Tampilkan postingan dengan label Indonesia Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Keel Laying Pembangunan 3 Kapal Angkut Tank

Multiyearshttp://poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2017/07/aslog.jpgAslog Kasal Laksmana Muda Mulyadi didampingi Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Kelik Haryadi saat peletakan lunas kapal pembangunan tiga unit kapal angkut tank.

Asisten Logistik (Aslog) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Muda TNI Mulyadi, S.Pi., M.A.P. menghadiri prosesi Peletakan Lunas Kapal (Keel Laying) pembangunan tiga unit kapal TNI AL jenis angkut tank di galangan kapal PT. DRU Bandar Lampung, Senin (10/7/2017) kemarin.

Keel Laying ditandai dengan penekanan Sirine dan Pengelasan Lunas Kapal oleh Aslog Kasal yang dilanjutkan dengan penanda tanganan berita acara oleh Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Disadal) dan PT. DRU.

Dalam sambutannya Aslog Kasal Laksda Mulyadi, menyampaikan bahwa pembangunan tiga unit kapal perang TNI AL jenis Angkut Tank (AT) 5-6-7 merupakan realisasi dari rencana dan strategi pembangunan kekukatan TNI AL sekaligus komitmen TNI AL dalam mengimplementasikan UU nomer 16 tahun 2012, yaitu pemberdayaan industri dalam negeri.

Ditambahkannya bahwa pembangunan kapal dengan kualitas yang sudah disertakan dalam spektek dikendalikan dan diawasi oleh satgas, juga bermitra dengan pengawas yang independen dari Lloyd’s Register, Keel Laying adalah sangat penting dalam pembangunan sebuah kapal perang, pembangunan yang tepat waktu tepat mutu dibutuhkan kerja keras dan kerja serius.”

Aslog Kasal juga menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih kepada semua karyawan yang telah ikut andil besar dalam pembangunan kapal tersebut. “Apapun yang dikerjakan mereka ikut andil besar untuk mempertahan NKRI, mengapa ? kalau kapal ini sudah jadi dan beroperasi di wilayah NKRI,di situ kelihatan dampak penangkalannya, artinya sekecil apapun mereka punya peran”.

Sampaikan rasa bangga ini kepada seluruh karyawan pada saat kumpul-kumpul, sampaikan pengertian bahwa mereka sedang membuat alat yang nantinya menjaga NKRI, jadikan kebanggannya sebagai pemicu dalam membangun kapal perang yang hebat,” tambah Laksda Mulyadi.

Selesai acara peletakan lunas kapal dilanjutkan dengan foto bersama dan peninjauan langsung proses pembangunan kapal AT-5, AT-6 dan AT-7 dalam area galangan.

Dalam acara tersebut Aslog Kasal beserta rombongan yang terdiri dari Waaspotmar Laksma TNI Sigit Setiyanta, Kadislaikmatal Laksma TNI Sudarmoko, S.E., M.M.,Kadislitbangal Laksma TNI Ir. Arief Maksum dan Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, S.T.diwakilkan Sekdisadal,dalam kegiatannya hingga selesai didampingi oleh Komandan Lanal Lampung Kolonel Laut (P) Kelik Haryadi, S.H., M.Si., Dansatgas Yekda Kapal AT-4, Dansatgas Yekda Kapal AT-5-6-7, Dirut PT. DRU dan para Manager serta para Perwira lainnya dari Mabesal, Lanal Lampung, Satgas Yekda Kapal juga pengawas dari Lloyd’s Register. (rilis/sir)

  Poskota  

Senegal Siap Order Kapal Perang PT PAL

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl4tEdNoE6RFhSm4yaEFvqye93Z23VzxycaRgsffWGVnRuCe5AZrp_71K-X6Ot9eK5ej2V8zJUa42q4SR8IjpBZsgfORT3FLZ4eusl22YEInPqzAwmwJBsxdHdmWYddYNyo22DjZXEI59Y/s1600/1028+SSV+14022+GM+01.pngIlustrasi

Produk industri pertahanan Indonesia melalui beberapa badan usaha milik negara (BUMN) mulai diminati beberapa negara di Benua Afrika. Salah satunya Senegal.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan, Senegal siap membeli produk kapal perang buatan PT PAL (Persero).

Senegal sudah membicarakan mengenai pembelian kapal perang dengan PAL, kita tunggu saja,” kata Harry, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Seperti diketahui, kapal perang jenis PKR atau kepanjangan dari Perusak Kawal Rudal ini merupakan kapal perang yang difungsikan untuk menyerang antar prukaan. Kapal ini juga dilengkapi dengan torpedo dan rudal yang mampu menenggelamkan kapal lawan.

Sementara jenis LPD atau Landing Platform Dock adalah kapal angkut personil yang cenderung memiliki ukuran yang lebih besar dari PKR. Kapal ini mampu mengangkut ribuan personel, 22 kendaraan lapis baja, dan sejumlah helikopter.

Jika ini nanti dikirim, maka akan menjadi kapal PAL pertama yang dimiliki oleh negara di Afrika,” ucap Harry.

Selama ini produk industri pertahanan RI yang sudah merajalela di daratan Afrika adalah produk senjata dan kendaraan tempur dari PT Pindad (Persero) dan pesawat dari PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Untuk Senegal, bahkan beberapa waktu lalu telah menerima produk CN235 buatan PT DI. Saat ini Senegal tengah menambah satu lagi pemesanan pesawat jenis yang sama ke PT DI.

Pesawat kedua yang akan difungsikan untuk patroli udara ini akan dikirimkan PT DI pada 2018.

 ♖ Liputan 6  

Sabtu, 08 Juli 2017

Kemenangan TNI Berdampak Besar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaTy6_kdZr3mS6KeL5PdabvAv311Tukf5J_HjYARI6jLLZNBOvp1b_K6HB0E_KNPCV9mzwnQ1s1_tJKvKgCckeJn7a1ZnMqTo37Ks28i2_6LIsAEVWIditLKG6Y0emBaPRPIcSNe_37lGw/s1600/aasam-3.jpgAksi Kontingen Indonesia pada ajang AASAM 2017

Pasukan TNI kembali menorehkan prestasi di dunia internasional. Prajurit dari TNI Angkatan Darat menjadi juara umum dalam Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017 di Australia, Mei 2017.

Kemenangan tersebut tak hanya menjadi kebanggaan buat TNI. Tapi juga buat PT Pindad. BUMN yang mengkhususkan diri dalam industri teknologi pertahanan ini secara tak langsung terlibat dalam kemenangan TNI.

Ini karena senjata yang digunakan prajurit TNI merupakan bikinan Pindad. “Makanya, saya berterima kasih ke TNI,” ujar Direktur Utama PT Abraham Mose.

Abraham, yang belum genap setahun menggantikan Silmy Karim, menilai kemenangan TNI ini melempangkan jalan buat Pindad menguasai bisnis teknologi pertahanan. Bagi Abraham, target ini bukan sesuatu yang mustahil dicapai.

Pertengahan Juni 2017, Abraham menerima kunjungan Liputan6.com di kantor PT Pindad, kawasan Kiara Condong, Kota Bandung, Jawa Barat.

 Produk Utama Pindad 
http://ikahan.com/wp-content/uploads/2012/06/02-AASAM-2012.jpg[Ikahan]

 TNI menang di AASAM 2017 dan mereka menggunakan senjata Pindad. Apa pengaruhnya?

Prajurit kita menggunakan senjata dan pistol dari Pindad. Ini yang ke-10 kalinya, Indonesia memenangkan turnamen ini. Ini secara tidak langsung menjadi strategi mengenalkan produk Pindad keluar negeri. Sebab, setelah itu, negara itu (saingan TNI di AASAM 2017, red.) datang ke Pindad.

 Berarti berdampak besar?

Dampaknya sangat besar, makanya saya berterima kasih ke TNI. Ini jadi strategi kami, spread the wing untuk menguasai pasar di bidang industri pertahanan.

 Apa sih produk terlaris dari Pindad?

Yang terlaris itu amunisi. Kemudian senjata dan pistol. Tapi kalau bicara produk paling laris, sudah pasti SS2 dan SS1.

 Kenapa bisa laris?

Kalau bicara teknologi, kurang lebih sama. Kalau bicara material, saat ini kita juga masih beli material dari luar negeri. Mungkin dari sisi desain.

 Desainnya bagaimana?

Karakteristiknya kami sesuaikan dengan karakteristik pengguna dan iklim di Indonesia. Kami selalu berdiskusi dengan pengguna, dalam hal ini TNI. Mereka yang tahu karakteristik yang mereka butuhkan untuk bertempur.

 Apakah ada produk Pindad, tapi tidak dibuat negara lain?

Banyak. Panser dan tank untuk gurun.

 Itu kan bukan spesifikasi utama Pindad?

Spesifikasi kami tidak ke arah sana, tapi bukan berarti kita tidak bisa. Saat ini, kami inovasi atas permintaan mereka.

 Cuma untuk gurun?

Ada tank boat. Itu produk Pindad yang khusus digunakan di kawasan perairan Indonesia.

 Tank boat bisa dimodifikasi juga?

Ada permintaan dari Timur tengah untuk bekerja sama mengembangkan produk tank boat. Tentunya menyesuaikan karakteristik negara di sana.

 Target Utama Pindad 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNvzR2F0quwGV3FYNrG7D1RwZ7lh-wI3ND3Xp6lzlRriWPBIoCAUK6VcT19HJkuxj77Dr4t4l3lGyT2HLEMTRGLLUfJtVn8a_pf2AOGKK3jlTfnTHpYgHib2qxzM3DmWrZcnRu2S0_21-h/s1600/C_ZQUuxXYAEpSpo+sweeneygov.jpgKaplan MT [FNSS]

 Dengan kata lain, kemenangan ini jadi cara Pindad untuk menguasai bisnis teknologi militer?

Kami berpatokan ke visi Pindad. Di 2023, kami menjadi industri yang unggul dan industri yang terbesar di Asia dalam bidang industri pertahanan.

 Memang mungkin?

Ini sangat mungkin. Kalau kita berbicara Pindad, perusahaan ini ada sejak 1808. Jadi kalau bicara penguasaan teknologi, bicara profesionalisme, bicara keahlian untuk memproduksi senjata, rasanya dengan waktu yang panjang itu kita sudah kuasai.

 Sejauh ini Pindad sudah cukup menguasai industri pertahanan?

Tidak serta merta. Kami harus punya strategi. Strateginya adalah dengan melakukan dua pendekatan. Pertama, terus berinovasi secara internal. Sisi lain strategi kita adalah melakukan ekspansi pasar, dengan melakukan strategic partnership.

 Inovasinya dengan menghasilkan produk baru?

Ini sudah menjadi KPI kami sebagai BUMN. Minimal dua produk inovatif yang harus kita luncurkan. Tahun ini kami punya rencana (produk baru) di bawah 10 produk

 Apa saja produk baru Pindad?

Di Industri pertahanan kita akan launching produk baru kita, yang disebut senjata serbu bawah air, sniper yang baru, kemudian ada pistol. Kalau pistol dan senjata mungkin ada empat atau lima buah. Jadi kurang lebih ada sembilan produk inovatif.

Kalau untuk bidang industrial, produk-produk Alsintani, yang kemarin di Aceh dalam pameran pertanian.

 Kalau bicara peminat, siapa peminat Pindad?

Kalau berminat yang membeli produk Pindad sudah banyak. Dari Timur Tengah, Eropa, kemudian dari Australia, dan lain-lain. Tentunya, kami tetap melihat, bagaimana regulasi. Kami juga harus mengutamakan keunggulan dalam negeri.

 Pasar Produk Pindad 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiCMocePPbYoJtgWzOYsPY2vrl-Ltqs5okQSFmbQAdT_TtfaoHmd171EJKRh-FAcXNlsoAaljWpl6Maa2qAN_A_wyoNQXLOwNQycIRSbxxAxFyCIAe7Bi3qJkxkSZByC5dDXJpclKtyb7V/s1600/IMG-20170705-WA0007.jpgKendaraan pertanian produksi PT Pindad [def.pk]

 Memang target market-nya ke mana saja?

Saat ini, market yang menjadi sasaran adalah Timur Tengah, sebagian dari Asia Tenggara. Itu sudah ada beberapa kontak. Mudah-mudahan tahun ini juga akan punya kontrak untuk ekspor amunisi ke beberapa negara di Asia Tenggara dan Timur tengah.

 Pasti ada saingan?

Ada. Tapi kami punya strategi. Karena industri pertahanan itu segmen tersendiri. Hanya beberapa industri pertahanan yang punya kemampuan unggul.

Sehingga kami memilih melakukan strategic partnership dengan beberapa negara dan vendor yang unggul.

 Yang jadi partner?

Mereka tahu Indonesia punya kemampuan. Karena kami juga butuh beberapa material dari mereka, butuh teknologi bahan dari mereka.

 Konkretnya seperti apa?

Misalnya konsep joint marketing dan joint production. Itu sudah berjalan. Salah satunya dalam waktu dekat kami akan kerja sama membangun munisi di Turen (Malang).

 Selain itu?

Kami akan kerja sama, mungkin senjatanya merek Pindad dan kami bisa menjual produk itu di luar.

 Negara mana saja yang mau kerja sama?

Beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

 Apa sih hambatan Pindad?

Untuk memasarkan produk pertahanan, ada satu regulasi yang kita sadari kita tidak bisa melanggar. Karena ini bicara ujung-ujungnya kedaulatan negara. Sehingga apapun kita harus izin dulu jika kita akan ada kerja sama atau penjualan produk.

 Tapi sudah ada solusi?

Dengan melakukan strategic partnership itu, kami bisa menjual produk di dalam negeri, kami juga bisa menjual ke luar negeri dan ini sudah berjalan.

  Liputan 6  

Kamis, 06 Juli 2017

TNI AL Dorong Industri Senjata Galangan Kapal Nasional

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3Mj_ncqImvCl_Q6duDjyx-3vng0SCr5QQpM4W2HMXt3IUBKfY-M8sQgO7AdaBnBZiFM7HEZeVsw6K15cUWkDnYD79rQzGgyV36rANyXthPQv77CoGJR_uJoRhtqYWkao7ghyphenhyphenoWy6epzUW/s1600/f8f6c6d3-005e-4570-a1f0-4d425bd88b5d_169.jpgKRI Kurau 856 [detik]

TNI AL meminta agar industri galangan kapal di dalam negeri dapat menyerap dan mengadaptasi perkembangan sistem persenjataan dan perlengkapan teknis dari kapal perang asing ke dalam negeri.

Pasalnya saat ini, industri galangan kapal dalam negeri masih belum mampu memproduksi sistem persenjataan yang mumpuni sehingga membuat komponen tersebut harus di impor dari luar negeri.

Kapal-kapal patroli cepat ini sudah mampu di produksi dalam industri dalam negeri namun dari sisi teknologi persenjataan dan sistem tempur di dek kapal butuh ketrampilan yang harus kita serap dari galangan kapal luar negeri,” ujar Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, Kamis (6/7) di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

KRI Kurau 856 yang merupakan kapal patroli ukuran kecil yang baru diresmikan serah terima oleh salah satu galangan kapal swasta PT CMS Banten saja menelan ongkos produksi sebesar Rp 175 Miliar

Ini yang membuat mahal adalah senjata dan sistem perlengkapannya (meriam, radar, sonar, combat sistem) sekitar Rp 50 miliar, kalau platform kapalnya itu sekitar Rp 125-130 Miliar,” tambahnya.

TNI AL yang selama 10 tahun terakhir kekurangan kapal diketahui sebelumnya menggunakan produksi kapal fiber yang masa usia pakainya jauh lebih singkat. Saat ini pihak TNI AL akan mengganti kapal-kapal tersebut dengan kapal besi tipe 40 dan 28 meter sesuai program Renstra.

Kapal perang besi ukuran kecil itu umur antara 25-30 tahun, yang penting perawatan dan peremajaan pada waktunya. Sekarang tinggal sisa 26 kapal patroli cepat yang kita targetkan selesai seluruhnya pada 2024,” lanjut Ade Supandi.

Namun karena satu kapal di produksi dengan jangka waktu cukup panjang selama 1,5 tahun maka hal itu membuat pihak TNI AL dan galangan kapal harus memproduksi berdasarkan anggaran tahun berjalan.

Anggaran kita ini tahunan sedangkan membuat kapal butuh waktu lebih dari satu tahun. Artinya lintas tahun, dibuat bertahap, jadi satu tahun itu kita rencanakan pembangunan bagian mana dahulu, kemudian sisa tahap konstruksi lainnya disinkronkan untuk pembiayaan tahun berikutnya,” tandasnya.

  Berita Satu  

[Foto] Peresmian Armada Baru Buatan Dalam Negeri

KRI Kurau 856


Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi menerima replika armada baru KRI Kurau 856 dari Dirut PT Caputra Mitra Sejati (CMS), Kriss Pramono di Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Suasana peresmian armada baru KRI Kurau 856 di Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

KRI Kurau 856 merupakan Kapal Patroli Cepat 40 meter ke-16. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi meninjau ruang kemudi armada baru KRI Kurau 856 usai diresmikan di Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi meninjau ruang kemudi armada baru KRI Kurau 856 usai diresmikan di Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Direncanakan dari total 42 unit akan memenuhi kebutuhan armada baru bagi 14 Lantamal TNI AL di seluruh Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
  Liputan 6  

Minggu, 18 Juni 2017

Ahli IT Cilik Pukau Bos Apple

Ternyata dari IndonesiaYuma Soerianto bersama sang ayah Hendri Soerianto. (Dokumentasi Hendri Soerianto)

Di usia yang masih amat belia, kehadiran Yuma Soerianto sebagai pembuat aplikasi begitu menarik perhatian CEO Apple Tim Cook dalam Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS) minggu lalu. Bocah 10 tahun yang bersekolah di Midle Park Primary School di Melbourne, Australia tersebut ternyata berasal dari Indonesia.

Worldwide Developers Conference diselenggarakan setiap tahun oleh perusahaan teknologi raksasa Apple. WWDC merupakan ajang berkumpul mereka, para pembuat aplikasi. Bagi Yuma Soerianto ini adalah untuk pertama kalinya menghadiri konferensi tersebut.

Minggu lalu, sebelum acara resmi berlangsung, Yuma sempat bertemu dengan CEO sekaligus bos tertinggi Apple Tim Cook yang terkesan dengan aplikasi buatan bocah itu dalam perjalanan di pesawat antara Melbourne ke Amerika Serikat.

Pertemuan Yuma dengan Cook diliput oleh media, dan dengan cepat berita tersebut menyebar ke seluruh dunia.

Tim Cook tertarik dengan aplikasi yang dibuat Yuma, yaitu aplikasi untuk membantu orang tuanya menentukan harga sebuah barang.

Harga ini sudah termasuk harga sesuai penjual lokal dan pajak, serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversi ke mata uang yang digunakan. Hal itu menurutnya akan berguna ketika mereka pergi berbelanja suvenir untuk oleh-oleh dari perjalanan mereka.

"Keren sekali, hebat," komentar Cook setelah menyaksikan Yuma mendemonstrasikan aplikasinya.

"Dan kamu membuatnya di pesawat dalam perjalanan dari Australia ke AS? Wow. Kamu bisa membuat aplikasi dalam hitungan jam. Saya terkesan. Saya tak sabar melihat karyamu selanjutnya," puji Cook, demikian lapor media minggu lalu.

Melihat nama keluarga Yuma yaitu Soerianto yang berbau Indonesia, ABC Australia Plus Indonesia mengontak sang ayah, Hendri Soerianto yang menemani perjalanan anaknya ke Amerika Serikat.

Hendri pun membenarkan bahwa dia sekeluarga berasal dari Indonesia.

"Saya dulu berasal dari Jakarta, dan kami sudah berada di Australia selama delapan tahun. Kami tinggal di Singapura selama ini dan Yuma lahir di sana. Kami pindah ke Australia ketika Yuma berusia tiga tahun." kata Hendri dalam percakapan via email dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia, Sastra Wijaya yang dikutip Minggu (17/6/2017).

Yuma adalah anak tunggal keluarga tersebut. Diberi nama Yuma karena "kami ingin namanya mudah diingat dan nama yang global jadi bukan nama berbau Barat ataupun berbau Timur. Kami percaya kami adalah warga dunia."

Yuma mulai suka belajar coding sejak usia enam tahun, karena menurutnya PR di sekolah kurang menantang. Dia menciptakan aplikasi pertamanya tahun lalu, dan saat ini sudah punya lima aplikasi yang dipajang di App Store.

Lima aplikasi buatan Yuma yang ada di App Store saat ini adalah Let's Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck dan Pocket Poke.

 Kesan Pertama Ikut Perkumpulan Para Pembuat Aplikasi

Yuma, bocah SD di Australia yang baru pertama kali menghadiri Worldwide Developers Conference (WWDC), mengaku senang menghadiri acara tersebut.

"WWDC sangat mengesankan. Teknologi baru yang ada sangat menakjubkan."

"Ini untuk pertama kalinya saya mendapatkan bantuan profesional dari orang-orang yang betul mengerti mengenai coding," kata Yuma.

Sebelumnya, Yuma hanya belajar coding dari situs berbagi video, karena menurutnya tidak ada sekolah di Australia yang mengajar bagaimana melakukan coding untuk membuat aplikasi.

"Hal baru yang saya pelajari adalah ARKit (Augmented Reality) dan SceneKit (3D Graphics Engine) karena semuanya baru bagi saya."

"Orang-orang yang saya temui banyak di antaranya adalah para petinggi Apple dan tentu saja Tim Cook, CEO Apple. Saya juga sempat berbicara dengan Michelle Obama." kata Yuma lagi.

Yuma sekarang memiliki channel di situs berbagi video populer dengan nama Anyone Can Code.

Dalam wawancara dengan program Radio National ABC, Yuma mengatakan bahwa dia ingin membuat aplikasi yang bisa mengubah dunia, dan juga ingin membagi ilmunya mengenai coding kepada siapa saja yang ingin belajar.

"Siapa saja bisa melakukan coding, bila kita sabar melakukannya dan senang melakukannya." katanya.

Ayahnya Hendri yang juga bekerja di bidang IT mengatakan, Yuma memang ingin menyebarkan ilmunya kepada yang lain.

"Akan bagus sekali bila dia bisa memberikan inspirasi kepada orang Indonesia lainnya untuk belajar coding," jelas Hendri.
 

  Liputan 6  

Sabtu, 10 Juni 2017

Mahasiswa UGM Buat Formula Antinyamuk dari Daun Sudamala

[Humas UGM/detikcom]

Daun Sudamala atau (Artemisia vulgaris) merupakan tanaman gulma pertanian yang banyak tumbuh di daerah dataran tinggi seperti Wonosobo, Jawa Tengah. Daun Sudamala ternyata memiliki bau yang tidak disukai nyamuk sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan antinyamuk.

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah Vika Ichsania Ninditya, Endah Purwanti, dan Ajeng Tyas Utami dari Fakultas Kedokteran Hewan serta Aprillyani Sofa Marwaningtyaz dan Nadia Khairunnisa dari Fakultas Farmasi. Kelimanya mengembangkan cairan antinyamuk dari daun Sudamala karena didasari masih banyak terjadi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengancam kesehatan masyarakat di Indonesia.

"Daun sudamala memilik bau yang tidak disukai nyamuk," kata Vika.

Menurutnya dipasaran sudah banyak beredar produk antinyamuk, namun dalam penggunaanya belum ampuh untuk mencegah gigitan nyamuk. Selain itu dapat menimbulkan efek samping seperti resistensi dan gangguan kesehatan.

"Formula antinyamuk dari bahan herbal, daun sudamala ini tidak hanya mampu mencegah gigitan nyamuk di kulit, tetapi juga aman bagi tubuh," katanya.

Formula berbentuk spray antinyamuk tersebut diberi nama ARTS atau kependekan dari Artemisia vulgaris.

Untuk mengetahui efektivitas daun Sudamala sebagai antinyamuk lanjut Vita, mereka melakukan penelitian dengan menguji ekstrak daun Sudamala. Uji pertama yaitu uji efektivitas ekstrak daun Sudamala. Dalam uji ini ekstark daun Sudamala di masukkan kedalam botol lalu dimasukkan 20 nyamuk dibiarkan hingga 2 jam.

"Hasilnya ekstrak daun Sudamala dengan konsentrasi 5.700 mikrogram mampu membunuh 50 persen nyamuk yang dimasukkan ke botol," papar Vita di keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (10/6/2017).

Selanjutnya adalah uji repellent assay untuk membuktikan keampuhan ekstark daun Sudamala dalam memcegah gigitan nyamuk. Mereka melakukan uji gigitan nyamuk dengan memasukkan tangan yang telah disemprotkan cairan ARTS ke dalam kotak berisi 50 nyamuk betina. Uji coba dilakukan selama lima menit dan dilakukan berulang setelah lima menit selama 1 jam. Hasilnya, spray ini ampuh dalam mencegah gigitan nyamuk.

"Sama sekali tidak ada nyamuk yang menempel," imbuh Aprillyani.

Aprillyani mengatakan saat ini mereka mengembangkan spray antinyamuk ARTS dalam tiga jenis yakni spray, lotion, dan cream. Kedepan mereka akan terus mengembangkan dan melakukan penelitian lanjutan agar produk dapat segera digunakan masyarakat dan membantu menurunkan angka kejadian DBD.

  detik  

Selasa, 06 Juni 2017

BPPT Kerjasama Peningkatan Kecepatan Kereta Jakarta-Surabaya

Dari rencana pra-FS, kecepatan maksimal hanya 160 km/jam Kereta Bima Express (Bagus Widyanto / commons.wikimedia.org)

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) prastudi kelayakan peningkatan kecepatan Kereta Api Jakarta-Surabaya.

"Kerja sama ini dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif dalam rangka pengambilan keputusan mengenai pemilihan teknologi, perancangan dasar pada koridor jalur kereta api terpilih, skema pembiayaan serta rencana implementasi proyek," ujar Kepala BPPT Unggul Priyanto di Gedung Rektorat ITB, Kota Bandung, Selasa.

Unggul mengatakan, kerja sama ini dilakukan berdasarkan perintah dari Kementerian Perhubungan untuk melakukan kajian awal atau pre-feasibility studies (pra-FS) dengan menggandeng tiga Perguruan Tinggi yakni ITB, Universitas Diponegoro, dan Institut Teknologi Sepuluh November.

"Diputuskan akan mengambil keputusan kecepatan berapa. Nanti akan ada kajian per wilayah. Jakarta-Cirebon oleh ITB, Cirebon-Semarang oleh Undip, dan Semarang-Surabaya oleh ITS," kata dia.

Kerja sama tiga PT ini akan membantu tim perekayasa BPPT dalam menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang singkat. Selain itu, juga diharapkan dalam memanfaatkan laboratorium mekanika tanah untuk melakukan survei geoteknik.

Sebelumnya, pembangunan kereta api ini diharapkan dapat menyamai kecepatan KA Jakarta-Bandung yang bisa mencapai 300 km/jam. Namun dari rencana pra-FS, BPPT menyimpulkan maksimal kecepatan maksimal hanya 160 km/jam.

"Nah karena itu, PT KAI pengennya 6-7 jam. Ada juga semula Kemenhub lebih tinggi lagi kecepatannya, nanti dilihat kecepatan segitu bisa capai 4-5 jam. Maunya sama seperti Jakarta-Bandung, tapi kalau itu biayanya terlalu mahal," kata dia.

Dengan adanya kereta api Jakarta-Surabaya, kata dia, dapat menjadi jawaban atas padatnya arus lalu lintas udara Jakarta-Surabaya. Jika dikalkulasikan kecepatan kereta yang mencapai 160 km/jam bisa mendekati layanan penerbangan antar dua kota.

"Intinya, dapat mengalihkan (penumpang) dari udara ke kereta api, harganya pun nanti tidak akan jauh dengan tiket pesawat," kata dia.

Pra studi kelayakan ini direncanakan berakhir di bulan Desember 2017 dan BPPT akan menyerahkan laporan studi kepada Kementerian Perhubungan, dan Direktorat Jendral Perkeretaapian.

"Setelah studi selesai, pemerintah akan memutuskan kapannya. Kalau sudah disetujui, bisa diketahui, kapannya (pembangunan) tergantung kondisi keuangan," kata dia.

Sementara itu, Rektor ITB Kadarsah Suryadi menyambut baik kerjasama tersebut. Pihaknya akan membantu dengan menerjunkan tim dari ITB untuk melakukan studi baik dari sisi geohidrologi, geofisika, analisis data, perancangan, analisis teknik, termasuk kontur kebumian.

"Senang hati kami siap membantu kelancaran apa yang dikerjakan di BPPT. Salah satu cara berkolaborasi membantu apa yang ada di BPPT. Dengan kerjasama beban akan semakin ringan," kata dia.

Suryadi mengatakan, pihaknya pun siap membantu pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia saat kereta mulai beroperasional.

"Kami siap bergabung menyiapkan SDM, maupun mendukung penyediaan suku cadang. Memproduksi pasti industri, tapi desain suku cadang kami bisa berkontribusi," katanya.


  ★ Sinar Harapan  

Unimal Biaya Penelitian Listrik Pohon Kedondong

Penemuan listrik dari pohon kayu

Universitas Malikussaleh (Unimal), Provinsi Aceh akan menyediakan dana pendamping untuk penyempurnaan penelitian inovasi energi listrik dari pohon kedondong (spondias dulcis forst).

Pembina Inkubator Bisnis CDC Universitas Malikussaleh, Ibrahim Qamarius di Lhokseumawe, Selasa mengatakan pendampingan tersebut sebagai bentuk partisipasi Unimal untuk mendukung penelitian inovasi listrik yang ditemukan oleh Naufal Raziq.

Naufal Raziq adalah siswa kelas 3 MTs Negeri 1 Langsa, Kota Langsa, Aceh yang menemukan listrik dari pohon kedondong.

Temuan ini telah diujicobakan di 60 rumah di Desa Tampur, Kecamatan Air Jernih, Aceh. Desa yang tak memiliki akses listrik, kini terang dengan listrik dari pohon kedondong.

Unimal juga telah ditunjuk oleh Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk melakukan penelitian penyempurnaan inovasi listrik dtersebut.

Ibrahim mengatakan Unimal akan menyediakan dana pendamping untuk penyempurnaan penelitian listrik dari pohon kedondong.

Rektor Unimal Prof Dr Apridar, MSi mengharapkan penelitian dapat dilaksanakan tepat waktu dengan hasil penelitian yang maksimal dan dapat dipublikasikan pada jurnal internasional, katanya.

"Selain itu Rektor Unimal meminta tim peneliti untuk segera menyusun rencana kerja, peta jalan penelitian dan langsung turun ke lapangan, yang rencananya Rektor Unimal juga akan meninjau ke lokasi bersama tim peneliti," katanya.

Sebelumnya, Pembina Inkubator Bisnis CDC Unimal, Ibrahim Qamarius diundang oleh Direktur PPBT, Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Retno Sumekar untuk membicarakan pendampingan inovasi itu karena inovasi tersebut masih purwarupa (prototype) sehingga perlu dilakukan penelitian penyempurnaan.

Selain itu, Unimal juga akan mendampingi Naufal untuk mempersiapkan agar inovasi tersebut mendapat pendanaan dari Program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kemenristekdikti tahun 2018, dan bantuan lainnya.


  ★ antara  

Minggu, 04 Juni 2017

PT Pindad Produksi Alat Mesin Pertanian

Berupa Tiga mesin pertanian modern Tiga mesin pertanian modern dipamerkan [aceh.net]

Sebanyak tiga alat mesin pertanian produksi PT Pindad (Persero) Bandung diperkenalkan pada Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-15, Sabtu 6 Mei 2017. Presiden RI Joko Widodo bahkan langsung meninjau acara yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh itu.

Dari informasi dikirimkan PT Pindad, diproduksinya ketiga alat mesin pertanian itu untuk mendukung kemandirian dan percepatan program ketahanan pangan pemerintah. Semua komponen untuk produk ini berasal dari dalam negeri dan diproduksi di Pindad kecuali engine, dan transmisi. Jika diberi kesempatan, maka seluruh komponen itu bisa diproduksi di dalam negeri.

Diharapkan, dengan diproduksinya ketiga alat mesin pertanian itu maka Indonesia tidak lagi mengimpor bahan pangan, tapi bisa berswasembada. Seperti diketahui, selama ini Indonesia masih mengimpor berbagai bahan pangan dari negara-negara lain.

 Ketiga alat mesin pertanian itu adalah:

★ Pengolah Tanah Amphibi, PA-1800. Alat ini memiliki fungsi mengolah tanah sekaligus mencacah sisa jerami padi, jagung, dan gulma serta mencampur dengan tanah, sehingga akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah.

★ Mesin panen, PP-160 untuk memanen jagung dan padi sekaligus memasukan hasil panen ke dalam karung.

★ Traktor Multiguna, PTM-90 sebagai loader untuk berbagai jenis material seperti tanah, batu, pasir atau puing bangunan dengan kapasitas yang cukup besar, sebagai ekskavator kecil yang dilengkapi fungsi drilling dan jack hammer untuk keperluan konstruksi, pertanian, serta pemeliharaan fasilitas akses jalan pedesaan.

Dalam memproduksi ketiga mesin itu, Pindad bersinergi dengan PT Bhirawa dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian.

Hajatan akbar Penas ini rutin dilaksanakan tiga tahun sekali, dikuti lebih dari dari 35.000 peserta yang terdiri dari perwakilan petani nelayan yang tergabung dalam KTNA dari semua provinsi di Indonesia, para pelaku usaha sektor pertanian, para pejabat lingkup pertanian baik pusat maupun daerah. ***


  ★ Pikiran Rakyat  

Rabu, 31 Mei 2017

Advancements in Indonesia`s nuclear technology showcased in Vienna

Minister Moh. Nasir (front right) on the sidelines of an international conference held by the International Atomic Energy Agency (IAEA) took a visit to the IAEA's laboratory in Seibersdof, Austria (May 29, 2017). (Repro: BATAN)

Indonesian Research, Technology, and Higher Education Minister Mohamad Nasir participated in the International Conference on the International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Cooperation Program: Sixty Years and Beyond held in Vienna on May 30, 2017.

Nasir was among around 1,500 participants from 168 IAEA member states that include heads of state/government, ministers, and a large number of other high-ranking officials.

During the conference in Vienna, the Indonesian minister for research, technology, and higher education presented various national achievements in the utilization of nuclear technology and energy for peaceful purposes to improve the peoples welfare, mainly in the agriculture/food, health, and environment sectors.

During his presentation, Minister Nasir stressed on the importance of IAEA member states providing support and enhancing contributions to the IAEAs Technical Cooperation (TC) program.

The objective of the TC program is to promote a tangible socio-economic impact in areas where the peaceful application of nuclear technology holds a comparative advantage, including in human health, food and agriculture, water and the environment, industrial applications and energy.

The TC program is tailored to meet the specific needs of member states, including those of least developed nations and responds to the evolving needs and priorities of member states through capacity building, transfer of nuclear technology, and the sharing of knowledge among member countries.

The program contributes directly in a cost-effective manner to realize major sustainable development priorities of each country.

The TC program seeks to promote sustainability and self-reliance and has an important strategic role to play in addressing multi-sectoral and interrelated developmental needs of member states through the application of nuclear science and technology.

Minister Nasir explained that since participating in the IAEA technical cooperation program in 1959, Indonesia has enjoyed various benefits in the fields of plant breeding by developing superior varieties of rice, soybean, and sorghum and the application of nuclear science and technology for health.

In addition, Indonesia has provided modernization assistance to the IAEAs nuclear applications laboratory in Seibersdorf in an effort to strengthen cooperation in research, development, and capacity building.

"Being an IAEA member, Indonesia benefits from the TC program in promoting the contribution of nuclear energy for peace, health, and well-being," Nasir remarked at the International Conference on the IAEA Technical Cooperation Program.

The conference serves as a platform for member states and other partners to collectively explore innovative means to further develop partnerships with other UN systems and regional organizations, financial institutions, non-traditional donors, and the private sector in order to enhance delivery of the TC program.

According to Nasir, Indonesia contributes to the implementation of the TC program by providing experts to assist other developing countries in the utilization of nuclear technology.

Nasir pointed out that Indonesia has a sufficient number of nuclear experts to develop the technology, as the country has several universities offering study programs in nuclear science and engineering.

"The Bandung Institute of Technology has an engineering and physics program, and the Gadjah Mada University in Yogyakarta has a nuclear physics program. Hence, we have several human resources adept in nuclear engineering," Nasir explained.

However, Nasir noted that Indonesian human resources in the field of nuclear technology have not been working in the country, as there is yet no nuclear technology development program in Indonesia.

As a result, they are working in other countries where nuclear technology is well developed.

Several Indonesian human resources are working in Japan and Russia and are also highly likely to work in Malaysia.

In addition to human resources, the minister said, Indonesia has abundant deposits of nuclear elements in nature, such as uranium, that have not been explored for nuclear power plants.

Indonesia is promoting a sustainable technical cooperation strategy developed by the IAEA to apply nuclear technology for peaceful purposes.

Moreover, it supports efforts to achieve the Sustainable Development Goals.

The minister asserted that Indonesia was entirely capable of providing technical assistance to other IAEA members.

Such assistance can be in the form of training and fellowship programs in agriculture, especially in the areas of mutation breeding, irradiation of food for preservation for disaster areas, and industrial applications.

Minister Nasir also highlighted Indonesias initiatives in strengthening and developing nuclear research and technology for peace in the Asia-Pacific region through a cooperation platform of Regional Capacity Building Initiative (RCBI).

The RCBI was launched at the end of 2015 and was made operational in 2016.

This program is facilitated by the Indonesian National Nuclear Agency, which has been assigned as the IAEA collaborating center, and the Indonesian Nuclear Energy Regulatory Agency for capacity building in radiation safety infrastructure in the region.

Indonesia has developed nuclear technology for a long time, and the people have enjoyed its benefits in the health and agriculture sector. (T.O001/INE/KR-BSR/A014)

   antara  

Selasa, 30 Mei 2017

Penampakan Kereta Lebaran

Made in Madiun[Dok. PT INKA]

PT Industri Kereta Api (INKA) akan mengirim 6 rangkaian kereta ke PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sebanyak 6 rangkaian kereta buatan INKA akan digunakan sebagai angkutan tambahan saat mudik lebaran.

Kereta itu merupakan jenis ekonomi premium. Kenapa ekonomi premium? Karena walaupun termasuk dalam kelas ekonomi tapi kereta itu memiliki berbagai fasilitas kelas eksekutif.

Keren, Begini Penampakan Kereta Lebaran <i>Made in</i> Madiun

Mulai dari pendingin udara, televisi, hingga kursi yang bisa diatur kenyamanannya. Dilengkapi pula dengan toilet yang bersih dan nyaman.
Keren, Begini Penampakan Kereta Lebaran <i>Made in</i> Madiun

"Interior kereta lebih dipercantik dengan penggunaan alumunium extruction pada Center Ceiling dan bagasi atas. Ini merupakan kereta ekonomi serasa eksekutif," ungkap Senior Manager Humas Protokoler dan PKBL PT INKA, Cholik Mochamad, kepada detikFinance, Jakarta, Senin (29/5/2017).
Keren, Begini Penampakan Kereta Lebaran <i>Made in</i> Madiun

Kereta Lebaran ini berkelir putih dengan sentuhan kombinasi garis merah dan oranye di bagian luarnya. Tampak luar, model kereta itu memiliki gaya yang minimalis sekaligus menimbulkan efek modern.
Keren, Begini Penampakan Kereta Lebaran <i>Made in</i> Madiun

Dari 6 rangkaian kereta api yang diproduksi INKA, masing-masing rangkaian memiliki 11 gerbong. Sehingga totalnya akan berjumlah 66 gerbong. Setiap gerbong berkapasitas 80 penumpang. (hns/wdl)
   detik