Jumat, 07 Juli 2017

Indonesia dan Turki Kerja Sama Buat Kapal Selam dan Drone

Sepakat kembalikan trend positif File:Chegada do submarino NRP Tridente à Base Naval do Alfeite.jpgIlustrasi kapal selam U214 [wikipedia]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia dan Turki adalah dua negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerja sama. Untuk itu, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyampaikan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa bidang kerja sama konkrit yang dapat diprioritaskan, antara lain di bidang perdagangan dan investasi, pertahanan, energi, serta memerangi terorisme.

Kita telah sepakat berupaya mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi, antara lain melalui negosiasi Indonesia – Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), pengurangan atau pengakhiran hambatan perdagangan, dan penciptaan iklim investasi yang kondusif,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama Presiden Erdogan, di Istana Kepresidenan Turki, Ankara, pada hari Kamis (6/7) siang waktu setempat.

Kepala Negara menambahkan, Indonesia menyambut baik hasil konkrit kerja sama industri pertahanan, berupa peluncuran tank kelas menengah kpaplan, produksi bersama Indonesia dan Turki, dan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry untuk kerja sama di bidang kedirgantaraan.

Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerja sama di bidang pembuatan kapal selam dan drone, dan ini juga akan ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara,” sambung Presiden.

Mengenai penguatan kerja sama di bidang energi, menurut Presiden Jokowi, saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia, antara lain melalui penggunan powership atau kapal penyedia pasokan listrik.

 Soal Qatar dan Dukungan Pencalonan Indonesia 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBZLfwwPjSQ1cqXuKhQMU2s8Dka1UmEA4V6iDlDpFzTUrDHRQ7vVoVHcAGB-ca3n1BHJBX0Jt2WwxbUZUTZfCvXWF-wWAtFfZXUdlwNujzLYX22ZJDdYJYhYozLTRIirKH41D19oDY_34/s1600/UAV+-+anka_2.jpgIlustrasi UAV ANKA [google]

Selain isu bilateral, Presiden Jokowi menyampaikan, dalam pertemuan dengan Presiden Erdogan itu telah dibahas berbagai isu dunia, antara lain masalah Qatar. “Kita harapkan ini bisa kita selesaikan melalui komunikasi dan dialog-dialog yang baik negara-negara yang memiliki masalah,” ujarnya.

Sedangkan mengenai pemberantasan terorisme, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia dan Turki telah meningkatkan kerja sama melalui informasi intelijen dan pembangunan IT sistem intelijen, sehingga memudahkan kedua negara bekerjasama dalam rangka memberantas terorisme.

Mengakhiri pernyataan persnya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas dukungan Turki terhadap pencalonan Indonesia pada DK PBB untuk tahun 2019-2020. Selain itu, Presiden Jokowi menyambut baik penandatanganan kerja sama antara Indonesia dan Turki.

Saya menyambut baik ditandatanganinya dua dokumen kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Turki yaitu di bidang kesehatan dan peluncuran perundingan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Presiden Erdogan menyampaikan, Indonesia dan Turki memiliki hubungan sejarah, kebudayaan dan hubungan antar masyarakat yang panjang antar sebuah bangsa. “Saya harap ini dapat menjadi aset untuk memperkokoh kerja sama,” kata Presiden Erdogan.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan antara lain Menteri Koordinator Bidang Polhukam Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Kepala BNPT Suhardi Alius.

  ★ Setkab  

PAL Indonesia-Karpowership Bangun Kapal Pembangkit Listrik

Direktur Utama Karpowership Orhan Remzi Karadeniz (duduk kanan) bersama Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh (duduk kiri) menandatangani kesepakatan kerjasama strategis antara PT PAL dengan Karpowership disaksikan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita (kanan), Deputi Perdana Menteri Turki Nurettin Canikli (kedua kanan) dan Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci di Ankara, Turki, Kamis (6/7/2017). (ANTARA FOTO/HO/Lukman)

PT PAL Indonesia (Persero) dan Karpoweship dari Turki sepakat membangun empat kapal pembangkit listrik berkapasitas 36 hingga 80 Mega Watt (MW) untuk pengadaan listrik di berbagai pulau di Indonesia.

"Kedua perusahaan telah menandatangani kesepakatan kerja sama strategis membangun empat kapal pembangkit listrik Indonesia pertama di galangan kapal Indonesia," demikian keterangan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh, dalam siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Jumat.

Penandatangan kerja sama dilakukan antara Budiman Saleh dan Direktur Utama Karpowership Orhan Remzi Karadeniz yang disaksikan Menteri Luar Negeri Turki Nihat Zeybekci dan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, dalam rangkaian kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Turki, Kamis (6/7).

Menurut Budi, Kapowership merupakan pemilik tunggal dan juga operator dari kapal pembangkit listrik terbesar di dunia, dan PT PAL sebagai perusahaan negara terkemuka di bidang perkapalan di Indonesia.

Dijelaskannya, pada Oktober 2016 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) telah ditandatangani PT PAL sebagai bentuk kerjasama awal dalam mengidentifikasi dan memonitor peluang peluang terkait akan kebutuhan listrik di Indonesia dan wilayah sekitarnya.

MoU itu menjadi pembuka jalan untuk kedua pihak dalam bersama membangun dan berkolaborasi dalam transfer teknologi sambil turut serta menambahkan nilai lokal Indonesia dalam pembangunan armadanya.

"Kerja sama strategis ini bagian dari rencana armada tambahan hingga sebesar 5.000 MW," catatnya.

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/kapal-pembangkit-listrik_20170521_200804.jpgKapal Pembangkit Listrik Karpowership [Tribunnews]

PT PAL akan membangun empat kapal pembangkit listrik Indonesia kelas Mermaid berkapasitas antara 36 sampai 80 MW untuk pengadaan listrik di berbagai wilayah kepulauan Indonesia.

Dengan kerjasama strategis itu, Karpowership dapat memperluas operasinya di Indonesia, yang sampai hari ini berhasil menginstal listrik berkapasitas 845 MW di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karpowership merupakan satu-satunya pemilik, operator dan pembangun kapal pembangkit listrik Powership di dunia yang berperan aktif dalam investasi jangka menengah sampai panjang dengan jumlah karyawan sebanyak 2.200 orang.

Selain itu, Karpowership memiliki dan mengoperasikan 13 Powerships dengan total kapasitas 2.700 MW dan tambahan 4.500 MW yang sedang dalam proses pembangunan. Karpoweship kini beroperasi di Ghana, Indonesia, Lebanon dan Zambia melalui Mozambik.

Karpowership sudah beroperasi di Indonesia sejak 2015 dengan empat Powerships dan total kapasitas 845 MW.

   Antara  

[Video] Pesawat Terbang Tanpa Awak untuk Pemetaan

Karya Anak Bangsa Liputan CNN


  ★ Youtube  

Proyek Pengadaan Pesawat N-245 dan R80 Butuhkan Investasi Rp 20 T

✈ N245  [PTDI]

Pemerintah menambahkan program pengembangan industri pesawat ke dalam proyek strategis nasional.

Perusahaan aviasi pelat merah PT Dirgantara Indonesia bakal memproduksi pesawat jenis N-245, sedangkan perusahaan milik BJ Habibie PT Regio Aviasi Industri bakal menggarap produksi pesawat jenis R80.

Memang sampai sekarang belum financial close, tetapi kebutuhan pendanaan keduanya sekitar Rp 20 triliun,” ujar Deputi Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo di Jakarta, Kamis (6/7).

Dirgantara dan RAI bakal menjaring investor dalam proyek pengembangan pesawat itu. “Meskipun masuk ke dalam proyek strategis nasional, pemerintah tidak berikan jaminan apapun. Pendanaannya sepenuhnya pure dari swasta, mereka boleh joint dengan beberapa perusahaan lain,” ujar Wahyu.

Menurutnya, kedua perusahaan tengah mencari investor dan calon pembeli kedua jenis pesawat pengangkut tersebut. Kedua perusahaan penanggungjawab proyek itu diharapkan bukan hanya memenuhi permintaan pesawat dalam negeri, tapi juga untuk pasar ekspor.

Dirgantara bakal membuat pesawat jenis N-245 di fasilitas produksinya di Bandung. Adapun RAI bakal memproduksi R80 di Kertajati. Kedua pabrikan juga didorong bukan hanya menggeluti proses perakitan, tapi juga sampai ke industri perawatan mesin pesawat (maintenance repair overhaul/MRO).

Dirgantara belum mengestimasi mau produksi berapa unit N-245. Tapi, RAI sudah menargetkan minimal produksi 160 unit R80, di angka itu dia baru break even,” ujar dia.

Pemerintah berharap Indonesia dapat memproduksi pesawat secara berkelanjutan dengan masuknya program pengembangan industri pesawat di dalam proyek strategis nasional. Dua produk pesawat yang masuk ke dalam proyek strategis nasional yakni N-245 dan R80 merupakan dua model pesawat jarak menengah.

  Bisnis  

Kamis, 06 Juli 2017

Jokowi Sambut Baik Tank Buatan Bersama Indonesia-Turki

Kaplan Medium Tank, Kerjasama FNSS-Pindad [FNSS]

Kemitraan industri pertahanan antara Indonesia dengan Turki disebut meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral di Beyaz Saray Ankara, Kamis. "Bidang kerja sama lain yang mengalami peningkatan signifikan adalah di bidang industri pertahanan," kata Presiden Jokowi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTvOITXS6BapeiX80QbbMXPkr-8RY4B3P1ghcMRLtkgw1B_9vwK95IxxANMwcodf9EwgZX2Z16pfjHKl5-B5-alDt3r8c9GZg-k-XzieQGQv3-37iFbNeGImOV_rEFGSLzgOSPGV0quOk/s1600/800px-Chegada_do_submarino_NRP_Tridente_%25C3%25A0_Base_Naval_do_Alfeite+214.jpgIa menyambut baik hasil konkret kerja sama industri pertahanan antara lain berupa peluncuran tank kelas menengah Kaplan MT. Tank tempur tersebut merupakan produksi bersama antara Indonesia dan Turki yang dikembangkan oleh FNSS Turki dan PT Pindad Indonesia.

Selain itu, ada "Memorandum of Understanding" (MoU) atau nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industries untuk kerja sama di bidang kedirgantaraan. "Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerja sama di bidang pembuatan kapal selam dan truk dan ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara," tutur Presiden.

Sementara penguatan kerja sama di bidang energi kata dia, difokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia antara lain melalui penyediaan power ship atau kapal penyedia pasokan listrik.
 

  Republika  

20 Proyek Strategis Nasional Selesai Dibangun

Senilai 35 Trilliun Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadumuljono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan (kedua kanan) meninjau Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. Bendungan Jatigede akan dimanfaatkan untuk irigasi, sarana penyedia air baku, dan PLTA. [ANTARA FOTO]

Pemerintah melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mengeluarkan 20 proyek infrastruktur senilai Rp 33,5 triliun dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Dari evaluasi KPPIP di penghujung 2016, proyek-proyek tersebut dicoret karena dinilai telah rampung.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap daftar Proyek Strategis Nasional pada akhir tahun 2016, 20 proyek kami keluarkan dari daftar karena sudah selesai, nilainya Rp 33,5 triliun,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian Wahyu Utomo di pasca konferensi pers di Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Juli 2017.

Lewat Peraturan Presiden No. 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, pemerintah melalui KPPIP memilih 225 proyek infrastruktur dan 1 program kelistrikan sebagai PSN, dengan 30 di antaranya tersaring jadi Proyek Prioritas. Selain 20 proyek yang selesai, evaluasi PSN tahun lalu juga mengeliminasi 15 proyek lain yang dinilai tidak memenuhi kriteria.

20 Proyek Strategis Nasional tersebut terdiri atas bandara, pelabuhan, pipa gas, pos lintas batas negara (PLBN), serta bendungan yang tersebar dari Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, hingga Sentani, Jayapura.

Jalan Tol Gempol-Pandaan di Jawa Timur sepanjang 13,61 kilomter selesai dengan nilai investasi Rp 1,470 triliun. Jalan tol dibangun sejak 2012, dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 Juni 2015.

7 bandara juga sukses dibangun dan dikembangkan. 6 bandara yakni Bandara Sentani (Jayapura), Juwata (Tarakan), Fatmawati-Soekarno (Bengkulu), Mutiara (Palu), Matahora (Wakatobi) serta Labuan Bajo di Pulau Komodo dengan rerata nilai investasi Rp 1,2 triliun. Bandara Soekarno-Hatta juga selesai dikembangkan, termasuk dengan adanya Terminal 3, dengan menelan investasi Rp 4,7 triliun.

Pembangunan Pelabuhan Kalibaru alias Pelabuhan Terminal Peti Kemas 1 atau NPCT1 di Tanjung Priok, Jakarta Utara, juga selesai dengan biaya fantastis, yakni Rp 12 triliun.

Pipa Gas Belawan-Sei Mengkei di Sumatera Utara yang dimulai sejak Agustus 2011 pun sudah beroperasi. Proyek pipa gas sepanjang 380 kilometer ini memiliki kapasitas 300 kaki kubik per hari (MMSCFD), hasil dari investasi sebesar Rp 1,2 triliun.

Pos lintas batas negara di beberapa tapal juga telah berdiri dengan megah dengan rerata nilai investasi Rp 132 miliar. Beberapa dari empat PLBN di Entikong (Kalimantan Barat), Mota’ain dan Motamassin (Nusa Tenggara Timur), serta Skouw (Papua) bahkan sempat dikunjungi Presiden Jokowi.

Terakhir, 6 bendungan juga dinilai beres. Bendungan Paya Seunara (Sabang), Rajui (Pidie), Jatigede (Sumedang), Bajulmati (Banyuwangi), Nipah (Madura), serta Titab di Buleleng, Bali. Bendungan Jatigede di Sumedang memakan biaya paling besar, yaitu Rp 4,8 triliun.


  ★ Tempo  

TNI AL Dorong Industri Senjata Galangan Kapal Nasional

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3Mj_ncqImvCl_Q6duDjyx-3vng0SCr5QQpM4W2HMXt3IUBKfY-M8sQgO7AdaBnBZiFM7HEZeVsw6K15cUWkDnYD79rQzGgyV36rANyXthPQv77CoGJR_uJoRhtqYWkao7ghyphenhyphenoWy6epzUW/s1600/f8f6c6d3-005e-4570-a1f0-4d425bd88b5d_169.jpgKRI Kurau 856 [detik]

TNI AL meminta agar industri galangan kapal di dalam negeri dapat menyerap dan mengadaptasi perkembangan sistem persenjataan dan perlengkapan teknis dari kapal perang asing ke dalam negeri.

Pasalnya saat ini, industri galangan kapal dalam negeri masih belum mampu memproduksi sistem persenjataan yang mumpuni sehingga membuat komponen tersebut harus di impor dari luar negeri.

Kapal-kapal patroli cepat ini sudah mampu di produksi dalam industri dalam negeri namun dari sisi teknologi persenjataan dan sistem tempur di dek kapal butuh ketrampilan yang harus kita serap dari galangan kapal luar negeri,” ujar Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, Kamis (6/7) di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

KRI Kurau 856 yang merupakan kapal patroli ukuran kecil yang baru diresmikan serah terima oleh salah satu galangan kapal swasta PT CMS Banten saja menelan ongkos produksi sebesar Rp 175 Miliar

Ini yang membuat mahal adalah senjata dan sistem perlengkapannya (meriam, radar, sonar, combat sistem) sekitar Rp 50 miliar, kalau platform kapalnya itu sekitar Rp 125-130 Miliar,” tambahnya.

TNI AL yang selama 10 tahun terakhir kekurangan kapal diketahui sebelumnya menggunakan produksi kapal fiber yang masa usia pakainya jauh lebih singkat. Saat ini pihak TNI AL akan mengganti kapal-kapal tersebut dengan kapal besi tipe 40 dan 28 meter sesuai program Renstra.

Kapal perang besi ukuran kecil itu umur antara 25-30 tahun, yang penting perawatan dan peremajaan pada waktunya. Sekarang tinggal sisa 26 kapal patroli cepat yang kita targetkan selesai seluruhnya pada 2024,” lanjut Ade Supandi.

Namun karena satu kapal di produksi dengan jangka waktu cukup panjang selama 1,5 tahun maka hal itu membuat pihak TNI AL dan galangan kapal harus memproduksi berdasarkan anggaran tahun berjalan.

Anggaran kita ini tahunan sedangkan membuat kapal butuh waktu lebih dari satu tahun. Artinya lintas tahun, dibuat bertahap, jadi satu tahun itu kita rencanakan pembangunan bagian mana dahulu, kemudian sisa tahap konstruksi lainnya disinkronkan untuk pembiayaan tahun berikutnya,” tandasnya.

  Berita Satu