori lainnya. Yaitu, piagam MURI kategori Jenderal Besar TNI paling produktif menulis buku untuk Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution.

Lalu, piagam penghargaan untuk Penggagas istilah “Tanah Air Udara” oleh Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, serta Uji Rakoris MURI Pemrakarsa Pembuatan Kolintang Mini oleh Sanggar Bapontar.

Ikut hadir dalam prosesi penyerahan piagam sekaligus buka bersama itu, Waasops Kasad Bigadir Jenderal TNI Untung Budiharto, Kasbrig Para Raider 17 Letkol Inf. Josep Tanada Sidabutar, Asops Divisi 1 Kostrad Kolonel Inf. Eron Firmansyah, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, mantan Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Penanggulangan Kemiskinan, HS Dillon, hingga ekonom senior Rizal Ramli.


  RMOL  

Minggu, 28 Mei 2017

Tim Penembak TNI AD Mendarat di Cengkareng

 Juara Umum di Australia 
https://images.detik.com/community/media/visual/2016/05/23/27274c1a-3c0b-43b6-8791-bd125c8cff18.jpg?w=1280[Dok. Kostrad]

P
enembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2016. Kontingen TNI AD yang dipimpin Mayor Inf Syafruddin itu kini telah tiba di Indonesia.

Rombongan yang terdiri dari 19 orang itu tiba di Terminal 1B VIP Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (23/5/2016). Perlombaan tersebut berlangsung selama 16 hari dari tanggal 3 Mei 2016 hingga 19 Mei 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

TNI AD keluar sebagai Juara Umum AASAM tahun 2016 setelah meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan yang diperebutkan. Sebagai runner up adalah kontingen dari Angkatan Darat Tiongkok dengan perolehan 9 emas disusul peringkat ketiga yaitu kontingen dari Angkatan Darat Jepang yang memperoleh 4 medali emas.

Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Sudirman menyambut kedatangan kontingen tersebut. Dia atas nama dan TNI AD dan KSAD Jenderal Mulyono menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas prestasi yang diraih.

"Anda telah meraih prestasi yang membanggakan karena dari 50 medali emas yang dipertandingkan, anda mendapatkan 23 medali emas dengan mengalahkan negara-negara kuat. Yang lebih membanggakan lagi petembak TNI AD berhasil berjaya dengan menggunakan pistol dan senapan buatan PT Pindad, salah satu industri strategis dalam negeri kebanggaan anak bangsa Indonesia," kata Sudirman.

Hadir pula di lokasi penyambutan istri dari para petembak TNI AD tersebut. Selain itu perwakilan dari PT Pindad juga tampak di lokasi.

Pada ajang menembak Angkatan Darat tingkat dunia yang diikuti oleh 20 negara, TNI AD berhasil mengalahkan beberapa negara yang dikenal memiliki kekuatan Angkatan Darat yang cukup kuat seperti Amerika Serikat, Prancis, United Kingdom dan tuan rumah, Australia.

Kontingen TNI AD yang dipimpin oleh Mayor Inf Syafruddin (Akmil 2000) yang sehari-hari menjabat Kasiops Sops Divisi 1 Kostrad berhasil meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan yang diperebutkan. Sebagai runner up adalah kontingen dari Angkatan Darat Tiongkok dengan perolehan 9 emas disusul peringkat ketiga yaitu kontingen dari Angkatan Darat Jepang yang memperoleh 4 medali emas. (dhn/nrl)

  ★ detik  

Produk Pindad Kembali Kibarkan Nama Indonesia

Di Ajang Internasional AASAM 2017Tim penembak TNI AD [Fb AASAM 2017]

Lagi-lagi produk PT Pindad kembali dipakai TNI AD dalam ajang AASAM 2017 di Australia. Hingga pelaksanaannya kini, sedikitnya sudah 28 medali emas yang ditorehkan oleh TNI AD.

Menurut Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, TNI AD menggunakan senjata buatan Pindad SS2V1 yang memiliki jangkauan efektif 500 meter dengan heavy barrel 5,56 mm dalam kompetisi tersebut. Tak hanya itu, keberhasilan TNI AD dalam ajang itu pun disokong oleh produk Pindad lainnya seperti Pistol G2 Elite yang memiliki jarak tembak efektif 25 meter dengan amunisi berkaliber 9 mm.

"Senjata SS2 ini merupakan produk varian Pindad yang diunggulkan. Kami bangga, produk buatan kami bisa menyokong TNI AD dalam memenangkan banyak medali emas dalam kompetisi bergengsi tersebut," ujarnya saat dihubungi SINDO, Sabtu (27/5/2017).

Semakin banyaknya produk Pindad diunggulkan oleh TNI AD, kata Abraham, sangat berpengaruh besar terhadap pemesanan produk Pindad tersendiri. Hal ini terbukti, sejak diluncurkannya senjata seri SS2 ini pihaknya telah mengirim sedikitnya 75.000 pucuk senjata setiap tahun pada TNI AD.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoOylUAdS7LqZQWP6ZLjwGXQB1ap1Fu-_yUwMD3qqPQ6rX9iEmGLxFgLqUEMSt5hOZ72Tvl4Zz1X6hXR2gye-YQwNaXXc0ghnBnjizuPybFllRMDseLjUGi6wiOuyGXChBbtAptfU-t98F/s1600/aasam1.jpgPasaran produk Pindad pun tak hanya berjaya di negeri sendiri. Negara tetangga seperti Philipina, Myanmar hingga beberapa negara di Timur Tengah sudah melirik dan bahkan memesan produk Pindad, khususnya amunisi. Meski diakui Abraham kapasitas pabrik Pindad belum mumpuni untuk memenuhi semua pesanan, akan tetapi pihaknya terus melakukan yang terbaik.

"Kapasitas pabrik kami sejauh ini baru 120 juta butir amunisi per tahun. Namun, saat ini kami sedang investasi mesin baru di Turen, Malang, yang mudah-mudahan bisa membuat kapasitas produksi amunisi kami naik menjadi 300 juta butir per tahunnya," jelas Abraham.

Dengan semakin diakuinya produk Pindad, hal ini berkat inovasi yang terus dilakukan. Abraham menambahkan, pihaknya menargetkan setiap tahun ada dua produk inovatif yang dihasilkan. Sejak 2016 hingga 2017, sedikitnya sudah ada tujuh produk inovatif yang dibuat Pindad. Bahkan ketujuh produk tersebut tengah diuji oleh Litbang TNI AD.

https://lancercell.files.wordpress.com/2017/05/aasam-2017-9-kostrad.jpg?w=672&h=372&crop=1Salah satu produk teranyar Pindad yang mencolok perhatian dunia yakni dengan dirilisnya Medium Tank buatan Pindad hasil kolaborasi dengan Turki. Hal ini cukup membanggakan, mengingat produk ini adalah produk pertama yang selesai, dari program nasional yang ditargetkan pemerintah pusat.

"Produk ini sudah dipamerkan di Turki. Kita buat dua prototipe, satu prototipe dipamerkan di Turki dan satu lagi akan kita launching pada 5 Oktober 2017 mendatang, bertepatan dengan HUT TNI AD. Kita patut berbangga, karena Medium Tank buatan Pindad ini merupakan medium tank pertama di dunia khususnya di kelas Medium Tank," tandasnya. (kri)

  Sindonews  

Jumat, 26 Mei 2017

TNI AD Juara Umum Lomba Tembak AASAM Tahun 2017

Raih 28 EmasTentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), kembali menorehkan prestasi gemilang di pentas internasional dengan menjadi Juara Umum dalam lomba tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 20 negara.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army) yang bertajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) berlangsung pada tanggal 5 s.d. 26 Mei 2017, di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

TNI AD keluar sebagai juara umum AASAM tahun 2017 setelah meraih 28 medali emas, 6 perak dan 5 perunggu di berbagai materi lomba tembak yang diperebutkan.

Negara-negara yang ikut berpartisipasi pada lomba tembak internasional tahunan ini antara Indonesia, Australia, Jepang, Uni Emirat Arab, Anzac, Philipina, US Army, Inggris, Canada, Malaysia, Thailand, US Marines, Korea, Singapura, New Zealand, Kamboja, Timor Leste, Tonga, PNG dan Perancis.

Kontingen TNI AD berjumlah 14 orang, 4 official dan 10 petembak pada AASAM 2017 ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Inf Josep T. Sidabutar yang sehari-hari menjabat Kepala Staf Brigif Para Raider 17 Kostrad.

Selama berpartisipasi pada Lomba Tembak AASAM, TNI AD senantiasa menjadi juara umum sejak pertandingan di Puckapunyal 2008, dengan menggunakan senjata jenis SS-2 V4 buatan PT Pindad yang merupakan senjata organik pasukan Kostrad,” ujar Letnan Kolonel Inf Josep T. Sidabutar.

Rencana kedatangan tim kontingen TNI AD dari Australia ke tanah air dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 28 Mei 2017 dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

 Perolehan medali akhir tanggal 26 Mei 2017

1. Indonesia : 28 Emas, 6 Perak, 5 Perunggu.
2. Australia : 14 Emas, 16 Perak, 16 Perunggu.
3. Jepang : 10 Emas, 7 Perak, 7 Perunggu.
4. Uni Emirat Arab : 2 Emas.
5. Anzac : 3 Emas, 3 Perak.
6. Philipina : 4 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu.
7. US Army : 1 Emas, 1 Perunggu.
8. UK (INGGRIS) : 1 Perak, 2 Perunggu.
9. Canada : 2 Emas, 5 Perak, 4 Perunggu.
10. Korea : 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu.
11. Malaysia : 1 Perak, 3 Perunggu.
12. Thailand : 1 Emas, 4 Perak, 2 Perunggu.
13. US Marines : 2 Perunggu.
14. Singapura : 2 Perak.
15. New Zealand : 1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu.
16. Kamboja : Nihil.
17. Timor Leste : Nihil.
18. Tonga : Nihil.
19. PNG : Nihil.
20. Perancis : Nihil.

   Kostrad  

Senin, 22 Mei 2017

[Video] Pembuatan KMC Komando

Produksi anak bangsa KMC Komando PT Tesco Indomaritim

Tahukah anda bila PT Tesco Indomaritim telah membuat sekitar 40 unit KMC komando dan 2 unit lainnya dalam penyelesaian yang akan rampung tahun 2017 ini.

PT Tesco Indomaritim telah membangun KMC Komando puluhan unit pesanan TNI AD maupun TNI AL.

Panjang keseluruhan KMC Komando adalah 17,60 meter dengan lebar 4,20 meter dan tinggi 2,15 meter. Kapal ini memiliki kecepatan 45 knots dengan tenaga pendorong water jet dan dilengkapi oleh tanki air tawar dengan volume 500 liter. Awak KMC Komando berjumlah 3 orang dan mampu membawa sekitar 31 prajurit di dalamnya.

Kapal KMC Komando TNI AD NewSelain itu, kapal ini juga dilengkapi oleh kompas, GPS, Radio SSB, Radio HT, Ring Bouy, dan 2 Life Raft. Kapal buatan dalam negeri ini digunakan untuk operasi rawa dan pantai.

Untuk persenjataan, KMC Komando dilengkapi dengan sistem senjata mesin berat (SMB) dengan jenis peluru 17,5 milimeter yang mampu menembak hingga 6 kilometer.

KMC Komando juga memiliki sistem tracking and locking target. Sistem tersebut mengatur penggunaan senjata secara otomatis yang dikendalikan oleh seorang penembak dari dalam ruang kemudi.

 Berikut video pembuatan KMC komando dari Youtube diposkan Muhamad Irfai : 


  Indonesia Teknologi  

Minggu, 21 Mei 2017

TNI AD Pimpin Klasemen Sementara Lomba Tembak Militer AASAM 2017

Australian Army Skill at Arms Meetinghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxswWOyDLy7qXmyln_Eu1qlg9Y7ckNFz05FXAPSFl6IzQVPYpyYtip0drxquE05nw3cBZ5aG2GhuSZKgUjc06GVKG4O4rWA84rJifLt4QocSHDrYQeA4h5ONgh_EtP5PaWTncF1V6sryR1/s1600/18489741_1307664166008015_6011042038702694347_o.jpgTim sniper TNI AD pada ajang AASAM 2017 [AASAN 2017]

Prajurit Kostrad TNI AD kembali mendominasi perolehan medali kejuaraan internasional dalam kompetisi Australia Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2017 yang berlangsung di Puckapunyal Military Area, Victoria, Melbourne, Australia.

Hingga 20 Mei 2017 pukul 19.00 WIB, Indonesia masih bertengger di posisi puncak dalam klasemen sementara dengan perolehan medali 13 Emas, 2 Perak, dan 4 Perunggu. Adapun tuan rumah Australia, menduduki peringkat kedua dengan perolehan 5 Emas, 11 Perak dan 8 Perunggu.

The Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2017 telah digelar sejak 5 Mei 2017 dan berakhir pada 26 Mei 2017, di Area Militer Puckapunyal, Victoria, Australia. Kompetisi ini diikuti militer berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dilansir dari situs resmi penyelenggara AASAM 2017, www.army.gov.au, tujuan diselenggarakannya AASAM adalah untuk meningkatkan kemampuan operasional prajurit Angkatan Darat melalui keterampilan peperangan yang ketat, penuh rintangan dan combat yang difokuskan pada kemampuan prajurit.

AASAM adalah keterampilan bertarung tempur pada kompetisi senjata yang mencakup sistem senjata ringan yang dipakai saat ini, yang bersaing pada tingkat individu dan unit. Adapun pelatihan ini difokuskan pada penerapan senjata yang akurat yang mendasari keberhasilan operasional dan misi.

AASAM menguji secara cermat kemampuan dan keahlian petembak yang bersaing secara individual dan berkelompok, untuk memberikan patokan (benchmark) untuk memvalidasi standar petembak, peralatan, sistem pelatihan untuk individu dan tim, yang bersaing secara internasional.

Sebelumnya, pada AASAM 2016 tahun lalu Prajurit Kostrad TNI AD juga berhasil mendominasi perolehan medali yang juga berlangsung di Puckapunyal Military Area, Victoria, Melbourne, Australia yang diselenggarakan pada 3-30 Mei 2016. Pada saat itu, kontingen TNI AD yang bertanding di Melbourne tersebut berjumlah 19 orang dengan komandan kontingen Mayor Inf. Safrudin yang menjabat sebagai Kasi Operasi Staf Operasi Divisi Infanteri 1 Kostrad.

 Berikut klasemen sementara perolehan medali dalam ajang AASAM 2017 


1. Indonesia : 13 Emas, 2 Perak, 4 Perunggu.
2. Australia : 5 Emas, 11 Perak, 8 Perunggu.
3. Jepang : 4 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu.
4. Uni Emirat Arab : 2 Emas.
5. Anzac : 1 Emas, 1 Perak.
6. Philipina : 1 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu.
7. US Army : 1 Emas.
8. UK (INGGRIS) : 1 Perak, 1 Perunggu.
9. Canada : 1 Perak, 3 Perunggu.
10. Malaysia : 1 Perak, 1 Perunggu.
11. Thailand : 1 Perak, 1 Perunggu.
12. US Marines : 2 Perunggu.
13. Korea : 1 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu.
14. Singapura : 1 Perak.
15. Kamboja : nihil.
16. Timor Leste : nihil.
17. Tonga : nihil.
18. PNG : nihil.
19. Perancis : nihil.
20. New Zealand : nihil.

   Tempo  

Minggu, 30 April 2017

MMWT Pindad Akan Menggantikan Tank Lama TNI AD

[FNSS/Bordobel]

PT Pindad terus menggenjot produk andalannya untuk memperluas ekspansi bisnis pertahanan. Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengungkapkan, target capaian Pindad tahun 2017 ini mencapai Rp. 3,9 triliun. Dengan target yang cukup besar tersebut, pihaknya semakin mengukur kualitas kemampuan produksi terutama untuk produk andalan yang diminati konsumen.

Kami akan terus meningkatkan produksi produk andalan kami seperti senjata SS2, kendaraan tempur, pistol combat, bahan peledak, hingga peralatan industrian,” ungkap Abraham di sela-sela perayaan HUT Pindad ke-34 mengusung tema ‘Membangun Pindad Incorporated Unggul’.

Lebih lanjut dia menerangkan pihaknya menyiapkan langkah khusus, sesuai arahan Presiden Jokowi, agar tidak hanya melihat pasar dalam negeri saja, namun juga melakukan ekspansi ke luar negeri. Terlebih, kata Abraham, permintaan asing terhadap senjata dan kendaraan buatan Pindad terus meningkat.

Menurutnya, selama ini produk Pindad dipakai oleh TNI sebanyak 70%, sedangkan sisanya merupakan produk industrial yang dipesan oleh asing. Dia mencontohkan misalkan saja memperluas ekspansi bisnisnya dalam produk industrial seperti pembuatan alat berat excavator. Hal itu sejalan dengan rencana pembangunan bisnis non alutsista pada 2017-2021 yang menitik beratkan pada ekspoitasi bisnis non alutsista, inovasi dengan teknologi mutakhir serta menjadi pemain global.

Dia pun menambahkan terus memantau besaran persentase dari pertumbuhan produk industrial dan hankam serta tantangan apa yang akan dihadapi oleh Pindad ke depan, khususnya dalam produk industrial. Abraham menyebutkan, jika pertumbuhannya spred the wing, hal ini tumbuh menjadi 40%. Namun bukan berarti bisnis pertahanan menjadi turun justru, tapi sebaliknya industri pertahanan juga harus naik. “Bicara (produk) industrial harus tumbuh sebesar 40-50%,” tegas Abraham.

Lebih jauh Dia menambahkan, berbicara mengenai excavator, maka hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi perusahaan. Pasalnya, jangan sampai perusahaan hanya bisa membuat namun tidak bisa menjual. “Kita lakukan terobosan di industrial agar bisa menjual produk ini, apalagi di tahun ini kontrak baru sudah ada lagi sehingga mudah- mudahan bisa lebih besar lagi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menuturkan, pihaknya terus meningkatkan presentase pemakaian produk Pindad. Diakuinya, produk Pindad semakin diberdayakan, lantaran sudah teruji. Hal ini salah satunya dilihat dari seringnya anggota TNI yang memenangkan kejuaraan internasional dengan memakai senjata buatan Pindad ini.

Yang paling kami andalkan rata-rata adalah senjata ringan. Semuanya kami pakai produk Pindad. Tak hanya itu kami juga memakai tank, panser, serta ke depannya kami pun akan mengganti seluruh tank kami dengan tank medium buatan Pindad,” kata Mulyono.

Diakuinya, masih ada produk Pindad yang memang belum bisa dipakai langsung oleh TNI AD. Akan tetapi pihaknya terus berkordinasi, agar mampu mengurangi ketergantungan produk dari luar negeri.

   sindonews