Sabtu, 22 April 2017

TNI AL Bangun Kembali Tiga Kapal Angkut Tank

✈ Di Lampung Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Mulyadi, S.Pi., M.A.P. melaksanakan kunjungan kerja ke galangan kapal PT. Daya Radar Utama (DRU) di Panjang, Bandar Lampung dalam rangka pemotongan plat pertama (first steel cutting) pembangunan tiga unit kapal angkut tank, Jumat (21/04).

Kedatanganya di bandara Radin Intan II Lampung, Aslog Kasal beserta rombongan disambut oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lampung Kolonel Laut (P) Kelik Haryadi, S.H., M.Si. dengan Danbrigif 3 Mar Kolonel Mar Hermanto, S.E., M.M. dan beberapa Perwira.

First Steel Cutting merupakan sebagai tanda dimulainya fabrikasi pembangunan tiga unit kapal TNI AL jenis LST, yaitu AT- 5, AT-6 dan AT-7 sesuai kontrak kerja yang yang telah ditandatangani pada bulan Januari 2017.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqYWPg-9zROtjgOnZtXRI_VLBk2uDwcFyL3qVl4GyUabW4qvUvXFcHQnd160oua9ytZQj_TNi0WaB1GfwzihKUxMuWtW7Hn9E9mk615XBtLDtujNel2Vgiqu0LIgSZanCtsI1FUriO_JU/s1600/04-MV-BINTUNI-DIBAJAK-DI-LAUT-JAWA-1-800x445.jpg“Terima kasih kami sampaikan kepada TNI AL yang telah memberikan kepercayaan untuk membangun tiga unit kapal angkut tank, sebelumnya kami telah banyak belajar dari membangun kapal LST AT-3 KRI Teluk Bintuni dan saat ini kami juga sedang proses membangun kapal LST AT-4, komitmen kami adalah menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan tepat mutu” kata Agus Gunawan selaku Dirut PT. DRU dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, Aslog Kasal menyampaikan “Pembangunan kapal AT-5, 6 dan 7 oleh PT. DRU merupakan hasil realisasi dari renstra pembangunan kekuatan TNI AL, pembangunan kapal-kapal TNI AL di galangan dalam negeri merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam mendukung pemerintah dalam pemberdayaan potensi nasional yang tertuang dalan undang-undang nomer 16 tahun 2012 tentang industri pertahanan”

“Tahapan First Steel Cutting merupakan awal kegiatan fabrikasi, masih panjang teknis pembangunan sebuah kapal, masih ada tahap keep laying, launching dan pengetesan-pengetesan lainya, harapanya seluruh kegiatan dapat diselesaikan dengan baik dan dibutuhkan kerja keras, kerja serius dan kerja cerdas”.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZrla-sSW9wLfmMw0-y1OpGE9bkVghpj1_ufJRAQN7Pw8cBn8Ui4K9xS_Z9YxUK9gOCeDf9aZco3I4gha3KEC-56IiTXlB_GFhXlpioiwjdlR2BNmdetnMpDzQzN7MlLcNB3mQ4UDWnded/s1600/lpd-lcu.jpgAcara First Steel Cutting dilaksanakan di workshop CNC PT. DRU ditandai dengan penekanan tombol sirine dilanjutkan dengan penandatangan berita acara oleh Kadisadal dan Dirut PT. DRU serta penyerahan siluet kapal AT-5, 6 dan 7 dari Dirut PT. DRU kepada Aslog Kasal, Kadisadal dan Kadismatal yang diahiri dengan foto bersama.

Hadir dalam acara tersebut Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, S.T., Kadismatal Laksma TNI Aziz Ikhsan Bachtiar, Pati Itjenal Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr (Han) dan beberapa Pamen dari Mabesal serta Manager dari PT. DRU.

Jumat, 21 April 2017

KRI Banda Aceh 593 Dukung Operasi Pamtas

Combat Boat yang diangkut KRI Banda Aceh 593 untuk mendukung operasi pengamanan di wilayah Utara NKRI. [Dispen Kolinlamil] ★

KRI Banda Aceh 593 yang dikomandani Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto, S.E. bersama prajuritnya berlayar meninggalkan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/4), guna mendukung operasi Serpas (pergeseran pasukan) pengamanan wilayah perbatasan (sektor utara) Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Papua Nugini.

Kali ini KRI Banda Aceh 593 rencananya akan membawa pasukan TNI Angkatan Darat dari Yonif 410/Alugoro Kodam IV Diponegoro yang dimuat dari pelabuhan Semarang, dan selanjutnya KRI akan bergerak menuju Surabaya untuk memuat pasukan dari Yonmek 512/Quratara Yudha Kodam V Brawijaya kemudian di Makassar juga akan memuat lagi Yonif 432 Para Raider di pelabuhan Makassar.

Ketiga batalyon ini yang berjumlah ribuan personel akan di bawa ke wilayah Utara NKRI untuk melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Dalam pelayaran ke wilayah timur KRI Banda Aceh 593 selain membawa pasukan, juga mengangkut logistik dan Alut yang dimuat dari Jakarta untuk memaksimalkan pelaksanakan pengamanan wilayah di bagian Utara Indonesia, diantaranya 5 unit sea rider ukuran 11 meter yang akan diturunkan di Ambon, di Sorong, dan di Manokwari. Sedangkan 3 combat boat dengan peruntukkan 2 untuk TNI AD di Sorong dan di Biak serta 1 lagi untuk TNI Angkatan Laut di Manokwari.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwEHJy4RYecb4xuG4GLlefsAfpdmWYhcoA55T42fSmDlJAmQCBuWqdTDz5QiFy1a-QT5ALxo7b5RfKyU8aliGEKcenvH6SbHXnFSzg4u9JI22S2TE3gqsTrCEvH95B8ukiRa5gFsPPFgo/s1600/21.2.jpgBeberapa unit Sea Raider ukuran 11 meter yang diangkut KRI Banda Aceh 593 untuk mendukung operasi pengamanan di wilayah Utara NKRI. [Dispen Kolinlamil]

Selesai membawa pasukan hingga titik terakhir di Jayapura, nanti kembalinya KRI Banda Aceh 593 akan memuat lagi pasukan TNI Angkatan Darat yang telah selesai malaksanakan tugas Pamtas dari Jayapura untuk dikembalikan pulang ke Home base nya yaitu di Makassar Yonif 700 Raider, di Surabaya Yonmek 516 Caraka, dan terakhir di Belawan Yonif 122 Tombak Sakti.

Dalam operasi ini KRI Banda Aceh 593 meninggalkan pangkalan Kolinlamil melakukan pelayaran kurang lebih selama 61 hari baru kembali lagi ke pangkalan Kolinlamil Jakarta untuk menunggu perintah operasi selanjutnya.

Beberapa titik pelabuhan/pangkalan TNI Angkatan Laut yang di singgahi yaitu dari Jakarta - Semarang – Surabaya – Makassar – Ambon – Sorong – Manokwari – Biak – Jayapura. Kemudian nanti kembalinya Jayapura - Sorong – Ambon – Makassar – Surabaya – Belawan – Jakarta.

KRI Banda Aceh 593 ini adalah salah satu kapal jenis LPD produksi dalam negeri di bawah binaan Kolinlamil satuan operasi Satlinlamil Jakarta yang sangat aktif dalam melaksanakan tugas operasi baik di dalam maupun di luar negeri.

  ★ TNI AL