Tampilkan postingan dengan label Radar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

SHARPEYE™ Radar Technology Chosen by Two Indonesian Ports

SBS-800 Upmast X-Band SharpEye™ [Kelvin Hughes]

Kelvin Hughes, is pleased to announce that two ports in Indonesia have selected variants of the company’s SBS-800 Upmast X-Band SharpEye™ range to ensure the safe entry and exit, management and monitoring of vessels.

The second largest port in Indonesia, Surabaya has opted for the SBS-800-2. The centre of cargo distribution for East Java and a gateway to Eastern Indonesia, Surabaya is accessed from the North through the Madura strait, a 25-mile-long, 100m wide and 9.5m deep channel between East Java and Madura Island. The port has multi-purpose terminals, handling general cargo, bulk carriers, gas carriers, tankers, container vessels, Ro-Ro and passenger vessels.

The port of Bitung is being developed as an international hub and currently handles general bulk cargo, tankers, containers and cruise vessels. It is located in the Lembeh Strait, 50km east of Manado. The Bitung Port of Administration has selected the SBS-800-3 pulse Doppler radar with frequency diversity.

The SBS-800 radar systems are designed to align with the 'Basic' and 'Standard' capability types of IALA V-128. With their patented, solid-state SharpEye™ technology, they transmit a low power pulse sequence which enables short, medium and long range radar returns to be detected simultaneously.

Doppler processing of the radar returns provides coherent information concerning target velocity and enables the detection of very small and slow moving objects with a low Radar Cross Section (RCS). Through a series of electronic filters, the SBS-800 is able to distinguish between targets of interest and sea, rain and land clutter.

In addition, with no magnetron required for the system, maintenance costs are significantly reduced.

  ★ Kelvin Hughes  

Sabtu, 10 Juni 2017

Banyak Potensi Kerja Sama dengan Polandia

Mulai dari industri militer hingga minyak sawit.Ilustrasi radar buatan Polandia [defence24]

Polandia disebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, punya banyak potensi kerja sama untuk dikembangkan dengan Indonesia, mulai dari industri militer hingga minyak sawit.

Industri strategis Indonesia seperti PT PAL dan PT Pindad dapat mengembangkan kerja sama dengan Polandia. Selain itu teknologi radar militer Indonesia juga dapat dikembangkan melalui kerja sama antara ITB dan Pit-Radwar Polandia,” ucap Luhut pada saat kunjungannya ke Polandia dari tanggal 8-10 Juni 2017.

Luhut juga menyebut industri minyak kelapa sawit bisa bekerja sama dengan Polandia sehingga bisa menembus pasar Eropa.

Di Polandia, Luhut bertemu Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Bartosz Kownacki, di Wisma Duta RI Warsawa. Pertemuan dilanjutkan dengan Wakil Perdana Menteri Polandia yang juga menjabat sebagai Menteri Pembangunan dan Keuangan, Mateusz Morawiecki.

Beberapa hal yang diangkat pada pertemuan tersebut antara lain penerbangan langsung Indonesia-Polandia dengan menggunakan Garuda Indonesia dan maskapai nasional Polandia, LOT Polish Airlines, permintaan dukungan Polandia atas nominasi Dubes Arif Havas Oegroseno menjadi calon hakim Pengadilan Laut Internasional periode 2017-2026 dan potensi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara kedua negara.

Selain itu juga dibahas kemungkinan kerja sama di bidang pengolahan sampah jadi energi (waste to energy).

Luhut juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Polandia melalui perusahaan Rafako, akan bekerja sama di bidang energi dalam penyediaan listrik sebanyak 100 megawatt di daerah Lombok, Indonesia.

Menteri Morawiecki menyambut baik kerja sama itu dan berharap akan ada proyek-proyek lanjutan antara Indonesia dan Polandia di masa mendatang.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad juga menyebut hal senada dengan Luhut di pertemuan tersebut.

Merupakan tugas KBRI Warsawa untuk mempromosikan potensi kerja sama dengan Polandia kepada pihak-pihak di Indonesia, sehingga dapat menimbulkan manfaat untuk kedua negara” ungkap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia tersebut.

Di hari yang sama, Menteri Luhut juga menghadiri acara penyerahan alat musik Kolintang dari KBRI Warsawa kepada Pemerintah Polandia melalui Museum Asia Pasifik.

Indonesia merupakan negara yang beragam dan terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya, termasuk alat musik tradisional. Kolintang merupakan alat musik yang berasal dari Sulawesi Utara dan memiliki perbedaan dengan Gamelan yang berasal dari Jawa.” ujar Dubes RI Warsawa Peter F. Gontha pada pembukaan kegiatan tersebut.

Dia juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang sosial budaya antara kedua negara.

Para hadirin kemudian disuguhi pertunjukan Kolintang yang membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa, Bengawan Solo serta lagu Polandia W Moim Ogrodzie dan beberapa lagu lainnya. (vws)

   CNN  

Jumat, 26 Mei 2017

Indonesia Interested Joint Production Air-to-air missiles, Radar systems and Military cargo planes

Indonesian marines begin using Ukrainian BTR-4M APCBTR4M Marinir [angkasa]

The all-purpose maritime battalion of Indonesian marines have officially begun to use a test batch of BTR-4M armored personnel carriers produced at Ukraine's Kharkiv-based Morozov Machine Building Design Bureau. The contract was signed in February 2014 between the state-run SpetsTechnoExport Concern, which is part of Ukrainian state-run Ukroboronprom, and Indonesia's Defense Ministry.

Ukroboronprom's press service on Thursday cited SpetsTechnoExport CEO Pavlo Barbul as saying the first five BTR-4 vehicles have completed testing and have been transferred to Indonesia's military for use.

"The procedure for transferring Ukrainian BTRs to Indonesia's military has taken place. Since the start of May, Indonesia marines have been using them," Barbul said.

As earlier reported, the contract to produce and send a test batch of five BTR-4Ms was signed in February 2014. The contract provides the option for further supplies of 50 vehicles. The first batch was offloaded in Indonesia in 2016.

The success of the Indonesia contract comes within the framework of increased capacity of Ukraine's military industrial complex after supplying BTR-4s to Ukraine's armed forces.

Indonesia is one of Ukraine's best potential partners in the Asian Pacific region. Ukrainian tank and armored vehicles, as well as aviation equipment, have been provided to Indonesia on a bilateral basis, as well as repair and modernization services.

Kyiv and Jakarta have stepped up talks about increased military cooperation. Indonesia today is interested in the creation of a joint enterprise for the production of guided air-to-air missiles, Ukrainian radar systems and Ukrainian military cargo planes.

   Interfax  

Rabu, 26 April 2017

TNI AU Gandeng Kemenhub untuk Integrasikan Radar

Perusahaan swasta nasional dalam bidang elektronika dan sistem informasi PT Infoglobal dilibatkan dalam proyek integrasi radar militer dan sipil tersebut [Infoglobal] ★
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menyatakan TNI AU akan menambah radar miliknya yang saat ini berjumlah 20 radar menjadi 32 buah. Selain itu TNI AU juga akan mengintegrasikan radarnya dengan radar milik Kemenhub.

(TNI AU) juga akan melengkapi radar Lanud yang saat ini ada 20 dan ke depan akan ditambah 6 dan 6 lagi (12 buah). Total yang akan kita miliki ada 32 radar,” ujar Hadi usai meresmikan Monumen F-5 E/F Tiger II di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Selasa (25/4/2017).

Angka 32 radar, kata Hadi, masih merupakan jumlah basic minimun force dan dinilai belum ideal. Sedangkan jumlah idealnya lebih dari itu. Untuk mengatasi persoalan itu, saat ini TNI AU telah bekerjasama dengan Kemenhub untuk melakukan integrasi radar.

Kita sedang bekerjasama dengan Kemenhub untuk menggunakan radar-radar mereka sehingga bisa kita integrated dengan radar yang kita miliki,” kata Hadi.

Pada awal tahun yang lalu, dalam Rapim TNI AU di Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, (24/1), Hadi sempat menjelaskan 12 radar baru ini akan ditempatkan di daerah yang rawan pelanggaran. Selain itu, radar tersebut akan ditempatkan di daerah yang belum terjangkau.

Sehingga jika ada pelanggaran, maka bisa kita deteksi. Radar itu akan digelar di mana saja, di Kupang, di Pontianak, di dekat Ambon, kemudian bagian Sumatera, jadi mana tempat yang bolong kita tempatkan radar itu,” tutur Hadi saat itu.

  detik