Tampilkan postingan dengan label BUMNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMNIS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Senegal Siap Order Kapal Perang PT PAL

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl4tEdNoE6RFhSm4yaEFvqye93Z23VzxycaRgsffWGVnRuCe5AZrp_71K-X6Ot9eK5ej2V8zJUa42q4SR8IjpBZsgfORT3FLZ4eusl22YEInPqzAwmwJBsxdHdmWYddYNyo22DjZXEI59Y/s1600/1028+SSV+14022+GM+01.pngIlustrasi

Produk industri pertahanan Indonesia melalui beberapa badan usaha milik negara (BUMN) mulai diminati beberapa negara di Benua Afrika. Salah satunya Senegal.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan, Senegal siap membeli produk kapal perang buatan PT PAL (Persero).

Senegal sudah membicarakan mengenai pembelian kapal perang dengan PAL, kita tunggu saja,” kata Harry, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Seperti diketahui, kapal perang jenis PKR atau kepanjangan dari Perusak Kawal Rudal ini merupakan kapal perang yang difungsikan untuk menyerang antar prukaan. Kapal ini juga dilengkapi dengan torpedo dan rudal yang mampu menenggelamkan kapal lawan.

Sementara jenis LPD atau Landing Platform Dock adalah kapal angkut personil yang cenderung memiliki ukuran yang lebih besar dari PKR. Kapal ini mampu mengangkut ribuan personel, 22 kendaraan lapis baja, dan sejumlah helikopter.

Jika ini nanti dikirim, maka akan menjadi kapal PAL pertama yang dimiliki oleh negara di Afrika,” ucap Harry.

Selama ini produk industri pertahanan RI yang sudah merajalela di daratan Afrika adalah produk senjata dan kendaraan tempur dari PT Pindad (Persero) dan pesawat dari PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Untuk Senegal, bahkan beberapa waktu lalu telah menerima produk CN235 buatan PT DI. Saat ini Senegal tengah menambah satu lagi pemesanan pesawat jenis yang sama ke PT DI.

Pesawat kedua yang akan difungsikan untuk patroli udara ini akan dikirimkan PT DI pada 2018.

 ♖ Liputan 6  

Minggu, 09 Juli 2017

Kerjasama Industri Strategis Bersama Turki

Senilai US $ 520 millionKunjungan resmi Presiden RI, Jokowi selama dua hari di Ankara, Turki, menghasilkan kerjasama industri strategis mencapai US $ 520 million. Kerjasama dalam membangun dan produksi ini melibatkan BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis). Berikut sekilas rangkuman dari berbagai media.

https://i.ytimg.com/vi/_NJWpzP-WHA/maxresdefault.jpg

Bersama PT PAL Indonesia, perusahaan energi Turki, Karadeniz akan membangun 4 unit kapal pembangkit listrik untuk Indonesia. Kesepakatan ini dicatat senilai US $ 320 million. [wikimedia]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcZ-JZl3ABQiQfTwnTCcWh4yoRT8CRh_CFdtxdWwt6gpPi371jkPg6ovnXCebrznN2EivvWTH0oGNGWqFG0MZGdyx3IX9XZPBiilpVYbgd9cd7qn8zodWsk9NYEzcMck__Em2tGaItBwU/s1600/type212_9.jpg

Juga dalam MoU yang disepakati bersama, Indonesia melalui BUMNIS, PT PAL akan kerjasama dengan galangan kapal Turki membangun kapal selam dari desain yang pernah ditawarkan sebelumnya tipe U214. [google]
https://keliping.files.wordpress.com/2017/02/n245-dua.jpg

Dengan PT Dirgantara Indonesia juga disepakati kerjasama membangun pesawat CN 245 kedepan. Selain itu juga PT DI menawarkan pesawat barunya, N219. [PT DI]
http://dirilispostasi.com/images/uploads/iha_(3).jpg

Kesepakatan bersama PT DI ini juga membolehkan BUMNIS membangun secara lisensi dan memasarkan pesawat tanpa awak UAV TAI Anka di wilayah Asean. Indonesia sendiri membutuhkan UAV MALE (Medium Altitude Long Endurance) ini untuk patroli di wilayah perbatasan. Kesepakatan ini diyakini senilai US $ 200 million. [dirilispostasi]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnqtJO5HgP_vuxNX1j2QG_7vuvnLR81cn6_KSQ_fxTDebUe2S611AyhAvu7f_JYCh8nCoiOKaSq02OOiQl5pmVTs7hovgFvO_5Cexe_i5jvNVRjxshd8_r2R3a9JLhLDwC5NA2pcaya7we/s1600/361786.jpg

Untuk kebutuhan darat, PT Pindad telah memulai kerjasama dengan FNSS Turki, membangun ranpur medium tank Kaplan dan akan dipamerkan kepada umum pada HUT TNI bulan Oktober tahun ini. [FNSS]

Proyek kedepan PT Pindad juga akan membangun dan memproduksi truk bersama Turki. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesepakatan ini di harapkan dapat diproduksi secepatnya, bukan hanya kesepakatan dalam MoU saja. [Ilustrasi/youtube]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYIzEzZmEmLq_2OIBXl8V0z740Oa6jPK0AqzXKt_QaGWnXbO7IBEDDM874aDaFwpPsp5KYwmiJTUsAko7Glwp3DgQIp8M0BXQ_Q4T8npc-Dcko-enVhUk-Ms4c-F6-OdNmBnrFPnydkEk/s1600/Manpack+Alkom+FISCOR-100+Alat+Komunikasi+Anti+Sadap+dan+Anti+Jamming+Buatan+PT+LEN.jpg

Sedangkan PT LEN akan berkerjasama memproduksi sistem alat komunikasi bersama Turki. [Ilustrasi/google]
   Garuda Militer  

Nepal Pesan Pesawat Militer PT DI

Kontrak telah ditandatanganihttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPK4_mAiP7mUHEf3_iKYWYcTrkrpRBEr8SEFmM032sSf_d4Dc8eJX_oYO4p1qKSz6XjtfP7vBaCMvFbYXSmX5toTQ7vH6qBerpU7WEraVr5vLzTFn5lwCS0cNEyfW2HIdyrFkQ8uYmleA/s1600/cn-235-dakar.jpgPesawat CN 235 AU Senegal [PT DI]

PT Dirgantara Indonesia (Persero) baru saja menandatangani kontrak pembuatan satu unit pesawat dari Nepal. Diharapkan pembuatan pesawat selesai sekitar 18 bulan.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, penandatanganan kontrak ini juga diharapkan dapat meningkatkan pasar PT Dirgantara Indonesia di Asia dan Afrika.

Kontrak pembuatannya untuk CN235 1 unit. Ini akan memperbanyak pasar pesawat itu di Afrika,” kata Harry saat berbincang dengan Liputan6.com, Minggu (9/7/2017).

Sebelumnya, PT DI juga telah mengirimkan pesawat jenis yang sama ke negara Afrika, yaitu Senegal sebanyak 1 unit. Bahkan saat ini Senegal menambah pesanan satu unit lagi ke PT DI dan saat ini tengah dikerjakan.

Harry menuturkan, untuk pesanan pesawat dari Nepal ini, akan dikerjakan oleh PT DI kurang lebih selama 18 bulan. “Jadi akan di deliver tahun depan,” tegas Harry.

Mengenai kemampuan CN235 yang diinginkan Nepal adalah pesawat yang dikhususkan untuk transportasi militer. “Untuk harganya, sangat variatif, tergantung pesanannya untuk apa, transportasi, patroli atau yang lainnya. Kalau patroli itu lebih mahal,” tutur Harry.

Perlu diketahui, saat ini PT Dirgantara Indonesia dan CASA menjadi dua perusahaan yang memiliki lisensi Airbus dalam memproduksi CN235. Hanya saja, dalam kesepakatannya, CASA memiliki hak pasar di wilayah Eropa dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan PT DI memiliki hak pasar di luar dua benua tersebut.

   Liputan 6  

Sabtu, 08 Juli 2017

Kemitraan Industri Strategis yang Berbeda ala Turki

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEdFaJwp21pnLTJ7xBQ6fuCP_IAY9S097lX_PLnsLMXfL5MduT6XOfG68iLHul488t5JgI8KS6BKg1nQwtvjunWeLt25G9lKyAxRatucPrHi6GO7Dv6_9ypl6HBO6X8rO0H5JB0AmW3j3-/s1600/U-212A-submarine.jpgKapal selam U214

Di mata Indonesia, Turki adalah cara baru dalam memandang sebuah pengembangan konsep kerjasama bilateral. Bagaimana tidak, negara yang berada tepat di perlintasan Eropa dan Asia itu selalu memiliki cara dalam mengembangkan ekonominya.

Ankara misalnya, sebagai ibu kota ia sama sekali tak sesubur tanah Jawa di Indonesia yang kaya dengan gunung vulkanik aktif, sementara Ankara lebih mirip sebagai stepa dengan rumput kering dan tanah yang tandus.

Namun, toh sebagai ibu kota sebuah negara yang pernah dikuasai Dinasti Ottoman itu, Ankara adalah pusat pemerintahan sekaligus kota bisnis yang sangat nyaman bagi investor asing.

Konsep-konsep kerja sama yang berbeda itulah yang coba untuk ditawarkan kepada Indonesia, mengingat hubungan kedua negara memiliki cerita kesejarahan yang amat panjang.

Bahkan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi pun setuju bahwa ada banyak hal yang membedakan kerja sama ekonomi dengan Turki.

"Yang membedakan kerja sama-kerja sama industri strategis antara Indonesia dengan Turki adalah dengan Turki kita sudah mampu melakukan kerja sama yang sifatnya 'joint development' dan 'joint production'," tutur Retno.

Turki rupanya tak mau sebuah kemitraan yang sekadar pepesan kosong melainkan konsep kerja sama yang konkret dan berwujud nyata.

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/kapal-pembangkit-listrik_20170521_200804.jpgKapal pemasok listrik Turki [Tribunnews]

Sederet kemitraan khususnya di bidang industri strategis pun sudah mulai terealisasi secara konkret, lihat saja dalam hal pengembangan power ship atau kapal pemasok listrik antara PT PAL dengan Karadeniz Holding yang sudah membangun 4 "power ship" pertamanya dengan kapasitas 36-80 MW.

Kerja sama ini memungkinkan terpenuhi pasokan listrik di wilayah-wilayah byar pet di Tanah Air.

Lebih jauh, dengan Turki, Indonesia juga sudah memiliki agreement on defense industry cooperation sejak 2010.

"Dan pada saat 2015 kita sudah ada kerja sama komunikasi pertahanan software defense radio hv 9661 antara PT LEN dan Aselsan Turkish, ini adalah untuk memenuhi kebutuhan peralatan komunikasi terutama di wilayah-wilayah perbatasan," ujar Menlu Retno.

Ada juga kerja sama antara PT Pindad dengan FNSS untuk kerja sama joint development dan production untuk "medium weight armor combat vehicle" dengan kapasitas 30 ton.

Sebuah tank tempur skala menengah yang sudah mulai dikerjakan kedua perusahaan, bahkan telah diluncurkan pada Mei 2017. Prototipenya kelak akan didemonstrasikan pada saat HUT TNI pada 2017 nanti.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWzfx2ONaRgB8ub5n0fxdzNevpp23Bo3gfY6JasUd7z1Kr58L0FouOjCWowugGfuF72OlWZhoAwNnZPUc5FmXSwM9bbXj6TWRZXaEUvI2YA62muDLL9NOYfv7hcZ-38StsKttuSPYyQgqg/s1600/2058574_20170510032351kot.jpgKaplan MT [FNSS]

Kemitraan Konkret Turki tak ingin berlama-lama dengan sebuah dokumen tanpa kerja nyata. Negara yang sempat mengalami revolusi paling bersejarah pada masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk itu benar-benar mengagungkan kemitraan yang konkret.

Tak melulu sederet yang dikembangkan di Indonesia, kerjasama joint development antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industries untuk pengembangan pesawat CN generasi terbaru menambah daftar panjang yang membuktikan betapa nyatanya kerjasama yang ingin Turki wujudkan.

Bahkan selain pengembangan pesawat untuk CN 245, dua perusahaan yang bermitra itu juga sedang memulai pengembangan pesawat nirawak alias drone kelas medium altitude long endurance untuk kepentingan patroli di wilayah perbatasan.

"Jadi dari data tadi ada beberapa kerja sama yang dilakukan dengan Turki tampak sekali bahwa kita cukup maju untuk kerja sama industri strategis dengan Turki dan kita sudah banyak melakukan kerja sama untuk development dan production," papar Menlu Retno.

Tak berhenti di situ, Turki bahkan menginginkan kerjasama dikembangkan lebih jauh hingga menjangkau ke level pemasaran.

Misalnya, saja untuk produk-produk industri strategis yang dihasilkan dari kemitraan perusahaan dari dua negara, Turki menyatakan berkomitmen untuk memasarkannya di wilayah Timur Tengah dan Eropa. Sementara Indonesia diharapkan memegang pasar untuk wilayah Asia Pasifik khususnya kawasan ASEAN.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun turut membenarkan bahwa potensi perdagangan sektor industri strategis Indonesia-Turki sangat besar dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Saya juga surprise, mereka ternyata 'advance' untuk industri strategis. Saya yakin pesawat F35 milik Amerika dan pesawat serupa yang dikembangkan oleh Turki tidak kalah teknologinya," ucap Enggartiasto.

Oleh karena itulah, peluang itu akan digarapnya dalam sebuah kerja sama di bidang alutsista untuk meningkatkan volume perdagangan dua negara.

Ingin Akselerasi Turki menjadi bukti betapa sebuah kerja sama atau kemitraan bukan sekadar sesuatu yang menjadi bahan bahasan di meja diplomasi. Melainkan diwujudkan dalam hal yang riil di lapangan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani sendiri misalnya melihat Turki sebagai peluang pengembangan pasar dan sumber investor yang besar dalam berbagai bidang.

Hanya saja ia meminta perlunya bagi Pemerintah RI untuk mulai menghapus hambatan perdagangan termasuk tarif atau bea masuk sejumlah komuditas strategis antara kedua negara.

http://www.offiziere.ch/wp-content/uploads-001/2015/10/TAI-Anka.pngUAV TAI Anka

"Sebagian besar masalah soal harmonisasi kebijakan. Untuk pelaku usaha Turki sendiri kami melihat mereka cukup puas dengan beberapa investasi di Indonesia tapi mereka ingin akselerasinya lebih cepat," kata Rosan.

Serupa disampaikan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan yang ingin meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara secara konkret.

"Pada 2016 naik menjadi 6 miliar dolar, angka baik tapi tak cukup memadai karena kita mempunyai potensi besar. Kita telah memliki target untuk memiliki volume perdagangan 10 miliar dolar AS," kata Erdogan.

Barangkali Turki memiliki banyak kesamaan dengan Presiden Joko Widodo yang selalu ingin sebuah kerja nyata.

Wajar jika kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Turki menjadi harapan yang amat besar khususnya bagi sebagian pelaku industri strategis untuk bisa mewujudkan rencana besarnya dalam mengkontribusikan kinerjanya bagi perekonomian Indonesia. (rzy)

  Okezone  

Kemenangan TNI Berdampak Besar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaTy6_kdZr3mS6KeL5PdabvAv311Tukf5J_HjYARI6jLLZNBOvp1b_K6HB0E_KNPCV9mzwnQ1s1_tJKvKgCckeJn7a1ZnMqTo37Ks28i2_6LIsAEVWIditLKG6Y0emBaPRPIcSNe_37lGw/s1600/aasam-3.jpgAksi Kontingen Indonesia pada ajang AASAM 2017

Pasukan TNI kembali menorehkan prestasi di dunia internasional. Prajurit dari TNI Angkatan Darat menjadi juara umum dalam Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017 di Australia, Mei 2017.

Kemenangan tersebut tak hanya menjadi kebanggaan buat TNI. Tapi juga buat PT Pindad. BUMN yang mengkhususkan diri dalam industri teknologi pertahanan ini secara tak langsung terlibat dalam kemenangan TNI.

Ini karena senjata yang digunakan prajurit TNI merupakan bikinan Pindad. “Makanya, saya berterima kasih ke TNI,” ujar Direktur Utama PT Abraham Mose.

Abraham, yang belum genap setahun menggantikan Silmy Karim, menilai kemenangan TNI ini melempangkan jalan buat Pindad menguasai bisnis teknologi pertahanan. Bagi Abraham, target ini bukan sesuatu yang mustahil dicapai.

Pertengahan Juni 2017, Abraham menerima kunjungan Liputan6.com di kantor PT Pindad, kawasan Kiara Condong, Kota Bandung, Jawa Barat.

 Produk Utama Pindad 
http://ikahan.com/wp-content/uploads/2012/06/02-AASAM-2012.jpg[Ikahan]

 TNI menang di AASAM 2017 dan mereka menggunakan senjata Pindad. Apa pengaruhnya?

Prajurit kita menggunakan senjata dan pistol dari Pindad. Ini yang ke-10 kalinya, Indonesia memenangkan turnamen ini. Ini secara tidak langsung menjadi strategi mengenalkan produk Pindad keluar negeri. Sebab, setelah itu, negara itu (saingan TNI di AASAM 2017, red.) datang ke Pindad.

 Berarti berdampak besar?

Dampaknya sangat besar, makanya saya berterima kasih ke TNI. Ini jadi strategi kami, spread the wing untuk menguasai pasar di bidang industri pertahanan.

 Apa sih produk terlaris dari Pindad?

Yang terlaris itu amunisi. Kemudian senjata dan pistol. Tapi kalau bicara produk paling laris, sudah pasti SS2 dan SS1.

 Kenapa bisa laris?

Kalau bicara teknologi, kurang lebih sama. Kalau bicara material, saat ini kita juga masih beli material dari luar negeri. Mungkin dari sisi desain.

 Desainnya bagaimana?

Karakteristiknya kami sesuaikan dengan karakteristik pengguna dan iklim di Indonesia. Kami selalu berdiskusi dengan pengguna, dalam hal ini TNI. Mereka yang tahu karakteristik yang mereka butuhkan untuk bertempur.

 Apakah ada produk Pindad, tapi tidak dibuat negara lain?

Banyak. Panser dan tank untuk gurun.

 Itu kan bukan spesifikasi utama Pindad?

Spesifikasi kami tidak ke arah sana, tapi bukan berarti kita tidak bisa. Saat ini, kami inovasi atas permintaan mereka.

 Cuma untuk gurun?

Ada tank boat. Itu produk Pindad yang khusus digunakan di kawasan perairan Indonesia.

 Tank boat bisa dimodifikasi juga?

Ada permintaan dari Timur tengah untuk bekerja sama mengembangkan produk tank boat. Tentunya menyesuaikan karakteristik negara di sana.

 Target Utama Pindad 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNvzR2F0quwGV3FYNrG7D1RwZ7lh-wI3ND3Xp6lzlRriWPBIoCAUK6VcT19HJkuxj77Dr4t4l3lGyT2HLEMTRGLLUfJtVn8a_pf2AOGKK3jlTfnTHpYgHib2qxzM3DmWrZcnRu2S0_21-h/s1600/C_ZQUuxXYAEpSpo+sweeneygov.jpgKaplan MT [FNSS]

 Dengan kata lain, kemenangan ini jadi cara Pindad untuk menguasai bisnis teknologi militer?

Kami berpatokan ke visi Pindad. Di 2023, kami menjadi industri yang unggul dan industri yang terbesar di Asia dalam bidang industri pertahanan.

 Memang mungkin?

Ini sangat mungkin. Kalau kita berbicara Pindad, perusahaan ini ada sejak 1808. Jadi kalau bicara penguasaan teknologi, bicara profesionalisme, bicara keahlian untuk memproduksi senjata, rasanya dengan waktu yang panjang itu kita sudah kuasai.

 Sejauh ini Pindad sudah cukup menguasai industri pertahanan?

Tidak serta merta. Kami harus punya strategi. Strateginya adalah dengan melakukan dua pendekatan. Pertama, terus berinovasi secara internal. Sisi lain strategi kita adalah melakukan ekspansi pasar, dengan melakukan strategic partnership.

 Inovasinya dengan menghasilkan produk baru?

Ini sudah menjadi KPI kami sebagai BUMN. Minimal dua produk inovatif yang harus kita luncurkan. Tahun ini kami punya rencana (produk baru) di bawah 10 produk

 Apa saja produk baru Pindad?

Di Industri pertahanan kita akan launching produk baru kita, yang disebut senjata serbu bawah air, sniper yang baru, kemudian ada pistol. Kalau pistol dan senjata mungkin ada empat atau lima buah. Jadi kurang lebih ada sembilan produk inovatif.

Kalau untuk bidang industrial, produk-produk Alsintani, yang kemarin di Aceh dalam pameran pertanian.

 Kalau bicara peminat, siapa peminat Pindad?

Kalau berminat yang membeli produk Pindad sudah banyak. Dari Timur Tengah, Eropa, kemudian dari Australia, dan lain-lain. Tentunya, kami tetap melihat, bagaimana regulasi. Kami juga harus mengutamakan keunggulan dalam negeri.

 Pasar Produk Pindad 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiCMocePPbYoJtgWzOYsPY2vrl-Ltqs5okQSFmbQAdT_TtfaoHmd171EJKRh-FAcXNlsoAaljWpl6Maa2qAN_A_wyoNQXLOwNQycIRSbxxAxFyCIAe7Bi3qJkxkSZByC5dDXJpclKtyb7V/s1600/IMG-20170705-WA0007.jpgKendaraan pertanian produksi PT Pindad [def.pk]

 Memang target market-nya ke mana saja?

Saat ini, market yang menjadi sasaran adalah Timur Tengah, sebagian dari Asia Tenggara. Itu sudah ada beberapa kontak. Mudah-mudahan tahun ini juga akan punya kontrak untuk ekspor amunisi ke beberapa negara di Asia Tenggara dan Timur tengah.

 Pasti ada saingan?

Ada. Tapi kami punya strategi. Karena industri pertahanan itu segmen tersendiri. Hanya beberapa industri pertahanan yang punya kemampuan unggul.

Sehingga kami memilih melakukan strategic partnership dengan beberapa negara dan vendor yang unggul.

 Yang jadi partner?

Mereka tahu Indonesia punya kemampuan. Karena kami juga butuh beberapa material dari mereka, butuh teknologi bahan dari mereka.

 Konkretnya seperti apa?

Misalnya konsep joint marketing dan joint production. Itu sudah berjalan. Salah satunya dalam waktu dekat kami akan kerja sama membangun munisi di Turen (Malang).

 Selain itu?

Kami akan kerja sama, mungkin senjatanya merek Pindad dan kami bisa menjual produk itu di luar.

 Negara mana saja yang mau kerja sama?

Beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

 Apa sih hambatan Pindad?

Untuk memasarkan produk pertahanan, ada satu regulasi yang kita sadari kita tidak bisa melanggar. Karena ini bicara ujung-ujungnya kedaulatan negara. Sehingga apapun kita harus izin dulu jika kita akan ada kerja sama atau penjualan produk.

 Tapi sudah ada solusi?

Dengan melakukan strategic partnership itu, kami bisa menjual produk di dalam negeri, kami juga bisa menjual ke luar negeri dan ini sudah berjalan.

  Liputan 6  

Jumat, 07 Juli 2017

Indonesia dan Turki Kerja Sama Buat Kapal Selam dan Drone

Sepakat kembalikan trend positif File:Chegada do submarino NRP Tridente à Base Naval do Alfeite.jpgIlustrasi kapal selam U214 [wikipedia]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia dan Turki adalah dua negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerja sama. Untuk itu, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyampaikan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa bidang kerja sama konkrit yang dapat diprioritaskan, antara lain di bidang perdagangan dan investasi, pertahanan, energi, serta memerangi terorisme.

Kita telah sepakat berupaya mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi, antara lain melalui negosiasi Indonesia – Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), pengurangan atau pengakhiran hambatan perdagangan, dan penciptaan iklim investasi yang kondusif,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama Presiden Erdogan, di Istana Kepresidenan Turki, Ankara, pada hari Kamis (6/7) siang waktu setempat.

Kepala Negara menambahkan, Indonesia menyambut baik hasil konkrit kerja sama industri pertahanan, berupa peluncuran tank kelas menengah kpaplan, produksi bersama Indonesia dan Turki, dan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry untuk kerja sama di bidang kedirgantaraan.

Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerja sama di bidang pembuatan kapal selam dan drone, dan ini juga akan ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara,” sambung Presiden.

Mengenai penguatan kerja sama di bidang energi, menurut Presiden Jokowi, saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia, antara lain melalui penggunan powership atau kapal penyedia pasokan listrik.

 Soal Qatar dan Dukungan Pencalonan Indonesia 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBZLfwwPjSQ1cqXuKhQMU2s8Dka1UmEA4V6iDlDpFzTUrDHRQ7vVoVHcAGB-ca3n1BHJBX0Jt2WwxbUZUTZfCvXWF-wWAtFfZXUdlwNujzLYX22ZJDdYJYhYozLTRIirKH41D19oDY_34/s1600/UAV+-+anka_2.jpgIlustrasi UAV ANKA [google]

Selain isu bilateral, Presiden Jokowi menyampaikan, dalam pertemuan dengan Presiden Erdogan itu telah dibahas berbagai isu dunia, antara lain masalah Qatar. “Kita harapkan ini bisa kita selesaikan melalui komunikasi dan dialog-dialog yang baik negara-negara yang memiliki masalah,” ujarnya.

Sedangkan mengenai pemberantasan terorisme, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia dan Turki telah meningkatkan kerja sama melalui informasi intelijen dan pembangunan IT sistem intelijen, sehingga memudahkan kedua negara bekerjasama dalam rangka memberantas terorisme.

Mengakhiri pernyataan persnya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas dukungan Turki terhadap pencalonan Indonesia pada DK PBB untuk tahun 2019-2020. Selain itu, Presiden Jokowi menyambut baik penandatanganan kerja sama antara Indonesia dan Turki.

Saya menyambut baik ditandatanganinya dua dokumen kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Turki yaitu di bidang kesehatan dan peluncuran perundingan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Presiden Erdogan menyampaikan, Indonesia dan Turki memiliki hubungan sejarah, kebudayaan dan hubungan antar masyarakat yang panjang antar sebuah bangsa. “Saya harap ini dapat menjadi aset untuk memperkokoh kerja sama,” kata Presiden Erdogan.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan antara lain Menteri Koordinator Bidang Polhukam Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Kepala BNPT Suhardi Alius.

  ★ Setkab  

Selasa, 04 Juli 2017

Nigeria Bahas Pengadaan Kapal Perang Buatan PAL Indonesia

SSV PAL Indonesia [PAL]

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan Nigeria sedang menjajaki pengadaan kapal perang buatan PT PAL Indonesia (Persero).

"Nigeria tertarik mendatangkan kapal perang buatan Pal Indonesia. Kedua pihak sudah melakukan pembicaraan untuk pengadaannya," kata Harry di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Menurut Harry, jenis kapal perang yang akan dibangun PAL masih belum ditentukan apakah Perusak Kapal Rudal (PKR) atau Strategic Sealift Vessel (SSV).

"Realisasi pengadaan kapal perang ini akan disesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran dari negara tersebut. Jika tahun ini (2017) terjadi kesepakatan maka kemungkinan kapal pesanan Nigeria diperkirakan bisa diselesaikan dan diserahkan pada tahun 2019," kata Harry.

Ia menjelaskan sejumlah negara di Afrika juga tertarik mendatangkan kapal perang buatan Pal Indonesia yang berlokasi di Surabaya itu.

"Meskipun di Afrika Selatan ada perusahaan pembuat kapal laut, namun sejumlah negara di kawasan itu lebih tertarik kapal perang Pal," ujarnya.

Sebelumnya, Pal Indonesia telah membuktikan kemampuannya untuk memenuh pesanan kapal perang yang merupakan buatan anak bangsa.

Pada September 2016, perusahaan mengekspor kapal perang pesanan Filipina jenis SSV.

Kapal perang dengan kecepatan maksimal 16 knot itu diberi nama Davao Del Sur.

Spesifikasi umum kapal SSV itu termasuk panjang 123,0 meter, lebar 21,8 meter, serat air 5 meter, bobot 7.200 ton, dan daya angkut 621 orang.

Dengan suksesnya ekspor kapal perang ke Filipina itu mengundang investasi berupa pesanan kapal perang serupa dari negara lainnya.

  ⚓ Antara  

Jumat, 30 Juni 2017

Pindad Kembangkan Teknologi Teleskop Khusus Sniper

https://ilhazi.files.wordpress.com/2016/09/59706-penembakrundukkopassusboytriks.jpg?w=700Ilustrasi senjata Pindad

PT Pindad (Persero) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) andalan untuk menciptakan alat-alat dan sistem pertahanan Indonesia. Terbaru, Pindad tengah menjajaki pengembangan teleskop khusus untuk Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senjata penembak jarak jauh.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengaku, rencana pengembangan ini ‎dilakukan karena dirinya kagum dengan percepatan perkembangan teknologi pertahanan di dunia, khususnya di Israel. Saat ini, Israel tengah mengembangkan teknologi teleskop yang mampu meningkatkan akurasi para penembak jitu.

"Jadi jarak 1-2 kilometer (km) secara kasat mata kita sudah pas, tapi kalau teleskop itu belum pas, senjata itu tidak bisa menembak. Jadi kalau sudah benar-benar pas, baru kena. Ini meningkatkan akurasi," kata Abraham saat berbincang dengan Liputan6.com seperti ditulis, Kamis (29/6/2017).

Melihat hal itu, Abraham bertekat untuk tidak mau kalah dengan apa yang dibuat oleh Israel. "Itu pengembangan teknologi baru yang tengah dilakukan di Israel. Kia lagi coba," tegasnya.

Tak hanya itu, teknologi canggih yang direncanakan Abraham untuk bisa dikembangkan Pindad adalah teknologi kamera tembus pandang.

Dijelaskan Abraham, teknologi ini terpasang di gawai sejenis i-Pad. Dalam penggunaannya, i-Pad ini hanya ditempelkan di sebuah dinding ruangan sisi luar. Hanya saja, di layar i-Pad tersebut terpampang gambar situasi yang ada di dalam ruangan di balik dinding tersebut.

"Saya melihat sendiri demonya waktu itu. Ini akan mendukung menangkap teroris, bagaimana menyelamatkan sandera oleh teroris‎," tegas dia.

  Liputan 6  

Jumat, 23 Juni 2017

Proyek Strategis Nasional

✈ Bertambah 55 Proyek dan 1 Program Industri Pesawat Terbang ✈ NC-212i di Hanggar PT DI [uranus398]

Tanggal 15 Juni 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang merupakan proyek infrastruktur sebagai upaya mewujudkan Nawacita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebelumnya, pada tanggal 31 Mei 2017, Presiden Jokowi telah pula menetapkan Perpres Nomor 56 Tahun 2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional, dalam upaya percepatan pengadaan tanah yang dikuasai masyarakat dan meminimalisasi dampak sosial yang timbul terhadap masyarakat sebagai akibat dibebaskannya lahan masyarakat dimaksud untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional.

Hal utama dalam perubahan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tersebut adalah bahwa pembiayaan dalam pembangunan PSN dapat pula dilakukan melalui non anggaran pemerintah. “Proyek Stategis Nasional yang bersumber dari non anggaran Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” bunyi Pasal 2 ayat (4) Perpres Nomor 58 Tahun 2017.

Terkait dengan Rencana Tata Ruang Wilayah, terhadap lokasi Proyek Strategis Nasional yang tidak berkesesuaian dengan rencana tata ruang kabupaten/kota atau rencana tata ruang kawasan strategis nasional, sesuai Pasal 19 ayat (3), Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat memberikan rekomendasi kesesuaian tata ruang atas lokasi PSN.

Sedangkan untuk penetapan tanah lokasi PSN, sesuai Pasal 21 Ayat (4), dilakukan oleh Gubernur. “Tanah yang telah ditetapkan lokasinya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak dapat dilakukan pemindahan hak atas tanahnya oleh pemilik hak kepada pihak lain selain kepada Badan Pertanahan Nasional,” bunyi Pasal 21 ayat (5).

Dalam hal jangka waktu penetapan lokasi dimaksud, sesuai Pasal 21 Ayat (6), telah berakhir dan penyediaan tanah untuk pelaksanaan Proyek Strategis Nasional belum selesai, gubernur memperbaharui penetapan lokasi Proyek Strategis Nasional untuk jangka waktu 2 (dua) tahun.

Seluruh dokumen yang telah ada sebelum pembaharuan penetapan lokasi Proyek Strategis Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (6), menjadi dokumen penyediaan tanah untuk Proyek Strategis Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” bunyi Pasal 21 ayat (7).

Adapun dalam rangka penggunaan barang dan/atau jasa dalam negeri, sesuai Pasal 24 ayat (2), Penanggung Jawab PSN dapat bekerja sama dengan badan usaha nasional dalam negeri dan/atau badan usaha asing yang memiliki komitmen dalam pengembangan peralatan dan komponen, sumber daya manusia, dan transfer teknologi yang diperlukan dalam pelaksanaan PSN.

Sebagai informasi, dalam Lampiran Perpres Nomor 58 Tahun 2017 berdasarkan hasil evaluasi atas kelayakan dan perkembangan Proyek Strategis Nasional, perhitungan proyek sudah selesai sebanyak 20 Proyek, proyek dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional sebanyak 15 proyek, serta 55 proyek baru dan 1 program industri pesawat terbang masuk menjadi Proyek Strategis Nasional, sehingga total daftar Proyek Strategis Nasional menjadi 245 Proyek, 1 program kelistrikan, dan 1 program industri pesawat terbang.

  Setkab  

Minggu, 18 Juni 2017

Alat Perang Buatan Indonesia Diakui Dunia

✈ MAST 2017 ✈ N219  [PTDI]

Lima BUMN Industri Strategis asal Indonesia hadir di ajang Conference, Exhibition and Community Network Enabler, MAST ASIA for Defence, Security and Safety, yang digelar di di Makuhari Messe Chiba, Tokyo Jepang, pada 12 – 14 Juni 2017.

MAST (Maritime/Air Systems & Technologies) ASIA 2017 adalah pameran pertahanan terbesar di Jepang dengan format pameran dan konferensi internasional yang membahas pertahanan laut, pertahanan udara, operasi keamanan dan teknologi dari berbagi perspektif.

Di bawah koordinasi Kementerian BUMN RI dan kerjasama kedutaan besar Indonesia di Jepang, lima BUMN Industri Strategis yang hadir dalam ajang MAST ASIA 2017 tersebut yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT DAHANA, PT Len Industri dan PT Pal Indonesia.

"Dengan pameran ini, kita perlu menunjukan kepada dunia kemampuan anak bangsa dalam memproduksi paralatan Alutsista, baik dalam hal kapasitas desain, pengembangan dan produksinya," ujar Dubes RI untuk Jepang, Ir. Arifin Tasrif, saat mengunjungi Paviliun Indonesia.

Wakil Menteri Pertahanan Filipina, Mr Elefante, turut hadir mengunjungi Paviliun Indonesia. Elefante dalam kesempatan itu mengemukakan selama ini Indonesia telah turut andil dalam membantu negaranya dalam melengkapi persenjataan militer di Filipina.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/03/BRP_Tarlac_homebound.jpgSelain mengucapkan terimakasih, Elefante pun mengungkapkan bahwa Pemerintah Filipina telah membeli beberapa pesawat terbang dan beberapa unit kapal SSV (Strategic Sealift Vessel) untuk melengkapi peralatan persenjataannya.

Dan ia merasa merasa puas atas teknologi dan mutu pesawat atau kapal yang dibuat oleh Indonesia.

Selain pejabat militer Philipina, beberapa pejabat militer dari Negara lainpun turut menyempatkan hadir ke Paviliun Indonesia.

Para tamu penting negara lain pun kagum terhadap industri pertahanan Indonesia. "Banyak yang langsung mengatakan kagum terhadap industri pertahanan Indonesia yang telah berkembang dan maju dalam menghasilkan peralatan Alutsista," kata Mamat Ruhimat Sekretaris Perusahaan PT DAHANA (Persero) dalam siaran pers.

Paviliun Indonesia, menghadirkan produk-produk unggulan dari industri strategis, seperti PT Pindad yang menampilkan produk-produk senjata, munisi dan kendaraan tempur, seperti tank boat, Taktis Sanca, Komodo 4 x 4, Panser Badak, Panser Anoa Amphibi, Senapan SS2 V7, SS2 V4, SM2, Pistol G2 Premium, P3 serta munisi.

PT Dirgantara Indonesia menampilkan produk andalannya, seperti CN235-220, NC212i, dan juga produk terbaru karya anak bangsa N219 dan N245.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE7K9RJ-YVTQpprQotFLNdL9E1JEv7ZNv7r8Bdz1fwJ9SjoTSwBWz2VVHUgrhRBvG3I_X5JOTyx0K9YetHu-qA7azJs1wrvW2FszWxr4dzStu_oeA9WCl_wnFM-Epe_jHLlRuQy3nQ9zf-/s1600/KRI+628+RAN.jpgKemudian, PT DAHANA (Persero) pun menampilkan Bomb P 100 Live untuk pesawat Sukhoi serta Roket RHan 122 dan 450 yang merupakan hasil kerja sama dalam konsorsium roket nasional.

Selain itu, perusahaan inipun juga menghadirkan beragam produk bahan peledak, seperti bahan peledak Dayagel Sivor yang telah diekspor.

PT Len Industri (Persero) pun ikut ambil bagian dengan menampilkan Communication System, Command & Control System, Sensor System, Integration System and Learning Management System.

PT PAL Indonesia (Persero) diantaranya KCR 60 atau yang lebih di kenal Kapal Cepat Rudal 60 meter. PKR 105 (Perusak Kawal Rudal 105 meter frigate), produk pengembangan dari KCR 60 dan SSV 123 yang merupakan alutsista matra laut perdana yang telah diekspor ke Philipina.

  Rimanews