Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Juni 2017

Unimal Biaya Penelitian Listrik Pohon Kedondong

Penemuan listrik dari pohon kayu

Universitas Malikussaleh (Unimal), Provinsi Aceh akan menyediakan dana pendamping untuk penyempurnaan penelitian inovasi energi listrik dari pohon kedondong (spondias dulcis forst).

Pembina Inkubator Bisnis CDC Universitas Malikussaleh, Ibrahim Qamarius di Lhokseumawe, Selasa mengatakan pendampingan tersebut sebagai bentuk partisipasi Unimal untuk mendukung penelitian inovasi listrik yang ditemukan oleh Naufal Raziq.

Naufal Raziq adalah siswa kelas 3 MTs Negeri 1 Langsa, Kota Langsa, Aceh yang menemukan listrik dari pohon kedondong.

Temuan ini telah diujicobakan di 60 rumah di Desa Tampur, Kecamatan Air Jernih, Aceh. Desa yang tak memiliki akses listrik, kini terang dengan listrik dari pohon kedondong.

Unimal juga telah ditunjuk oleh Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk melakukan penelitian penyempurnaan inovasi listrik dtersebut.

Ibrahim mengatakan Unimal akan menyediakan dana pendamping untuk penyempurnaan penelitian listrik dari pohon kedondong.

Rektor Unimal Prof Dr Apridar, MSi mengharapkan penelitian dapat dilaksanakan tepat waktu dengan hasil penelitian yang maksimal dan dapat dipublikasikan pada jurnal internasional, katanya.

"Selain itu Rektor Unimal meminta tim peneliti untuk segera menyusun rencana kerja, peta jalan penelitian dan langsung turun ke lapangan, yang rencananya Rektor Unimal juga akan meninjau ke lokasi bersama tim peneliti," katanya.

Sebelumnya, Pembina Inkubator Bisnis CDC Unimal, Ibrahim Qamarius diundang oleh Direktur PPBT, Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Retno Sumekar untuk membicarakan pendampingan inovasi itu karena inovasi tersebut masih purwarupa (prototype) sehingga perlu dilakukan penelitian penyempurnaan.

Selain itu, Unimal juga akan mendampingi Naufal untuk mempersiapkan agar inovasi tersebut mendapat pendanaan dari Program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kemenristekdikti tahun 2018, dan bantuan lainnya.


  ★ antara  

Senin, 22 Mei 2017

Pembuat Listrik Kedondong Diundang Menteri Jonan

Siswa penemu listrik pohon kedondong, energi baru dan terbarukan (EBT)Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kanan) berbincang dengan penemu energi listrik dari pohon kedondong Naufal Raziq di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (19/5/2017). (ANTARA Foto/Aprillio Akbar)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima kedatangan Naufal Raziq, siswa berusia 15 tahun asal Langsa, Provinsi Aceh, yang menjadi penemu energi listrik dari pohon kedondong pagar.

"Harapan Pak Menteri, temuan Naufal dapat digunakan masyarakat dan dimanfaatkan khususnya di Indonesia dan desa-desa terpencil," kata Naufal di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Siswa kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa itu menceritakan bahwa Menteri Jonan menilai penemuan energi listrik dari pohon kedondong itu termasuk energi baru dan terbarukan (EBT).

Kepada Menteri ESDM, Naufal juga menceritakan bahwa energi listrik yang ditemukannya sudah terhubung ke sebagian rumah di desa terpencil Tampur Paloh, Aceh Timur, dan akan dikembangkan agar penemuan itu bisa dimanfaatkan untuk skala yang lebih besar.

Ia pun menceritakan penemuan tersebut berawal dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang didapatkan saat masih di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah dua tahun lalu bahwa buah asam, seperti kentang, jeruk dan mangga dapat menghasilkan energi listrik sederhana.

Penemuan tersebut juga dilakukan bertahap dengan mencoba berbagai macam pohon buah, mulai dari mangga, belimbing, asam jawa hingga akhirnya menemukan pohon kedondong pagar yang memiliki keunggulan dibanding buah lainnya, kata Naufal.

"Masing-masing pohon itu ada keunggulannya. Kenapa kedondong pagar? Karena, memiliki batang yang besar, mudah tumbuhnya, jika kita kupaskan kulitnya dia tidak busuk malah menyembuhkan dirinya, recovery," ujarnya.

Ia menjelaskan satu lubang pada pohon kedondong pagar bisa menghasilkan tegangan listrik satu volt (1 V), dan satu pohon kedondong dapat dibuat menjadi empat lubang yang bisa menghasilkan energi 4 V.

Untuk menyalakan satu lampu, ia menambahkan, setidak-tidaknya dibutuhkan empat pohon kedondong pagar yang sudah dipasang tembaga dan logam.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) akan memberi bantuan pendanaan guna mengembangkan penemuan Naufal menjadi energi listrik berskala besar.

 Berikut video dari Youtube : 


   antara  

Kamis, 18 Mei 2017

RI-Lithuania Duet Bareng Kembangkan Energi Terbarukan

RI-Lithuania Duet Bareng Kembangkan Energi TerbarukanIlustrasi Foto: Rengga Sancaya

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM menyepakati kerja sama bidang energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) dengan Lithuania di Istana Presiden Republik Indonesia kemarin.

Komitmen kerja sama ini dituangkan dalam penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Energi Lithuania Zygimantas Vaiciunas, yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Lithuania Dalia Grybauskaite.

Melalui penandatanganan MoU ini diharapkan investasi langsung dari Lithuania di subsektor EBTKE bisa ditingkatkan. MoU juga ditargetkan mendorong kerja sama bisnis Indonesia-Lithuania dalam bentuk proyek bersama, dialog kebijakan energi, alih teknologi, penelitian dan pengembangan hingga capacity building.

Setelah penandatanganan MoU di Istana Presiden tersebut, siang harinya dilakukan Indonesia-Lithuania Business Energy Forum di kantor Kementerian ESDM, yang dibuka oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

"Penandatanganan MoU yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Dalia Grybauskaite pagi tadi sebagai milestone penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara," kata Arcandra dalam keterangan tertulis, Kamis (18/5/2017).

Arcandra menyampaikan bahwa kerja sama ini salah satunya akan difokuskan pada pengembangan biomassa. Ia menjelaskan, biomassa punya peran vital dalam bauran energi Lithuania.

"Saya juga secara pribadi merasa kagum atas keberhasilan Lithuania dalam mengelola biomassa sehingga menjadi pangsa pasar yang kompetitif. Indonesia harus belajar dari mereka," ungkapnya.

Lithuania memiliki sistem Biomass Exchange di mana pasar biomassa menjadi transparan, efisien, mendorong kompetisi dan mengeliminasi perbedaan-perbedaan harga biomass. Harga rata-rata biomassa di Lithuania pada tahun Agustus 2012 sebesar 193 Euro per ton, sedangkan pada bulan Agustus 2016 telah turun menjadi 113 Euro per ton (turun 40%).

Penurunan harga biomassa berdampak terhadap harga biaya penggunaaan pemanas yang turun sebesar 28%. Saat ini, Lithuania memiliki teknologi biomassa yang telah dikembangkan oleh 20 perusahaan yang beroperasi di bidang industri biofuel (design, manufacturing dan ekspor barang jadi).

Kerja Sama ini, lanjut Arcandra, merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam memenuhi target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.

"Saya yakin kolaborasi ini akan menginspirasi lebih banyak kegiatan inovatif di masa depan dan mendorong inovasi dan pengembangan teknologi kedua belah pihak," pungkasnya. (mca/ang)

   detik  

Minggu, 14 Mei 2017

Kisah Mengemudi Kapal SSV Kedua Filipina

✬ Demi NKRIMuhammad Munip, Nahkoda Kapal Perang Ekspor Kedua Filipina (Antara Jatim)Muhammad Munip, Nahkoda Kapal Perang Ekspor Kedua Filipina. [Antara Jatim]

Tak melihat nilai nominal materi yang ditawarkan kepada dirinya, dan hanya ingin memiliki rasa kebanggaan terhadap karya anak bangsa, Kapten Munip menerima tawaran menjadi nakhoda ekspor kedua kapal perang ke Manila, Filipina, buatan PT PAL Indonesia.

Keinginan pria kelahiran Bangkalan, Madura, 13 Juli 1978, menjadi nakhoda kapal perang ekspor kedua itu hanya satu, ingin menunjukkan baktinya sebagai anak bangsa dengan turut berpartisipasi memegang kendali kapal perang saat dikirim ke negeri seberang.

Tentunya keinginan itu membawa risiko bagi suami Umi Nuraini ini, dia harus menolak beberapa kontrak dan tawaran menakhodai kapal niaga yang memiliki nilai tawaran materi yang lebih tinggi dari pihak swasta.

Namun demikian, itu sudah menjadi keputusan dan tekad bapak tiga anak ini untuk turut mengantarkan kapal perang eskpor kedua dengan menjadi kapten kapal.

Pria dengan catatan berlayar puluhan kali ke beberapa negara tersebut mengaku, selain memiliki rasa bangga, pemilik nama lengkap Muhammad Munip ini juga ingin mempunyai pengalaman dalam memegang kendali kapal perang.

Ini adalah pengalaman pertama saya menakhodai kapal perang, selain bangga dengan produk dalam negeri, saya juga mendapatkan ilmu dan teman-teman baru di anjungan kapal,” kata ayah dari Ayyesa Abiyu Munif ini.

Munip mengatakan, secara umum memegang kendali kapal perang dan kapal niaga tidak beda jauh dengan kapal-kapal lainnya, namun ada nilai tambah yang memotivasi dirinya ingin menjadi nakhoda kapal perang pada ekspor kedua kali ini.

Apalagi, kata dia, kapal perang yang dinakhodainya kali ini adalah hasil buatan anak negeri dan merupakan pelayaran bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Hal itulah yang membuat saya mau mengambil tawaran dari PT PAL Indonesia untuk menakhodai pengiriman atau ekspor kapal perang kedua ke Filipina,” kata Munip yang mempunyai sertifikat pelayaran golongan tinggi ANT I atau kelas 1.

Tawaran itu, kata dia mulai diterima saat kapal perang jenis “Strategic Sealift Vessel” (SSV) melakukan uji coba hingga selesai pengiriman atau ekspor ke Filipina.

Dalam prosesnya, Munip mengaku kagum dengan produk PT PAL Indonesia, karena selama memegang kendali kapal yang telah diberinama negara pemesan Davao Del Sur itu teknologinya sangat tinggi di kelasnya, dengan stabilitas kapal yang teruji, meski menghadapi ombak mencapai 2 meter hingga 3 meter.

Selama menakhodai, mulai dari “frist sea trial” pada Februari, Maret dan April 2017, kapal ini adalah “hitech vessel” dan saya kagum karena buatan dalam negeri,” katanya.

Kebanggaan bercampur kekaguman itulah, kata Munip, yang tidak bisa ditukar dengan tawaran materi tinggi saat memegang kendali kapal perang ekspor kedua PT PAL Indonesia.

 Produk Dalam Negeri 
https://assets.rappler.com/A21433DA47E04F44B612F217C593747E/img/9A54EAF7E6E547D9BD5E627AD99E5D9E/ARRIVAL_CEREMONY_OF_LD_DAVAO_DEL_SUR_602.jpgSSV BRP Davao del Sur LD 602 [rappler]

Munip mengaku, produk dalam negeri khusus kapal sudah sangat layak disandingkan dengan beberapa produk sejenis buatan negara unggulan, seperti Korea Selatan, Belanda dan Jerman.

Dari catatannya selama memegang 21 kapal berteknologi tinggi buatan beberapa negara, Munip mengapresiasi produk buatan PT PAL Indonesia, karena secara sistem dan teknologi sudah sangat layak.

Sehingga, pria dengan catatan 20 lebih sertifikat pelayaran ini mengaku tidak salah apabila Filipina mengakui produk PT PAL Indonesia bagus dan memiliki keandalan dalam bidang teknologi perkapalan.

Kapal SSV-2 pernah dihajar ombak sampai oleng, dan airnya hingga sampai ke anjungan saat percobaan keandalan di Perairan Bawean, namun bisa kembali ke posisi semula dengan kestabilan cukup bagus,” katanya.

Selain itu, saat melakukan manuver dengan segala kondisi, kapal yang memiliki panjang 123 meter dan lebar 21 meter itu juga mampu kembali stabil seperti semula.

Sebelumnya, Pejabat Pelatihan Anak Buah Kapal (ABK) Filipina Bonifacio Manzano juga mengaku secara umum operasional mesin kapal sangat bagus dan layak, sehingga tidak mengalami kendala berarti selama perjalanan kapal dari Surabaya ke Manila.

Secara umum tidak ada masalah untuk mesin kapal selama perjalanan, dan saya rasa sangat bagus mesin dan perjalanan ini,” kata Manzano yang juga Palaksa Kapal BRP Davao Del Sur LD 602.

Spesifikasi dua kapal perang SSV buatan PT PAL Indonesia yang dikirim ke Filipina memiliki daya tampung 621 penumpang, serta mampu bertahan di lautan selama 30 hari dengan bobot maksimal 7.200 Ton.

Kapal memiliki kecepatan 16 knots dengan mesin pendorong 2 X 2,920 kW, dan mampu menampung tank, kendaraan tempur, mobil rumah sakit, hingga kapal patroli dan transporter, dan merupakan kapal hasil inovasi dari produksi kapal alih teknologi dengan Korea Selatan.

  ⚓ antara  

Jumat, 12 Mei 2017

PT DI Kerjasama Dengan TAI

Pengembangan Pesawat dan Drone Pada perhelatan International Defence Industry Fair (IDEF) 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 9-12 Mei 2017 di Istanbul, Turkey, Direktur Utama PTDI, Budi Santoso menandatangani MoU dengan CEO Turkish Aerospace Industries, Inc (TAI), PhD. Temel KOTÌL.

MoU antara TAI dengan PTDI diantaranya :

★ Peningkatan avionik dan sayap untuk pesawat-pesawat CN235.
★ Pengembangan, sertifikasi dan produksi bersama pesawat N245.
★ Global supply chain untuk komponen CN235
★ Pengembangan bersama untuk pesawat tanpa awak kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnVZjTvFqT0rsa14bHQ4vKczNNmtEM3ZXuiVGBGcYbtfqY8JdV6WkvMus6WLODtupLSsL-huWvz4t-fKHzPO5DoxOGcpXxbRylctTTy3hGXUayi4yrSp0QwVZMvauWMKhR0Dtr1P7gG5Q/s1600/armed-turkish-anka.jpg

Drone serang ANKA TAI [Aviation Analysis Wing]
  BUMN